Pulau Komodo dikomersialisasi! Tepatkah ?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Imelda Inriani (Aktivis Mahasiswi Samarinda)

 

Pulau komodo yang menjadi salah satu keajaiban dunia kini di lirik oleh pemerintah, tentu hal ini dikarenakan pulau tersebut memiliki keunikan, disamping karna hewan Komodo yang langka, peminat pengunjung pada pulau ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk melakukan pembangunan guna menambah pendapatan negara.

Luhut Binsar Panjaitan menegaskan akan tetap mempromosikan proyek wisata Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya karena, komodo merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia sehingga memiliki nilai jual tinggi, sebagaimana catatan BPS, nilai ekonomi yang diciptakan akibat kegiatan pariwisata pada tahun 2017 mencapai Rp643 triliun. Nilai ini berdasarkan beberapa komponen diantaranya adalah konsumsi wisatawan (domestik maupun mancanegara), investasi pariwisata dan pengeluaran pemerintah.

Oleh karena itu munculah satatement “karena  komodo ini cuma satu satunya di dunia, jadi kita harus jual,” kata luhut binsar panjaitan, dalam rakornas percepatan pengembangan 2 destinasi pariwisata super prioritas (dpsp), (cnn.indonesia,27/11/2020)

Perencanaan ini dikatakan guna pengembangan destinasi wisata yang tetap mempertimbangkan kelestarian, khususnya komodo itu sendiri. Tetapi jika kita melihat lebih dalam perencanaan ini tentu tidak akan lepas dari kapitalisasi, bagaimana tidak yang semestinya hewan itu dilindungi baik keberadaan dirinya maupun tempat tinggal nya, dalam hal ini justru dikomersialisasi oleh pemerintah, jika pembangunan  terjadi di pulau komodo atau di tempat habitat komodo itu sendiri tentu keberadaan komodo akan terganggu, tempat ia berlindung sudah tidak tersedia sebanyak sebelum pembangunan dan komodo akan tidak leluasa dalam beraktivitas sebagaimana mestinya,

Sebagaimana yang kita tahu bahwa habitat komodo adalah padang rumput terbuka, hutan belukar dan terkadang dipesisir pantai, jika perencanaan pengembangan pulau ini terus dilanjutkan apa dapat menjamin bahwa  kegiatan serta aktivitas proses pengembangan  tidak akan menganggu habitat komodo ? Dan apakah lingkungan dan keasrian pulau akan tetap terjaga ? Meskipun pemerintah mengatakan bahwa perencanaan ini disertai dengan dalih tetap menjaga kelestarian, tentu akan ada dampak buruk bagi lingkungan setempat maupun hal yang akan  mengancam populasi komodo sendiri.

Menelik kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai pengembangan pulau Komodo adalah salah satu cara pemerintah untuk memuluskan masuknya investor-investor asing yang nantinya akan mengeksplorisasi dan mengksploitasi sumber daya alam yang ada di Indonesia, tidak cukup sumber daya alam berupa mineral yang dikuasai oleh asing kini Kawasan Taman Nasional Komodo pun dijadikan target kepemilikan asing. Bukannya menjaga kelestarian taman, pemerintah justru membuka keran investor sebesar-besarnya.

Perlu menjadi perhatian jika melihat taraf hidup masyarakat NTT sendiri dimana Kawasan pariwisata yang cukup luas dan indah justru tidak menjamin kesejahteraan masyarakat disana, jangankan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia untuk masyarakat setempat saja tidak tercipta kesejahteraan, bahkan air bersih saja sangat sulit untuk mereka dapatkan apalagi kesejahteraan hidup. Sudah terbukti bahwa proyek ini hanya mementingan segelintir orang saja yaitu para pemilik modal/ investor dan para pejabat negeri.

Tentu hal ini akan terus berlangsung, selama sistem kapitalisme masih diterapkan, sumber daya Alam yang harusnya dimanfaatkan untuk ummat dalam sistem kapitalisme (demokrasi) justru di kuasai oleh asing, inilah bukti kerakusan sistem kufur kapitalisme, tidak hanya merusak alam, ia juga merusak manusia, hewan bahkan lingkungan.

Melihat peliknya permasalahan yang terjadi, lalu bagaimanakah solusi dalam islam ? didalam islam pembangunan akan di menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dengan cermat, sistem islam akan memprioritaskan pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh rakyat, seperti pembangunan sekolah untuk pendidikan, pembangunan kesehatan, penerangan, fasilitas umum, dan lain sebagainya, selain itu sistem islam juga akan mengatur bagaimana kepemilikan, pengelolaan hingga pendistribusian pembangunan tadi, pembiayaan pun akan ditanggung oleh negara dengan menggunakan hasil dari pemanfaatan sumber daya alam kepemilikan umum yang dikelola oleh negara.

Islam memandang pariwisata, dalam islam pariwisata dijadikan sebagai objek wisata yang dapat mengukuhkan keimanan serta keyakinan kepada Allah SWT, kepada Islam serta pada peradaban islam yang gemilang, masyarakat maupun wisatawan akan mampu melihat kebesaran Allah, bagimana Ia telah menciptakan keindahan yang luar biasa, dan dari peninggalan-peninggalan sejarah islam pun bias dijadikan lading dakwah atau syiar dalam penyebarluasan islam keseluruh penjuru dunia dan kepada seluruh manusia yang belum mengenal islam.

Segala pengelolaan objek pariwisata dalam islam tentunya akan sangat jauh dari kata merusak lingkungan, makhluk hidup maupun alam, dikarenkan kegiatan merusak adalah sebuah larangan sebagimana Firman Allah yang artinya:

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. [al-A’râf/7:56]

Bahkan membunuh hewan tanpa alasan yang Syar’i saja tidak diperkenankan dalam ajaran islam, karena dalam islam kasih sayang sangat perlu dilakukan bukan hanya kepada sesama manusia tetapi juga pada hewan, alam mapun lingkungan. Pernah diceritakan Abu Bakar as Shiddiq radhiallahu ‘anhu berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu”. Nasehat ini, diberikan dalam keadaan perang, sungguh islam sangat  mencerminkan makna kasih sayang kasih sayang tidak hanya untuk manusia, melainkan juga untuk lingkungan.

Wallahua’lam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *