Sistem Ekonomi Islam: Kuat, Mandiri dan Anti Krisis

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Ummu Rizki

Pada 24 September lalu, presiden Jokowi dalam rapat virtual terbatas menyampaikan bahwa ekonomi desa bisa menjadi penyangga disaat terjadi krisis ekonomi diperkotaan karena dampak dari pandemi covid 19. Salah satunya dapat dilakukan melalui program jaring pengaman sosial, seperti program keluarga harapan (PKH), bansos tunai, hingga bantuan langsung tunai (BLT).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) perintahkan jajaran menterinya untuk memastikan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah diterima oleh masyarakat di desa. Soalnya desa menjadi penyangga perekonomian di tengah pandemi virus corona (covid-19). Jokowi menjelaskan pandemi Covid-19  bukan hanya menyerang perkotaan, tapi juga pedesaan. Ketika krisis terjadi di perkotaan, maka desa akan menjadi penyangga perekonomian karena banyak masyarakat dari kota pindah ke pedesaan demi bertahan hidup. (pikiran-rakyat.com)

Presiden Jokowi pun meminta jajarannya memastikan penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

“Dalam jangka pendek semua skema program yang berkaitan dengan jaring perlindungan sosial seperti PKH, Bansos tunai, BLT Desa betul-betul harus kita pastikan tepat sasaran dan berjalan efektif,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas “Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa” secara virtual, Kamis (24/9/2020) sebagaimana yang dilansir okezone.com.

Jokowi menegaskan, bansos tersebut harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai bansos ini tidak tepat sasaran sehingga gagal mengungkit perekonomian warga desa. Selain itu, Jokowi juga meminta agar daya ungkit perekonomian di desa terus didongkrak. Desa ia minta harus mampu mengembangkan potensi desanya masing-masing. Ia mengingatkan dalam prosesnya, masyarakat desa harus ikut berpartisipasi dan diberikan ruang kreasi agar kebijakan yang dibuatnya tak hanya top down. (tempo.com)

Sesungguhnya persoalan krisis ekonomi negeri ini ada di dalam penerapan ekonomi kapitalisme neoliberal yang bersandar pada ekonomi non riil yang melahirkan institusi pasar modal, sektor perbankan berbasis riba, sistem keuangan yang bertumpu pada pajak dan utang luar negri, serta sistem moneter yang berbasis uang kertas yang sebenarnya menjadi faktor penyebab krisis ekonomi, selain itu sistem ini juga telah memberikan jalan mulus bagi korporasi untuk menguasai berbagai sumber daya alam dan perekonomian serta mengebiri peran negara, maka program kebangkitan ekonomi desa yang sebenarnya telah dicanangkan oleh pemerintah sejak 2015 lalu tidak akan pernah mampu menyelamatkan negeri ini dari krisis ekonomi.

Satu-satunya jalan untuk memulihkan ekonomi negeri ini bahkan dunia adalah dengan kembali menerapkan sistem ekonomi Islam yang kuat, mandiri dan anti krisis. Sehingga negara akan mampu bertahan jika suatu waktu dihantam pandemi, ditengah kondisi wabah seperti ini Islam akan menerapkan kebijakan yang diprioritaskan pada upaya penyelesaian wabah terlebih dahulu lalu disaat yang sama menerapkan berbagai konsep, gagasan, mekanisme makro dan mikro ekonomi Islam sehingga negara tidak akan jatuh kejurang krisis.

 

Allahu a’lam

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *