Sistem Islam Mencetak Generasi Hebat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Sistem Islam Mencetak Generasi Hebat

Oleh Erna Ummu Azizah(Kontributor Suara Inqilabi)

 

Rusak dan Lemah. Itulah gambaran mayoritas generasi dalam sistem sekuler kapitalis hari ini. Sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan. Menjadikan generasi budak dunia, pemuja harta dan kebebasan.

Generasi tukang tawuran, pecandu narkoba, durhaka pada guru dan orang tua, juga hobi hura-hura, gaul bebas, LGBT, bermental lemah, mudah putus asa, bahkan bunuh diri. Na’udzubillah

Miris dan ironis. Generasi yang diharapkan menjadi penerus peradaban, justru lemah iman, su’ul adab dan tak berakhlak. Jangankan untuk menjadi generasi pejuang. Sholat dan ngaji pun kadang dilalaikan.

Berbanding terbalik dengan generasi dalam sistem Islam. Iman yang kuat menjadikan mereka generasi yang bertakwa dan tangguh. Disertai bekal ilmu, adab dan akhlaqul karimah membuat mereka sukses dunia akhirat.

Maka tak heran jika lahir ulama sekaligus ilmuwan hebat pada masa kejayaan Islam. Seperti Al-Khawarizmi, penemu angka nol. Ia tidak hanya menguasai algoritma dan astronomi. Dalam hal agama, ia pun telah hafal Al-Qur’an sejak kecil dan menguasai ilmu fiqih. Juga Ibnu Sina yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran, Ibnu Al-Haitham penemu lensa kamera, dan masih banyak yang lainnya.

Bahkan, banyak pemuda berjaya di usia belia. Salah satunya yaitu Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel. Di usia 21 tahun, ia berhasil menjadi pemimpin sekaligus panglima terbaik. Itulah kehebatan generasi dalam sistem Islam. Mereka menjadi generasi yang berperan, bukan baperan.

Upaya Untuk Mencetak Generasi Hebat

Maka, sangat penting untuk terus berupaya mendidik generasi agar menjadi hebat, takwa dan tangguh. Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadapnya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (TQS. An-Nisa: 9)

Adapun upaya untuk mengembalikan pemuda menjadi generasi hebat, diantaranya:

Pertama, mendidik generasi untuk taat kepada Allah. Pahamkan bahwa kita diciptakan oleh Allah, hidup untuk ibadah kepada Allah, dan setelah mati kita akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama hidup di dunia. Sehingga tercipta generasi taat yang jauh dari maksiat.

Kedua, mengajarkan generasi akhlaqul karimah, seperti jujur, adil, amanah, berbakti pada orang tua, murah senyum, pandai bersyukur, pemaaf, penyabar dan sebagainya. Sehingga terhiasi generasi dengan adab dan akhlak yang baik.

Ketiga, menanamkan pada generasi jiwa pemimpin. Syubbanul yaum rijalul ghaad ‘pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan’.
Ajarkan mereka untuk bertanggungjawab, bijaksana, tidak mudah putus asa dan berani membela kebenaran. Sehingga lahirlah generasi pemimpin. Dan semua potensi yang dimilikinya akan ia persembahkan untuk kebaikan dan kemuliaan Islam. Masya Allah

Agar upaya ini bisa berhasil, tentunya butuh kerja sama dari semua pihak. Mulai dari keluarga, dimana orang tua wajib mendidik dengan baik. Didukung pula dengan lingkungan yang kondusif dengan suasana yang Islami. Masyarakat yang saling peduli. Juga penerapan sistem Islam oleh negara. Baik dalam ekonomi, pendidikan, pergaulan dan sebagainya.

Sejatinya, hanya dalam sistem Islam generasi hebat bisa terwujud. Mari bersama-sama kita berjuang menegakkannya dengan tak lelah berdakwah menyampaikan Islam kaffah.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah).” (TQS. Al-Baqarah: 208)

Tak lupa kita senantiasa bermunajat kepada Allah. Memohon pertolongan agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan. Juga tetap semangat dan istiqomah. Karena sungguh tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawwab.[]

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *