WWF dan Pengelolaan Air, Untuk Kepentingan Siapa?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

WWF dan Pengelolaan Air, Untuk Kepentingan Siapa?

 

Oleh : Ermawati 

World Water Forum (WWF) ke-10 resmi ditutup Jumat (24/5) dan menghasilkan lebih dari seratus kesepakatan untuk proyek terkait air dan sanitasi. (antaranews.com, 26-05-2024).

 

Berbagai komitmen yang dihasilkan harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, dan rasa memiliki yang kuat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah World Water Forum, Deklarasi Menteri memasukkan Ringkasan Hasil-Hasil dan Tindakan, yang mencakup 113 proyek air dan sanitasi. Dengan nilai US$9,4 miliar dengan 33 negara dan 53 organisasi internasional sebagai pendukung, donor, serta penerima manfaat air dan sanitasi. “Compendium yang diluncurkan pada pertemuan tingkat menteri harus diwujudkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri Ketua Harian World Water Forum Ke-10. (rri.co.id, 24-05-2024)

 

Air merupakan kebutuhan utama bagi manusia, ketersediaan air di negeri ini sangat minim, upaya-upaya menjaga lingkungan dan kebersihan melalui menjagaan dengan pengawasan terhadap sanitasi sangat rendah, WWF ke 10 tentu menghasilkan banyak kesepakatan untuk menjaga kehidupan ‘air’ dan sanitasi yang baik, kesepakatan untuk menjaga kondisi air melalui berbagai cara. Meski ada proyek untuk Rumah Tangga, tapi keuntungan paling besar pasti diraih oleh pengelola yaitu Perusahaan/investor/ pengusaha.

 

Krisis air bersih bukan karena tidak adanya sumber air, sebab Indonesia banyak sumber air di setiap wilayah, kesulitan rakyat dalam mengakses air bersih karena tata pengelolaan air di Indonesia yang salah.

 

Sementara Rakyat sebagai konsumen saja, bisa jadi akan membayar berbagai fasilitas yang bersumber dari air tersebut. Karena semua ini tidak lain dari hasil penerapan sistem kapitalisme, sebab pengelolaan SDA diserahkan pada asing bukan negara sendiri yang mengelola, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air tidak mampu dilakukan negara, lepasnya tanggung jawab ini yang akan menyengsarakan rakyat. Adanya kerusakan sumber air dibiarkan begitu saja, sebab pembangunan infrastruktur yang salah tata kelola bisa menyebabkan terganggunya sumber air.

 

Sulitnya rakyat mendapatkan air bersih karena untuk menjangkau air bersih harus berbayar, sedangkan kehidupan semakin terhimpit, mulai dari naiknya harga beras, dan bahan pokok lainnya. Namun, kesepakatan-kesepakatan pada forum WWF hanya akan memperkuat kapitalisme air, inilah hasil dari sistem kapitalisme, semua hanya berdasarkan keuntungan semata, tanpa memikirkan rakyat yang semakin menderita.

 

Padahal air merupakan kebutuhan setiap individu untuk memenuhi segala kebutuhan, mulai dari minum, makan, mandi, mencuci baju dll, adanya air sangat mempunyai pengaruh pada kehidupan manusia, terutama kebersihan yang berpengaruh pada kesehatan, jika tidak terpenuhi bisa menyebabkan kelaparan, banyak penyakit, sampai kematian.

 

Sejatinya setiap individu berhak mengakses air bersih, baik untuk pribadi, domestik, perkebunan, rumah sakit dll. Islam menetapkan bahwa air adalah termasuk kepemilikan umum, yang pengelolaannya dilakukan oleh negara dan keuntungannya dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk dan tidak boleh di kuasai oleh swasta, karena jika dikelola swasta hanya akan menyebabkan sulitnya masyarakat dalam mengakses air.

 

Negara akan menyediakan infrastruktur dalam penyaluran air bersih kesetiap rumah, fasilitas umum, rumah sakit, sekolah, kantor-kantor dll, klopun ada individu yang ingin menggunakan air sungai, danau untuk pengairan ladang itu boleh, memakai air secukupnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jikapun air berbayar, tidak akan mahal, dan dana nya akan dikembalikan untuk disalurkan pada kebutuhan masyarakat semisal untuk rumahan sakit, perkantoran, sekolah dll. Sehingga tidak akan terjadi namanya kekurangan air terutama air bersih untuk masyarakat, semua ini hanya bisa di terapkan sistem Islam.

Wallahu a’lam bish showab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *