Potret Putus Cinta, Nyawa Melayang

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Heriani (Komunitas Pena Ideologis Maros)

 

Bila dilihat pada umumnya, aktivitas pacaran adalah suatu hal yang memperlihatkan kedekatan satu sama lain antara pria dan wanita, tanpa adanya ikatan sah dalam pernikahan. Dan tak sedikit pula dari pendekatan yang dibalut dengan pacaran ini, banyak sekali memunculkan berbagai masalah-masalah buruk dan mengerikan, diantaranya hamil diluar nikah, tindakan kekerasan, penganiayaan, bahkan sampai pada pembunuhan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi pada hari Jum’at, 5 Maret 2021, sosial media khususnya Makassar dan sekitarnya digemparkan dengan kasus pembunuhan selebgram, oleh kekasihnya sendiri, di salah satu wisma di kota Makassar.

Dikutip dari newsmaker.tribunnews.com. Motif gadis 19 tahun bunuh pacarnya sendiri terungkap. Pelaku diketahui bernama Aisyah Alfika, nekat menikam kekasihnya Ari Pratama di penginapan hingga tewas. Insiden pembunuhan itu terjadi di wisma yang ada di Jl Topaz Raya, Kecamatan Panakukkang, Makassar, Jumat (5/3/2021) pagi.

Diduga, Aisyah melakukan aksi penikaman terhadap pacarnya Ari Pratama, alasannya karena merasa sakit hati atas perlakuan Ari kepadanya, Menurut Aisyah, pacarnya itu meninggalkannya setelah mengetahui dirinya hamil. “Sakit hatika karena mauka natinggalkan setelah tahu bilang hamilka,” kata Aisyah.

Padahal saat ditelusuri, ucapan Aisyah rupanya tidak sesuai dengan fakta medis yang ada. Karena ternyata hasil pemeriksaan atau tes kehamilan terhadap Aisyah, hasilnya tidak hamil. “Yang bersangkutan tidak hamil. Kita akan periksa Kejiwaan ya di RS Bhayangkara pekan depan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman saat dikonfirmasi Sabtu (6/3/2021) sore.

Dari kejadian ini, siapapun pasti berpikir bahwa apa yang dilakukan oleh gadis yang berumur 19 tahun ini sangatlah tak wajar. Dan lebih mirisnya lagi, umurnya yang masih terbilang sangat muda, tetapi sudah menjadi seorang pembunuh yang begitu sadis.

Dari sini perlu diketahui bahwa, banyaknya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh para pemuda, itu terjadi karena akibat dampak dari sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan. Itulah mengapa sebabnya bunuh membunuh sangat enteng dilakukan oleh pemuda masa kini, karena racun dari sekularisme membuat pemikiran para pemuda seakan-akan kehidupan ini tak perlu ada aturannya. Sehingga, segala perbuatan akan di kerjakan begitu saja sesuai dengan hawa nafsunya.

Jadi dalam sekularisme, perbuatan seburuk apapun tak akan menjadi hal yang menakutkan sekalipun itu konsekuensinya akan mendapatkan dosa yang sangat besar, seperti membuat nyawa seseorang melayang atau perbuatan lain yang membawa pada kemaksiatan.

Karena itu, dampak sekularisme sangatlah berbahaya. Bahkan dengan memiliki pemikiran sekular, nyawa seseorang pun terbilang murah dan mudah untuk dilenyapkan dari kehidupan, seperti yang terjadi pada kejadian diatas.

Hal ini sangat berbeda dengan Islam ketika menjadi pelindung dan penjaga nyawa umat. Karena nyawa adalah suatu anugerah dari Sang Maha Pencipta (Allah SWT), yang wajib untuk dijaga dan dilindungi.

Ketegasan Islam dalam menjaga dan melindungi nyawa umat sangatlah keras, bahkan Allah mengancam bagi siapa yang membunuh tanpa haq, maka akan dilemparkan kedalam api neraka dan kekal didalamnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Siapa saja yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, balasannya ialah Neraka Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepada dia, mengutuk dia dan menyediakan bagi dia azab yang besar.” (TQS an-Nisa’ [4]: 93).

Karena itu untuk mencegah terjadinya pembunuhan, Islam akan memberi sanksi yang keras berupa hukuman qishash atau hukuman mati kepada pelaku pembunuhan, seperti yang telah Allah SWT perintahkan dalam firman-nya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh: orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita…” (TQS al-Baqarah [2]: 178).

Jadi bila seseorang ingin melakukan pembunuhan, maka tentunya akan berpikir seribu kali dulu untuk melakukannya, karena pastinya tak mau mendapatkan hukuman mati yaitu qishash atau sanksi tegas yang telah ditetapkan dalam Islam.

Begitulah mulianya Islam dalam menjaga dan melindungi nyawa umat manusia. Karena itu, hanya dengan hidup dalam sistem Islam, maka nyawa seseorang akan aman terlindungi. Sebab tak ada sistem yang mampu melindungi nyawa umat manusia melebihi dari Islam.

Wallahu’Alam Bisshawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *