Wacana Penutupan KA Argo Parahyangan, Bukti Penguasa Musuh Rakyat Dan Teman Asing

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Wacana Penutupan KA Argo Parahyangan, Bukti Penguasa Musuh Rakyat Dan Teman Asing

 

Oleh Khadijah An Najm

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kereta api KA Argo Parahyangan akan ditutup. Hal ini menyusul proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang akan beroperasi Juni 2023. (kumparan,01-12-2022)

Pembangunan proyek KCJB (kereta cepat Jakarta – Bandung), kata Luhut, sudah mencapai 80,41 persen. Penyelesaian kereta modern itu akan dikebut agar bisa jalan sesuai rencana.

Panjang lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 143,2 km. Dengan empat stasiun di dalamnya yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

Berdasarkan data PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), target penumpang kereta ini bisa mencapai 31.125 orang orang dalam sehari. Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, target tersebut sulit dicapai.

Tak hanya Argo Parahyangan, kereta cepat juga harus bersaing dengan jalan tol yang selama ini juga menjadi pilihan para pengendara mobil pribadi, bus, atau mobil travel untuk ke Bandung, lewat Tol Jagorawi dan Tol Cipularang.

Kereta cepat Jakarta Bandung harus bersaing dengan KA Argo Parahyangan yang selama ini menjadi andalan transportasi publik warga ke Bandung dari Stasiun Gambir, Jakarta.

Dari pernyataan Menko Marves Luhut tampak bahwa pemerintah lebih mendukung proyek asing China dari pada memaksimalkan kereta api dalam negeri KA Argo Parahyangan.

Selama ini, Argo Parahyangan jadi satu-satunya kereta yang melayani relasi Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Memakan waktu tempuh 3 jam sampai ke Bandung, Argo Parahyangan jadi pilihan bagi masyarakat yang tidak ingin terjebak macet saat naik mobil pribadi, bus umum, ataupun travel.

Argo Parahyangan juga banyak berjasa dalam mengantarkan pekerja commuter mingguan. Mereka biasanya warga Bandung dan sekitarnya yang mencari nafkah di Jabodetabek pada Senin-Jumat, lalu pada akhir pekan pulang ke rumah menemui keluarga.

Belum lagi untuk para wisatawan yang ingin menikmati perjalanan ke Bandung dengan kereta. Lantaran sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan perbukitan hijau yang indah, jurang yang dalam dan aliran sungai yang deras, sambil melaju di atas rel kereta rangka baja buatan Belanda yang legendaris.

Mengutip laman railfansid.fandom.com, Selasa (6/12/2022), KA Argo Parahyangan merupakan kereta api hasil peleburan KA Argo Gede dan Parahyangan, yang telah dihentikan pengoperasiannya.

Jalur Jakarta-Bandung pertama kali dilayani KA Parahyangan pada 31 Juli 1971. Kemudian pada 31 Juli 1995 berganti nama menjadi KA Argo Gede dan akhirnya dilebur pada 2010 dengan nama Argo Parahyangan.

Hanya saja seiring dengan rampungnya kereta cepat Jakarta Bandung sepertinya akan berakhir juga riwayat KA Argo Parahyangan. Jika ini benar-benar terjadi maka semakin tampak pemerintah berpihak kepada asing.

Menanggapi wacana penutupan KA Argo Parahyangan,Prof. Arief mengatakan, pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung jangan sampai menjadi de-development. (KOMPAS.com)

De-development merupakan pembangunan yang belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak utama de-development adalah kesejahteraan masyarakat yang stagnan bahkan berkurang meski pembangunan infrastruktur dilakukan.

Ketua Dewan Profesor Unpad ini menjelaskan, sebagai monopoli jasa perkeretaapian di Indonesia, pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI perlu mementingkan kepentingan konsumen ketimbang pemilik modal.

Pembangunan yang baik bukan semata meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengaplikasikan kecanggihan teknologi, tetapi juga mampu memberikan pemerataan.

Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan tiket yang mahal dan menutup layanan Argo Parahyangan yang lebih murah, akan semakin mempersulit rakyat terutama bagi masyarakat yang memiliki anggaran terbatas.

Pandangan Islam

Sistem kapitalisme telah menjadikan hubungan antara penguasa dan rakyat seperti hubungan penjual dan pembeli. Negara menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan keuntungan lebih dari rakyatnya.

Banyaknya penduduk negeri dijadikan sebagai ladang bisnis untuk meraup keuntungan.

Dalam sistem sekuler negara hanya sebagai regulator yang membuat aturan. Sementara yang menjadi operator adalah swasta. Jadilah negara sebagai pemberi stempel legalitas bagi korporasi untuk meraup keuntungan dari rakyat.

Lebih parah lagi penguasa menganggap rakyat sebagai beban bukan amanah yang harus diurusi dengan baik.

Sungguh ini jauh dari tuntunan Islam dimana penguasa adalah periayahan urusan rakyat. Rasulullah Saw bersabda:

“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka”. (HR Ibn Majah dan Abu Nu’aim).

Dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda:

“Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus” (HR al-Bukhari).

Politik Transportasi dalam islam

Dalam Islam Investasi infrastruktur strategis di urai dalam 3 prinsip. Pertama, pembangunan infrastruktur adalah tanggungjawab negara, tidak boleh diserahkan ke investor swasta. Kedua, perencanaan wilayah yang baik akan mengurangi kebutuhan transportasi. Ketiga, negara membangun infrastruktur publik dengan standar teknologi terakhir yang dimiliki. Teknologi yang ada termasuk teknologi navigasi, telekomunikasi, fisik jalan hingga alat transportasinya itu sendiri.

Dahulu ketika Baghdad sebagai ibu kota kekhilafahan, setiap bagian kota diproyeksikan hanya untuk jumlah penduduk tertentu. Di kota itu dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir, hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah.

Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan, menuntut ilmu atau bekerja, karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar, dan semua memiliki kualitas yang standar. Hal ini untuk mengurangi kebutuhan akan transportasi, menghemat sumber daya dan secara otomatis mengurangi pencemaran udara melalui emisi transportasi.

Cara-cara ini merupakan perkara yang mudah bagi negera selama memandang bahwa riayah atas semua urusan rakyat sebagai kewajiban dan amanah. Amanah ini akan diminta pertanggung jawabannya kelak.

Khatimah

Islam merupakan sistem sempurna yang mengatur semua urusan manusia, termasuk masalah investasi dan transportasi. Transportasi mudah dan murah hanya akan terwujud jika sistem Islam diterapkan dalam kehidupan.

Wallahu a’lam bishshawab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *