Plagiasi, Akibat Buruk Liberalisasi Pendidikan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Plagiasi, Akibat Buruk Liberalisasi Pendidikan

Nina Iryani S.Pd

Kontributor Suara Inqilabi

Plagiarisme adalah bentuk plagiat (mengakui karya orang lain sebagai karya pribadi atau golongan tertentu demi mencapai materi, popularitas atau keuntungan tanpa seizin pembuatnya). Orang yang melakukan plagiat disebut plagiator.

Demi materi, popularitas, mengejar akreditasi terbaik banyak manusia terutama dikalangan intelektual melakukan plagiarisme.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kamis (18/4/2024), Kepala Humas Unas, Marsudi Karsono menyatakan Unas mendukung upaya setiap Fakultas dan Program Studi untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi lain.

Upaya tersebut baik pada tingkat nasional maupun internasional guna meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT), guna memperoleh peringkat akreditasi terbaik pada level nasional dan internasional.

Pada awal 2024, sekelompok dosen di University Malaysia Terengganu menerima pesan WhatsApp dari Whistle Blower atau pelapor yang resah dengan temuan dugaan plagiat karya ilmiah.

Dilansir dari Jakarta (ANTARA)- profesor Kumba Digdowiseiso secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (Unas) Jakarta sebagai langkah pertanggung jawaban akademis setelah diduga kasus plagiat.

“Pengunduran diri saya ini merupakan bentuk pertanggungjawaban akademis saya kepada Rektor Unas dan sivitas akademika agar tidak membebani kampus dalam melakukan investigasi terhadap persoalan yang sedang saya hadapi” katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (21/4/2024).

Pengunduran diri Kumba merupakan bentuk pertanggungjawaban akademis setelah dituding mencatut nama dosen University Malaysia Terengganu (UMT) dalam publikasi ilmiahnya. Hal ini dituliskan media Retractionwatch.com pada 11 April 2024.

Meski demikian Kumba menegaskan tuduhan terhadap dirinya tidak benar dan tidak memiliki dasar, yang bahkan terkesan menjatuhkan nama baik dirinya serta bersifat character Assassination (pembunuhan karakter atau perusak reputasi).

“Saya siap mengikuti proses sesuai prosedur dan mekanisme undang-undang serta ketentuan yang berlaku” ujar Kumba.

Kepala Hubungan Masyarakat Unas, Marsudi saat dikonfirmasi oleh ANTARA membenarkan bahwa profesor Kumba Digdowiseiso secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dekan FEB Unas Jakarta.

Diwartakan sebelumnya, Kumba Digdowiseiso diduga melakukan plagiarisme berat dalam publikasi ilmiah yang terbit di Journal of Social Science (JSS) pada 2024. Dugaan itu muncul setelah sejumlah dosen di Universitas Malaysia Terengganu (UMT) menyampaikan dalam publikasi di RetractionWatch.

Kumba mengunggah karya ilmiah yang diduga plagiat tersebut ke Journal of Social Science 2024.

Dugaan itu terdapat dalam laporan yang dikeluarkan RetractionWatch pada Rabu, 10 April 2024. Laporan itu ditulis oleh jurnalis bernama Lori Youm.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kelompok dosen Malaysia dikejutkan dengan temuan nama mereka dimakalah karya Kumba berdasarkan pencarian di Google Scolar atau Google Cendikia.

Kumba menjelaskan bahwa laporan itu merupakan laporan sepihak tanpa izin. Pihaknya telah melayangkan keberatan kepada Lori Youm melalui email. Saat ini pihaknya telah menunggu respons atau tanggapan dari yang bersangkutan.

“FBESD (Faculty of Business, Economics and Social Development) UMT sudah melakukan rapat internal dan memutuskan bahwa hal tersebut merupakan masalah pribadi” kata Kumba melalui siaran pers yang diterima Kompas TV, Jum’at (12/4/2024).

Lebih lanjut, Kumba menyampaikan pihaknya bakal menggelar konferensi pers virtual bersama Prof Suriani, selaku Dekan FBESD UMT beserta DR Jumadil Saputra, Jum’at (19/4/2024).

Menanggapi dugaan isu plagiat yang menyeret namanya, Dekan FEB Unas Kumba Digdowiseiso membantah sudah mencantumkan nama beberapa dosen UMT.

Kumba menyatakan, laporan yang diterbitkan yang dimuat di RetractionWatch adalah laporan sepihak tanpa izin.

Sementara itu, Professor Keuangan di Departement Ekonomi UMT, Safwan Mohd Nor, mengaku tidak pernah bekerja sama dengan Kumba Digdowiseiso.

“Kami tidak tahu siapa orang ini (Kumba)” kata Nor dikutip dari RetractionWatch.

Menurut Nor, sebelumnya ia sempat menerima byline yang tidak diinginkan pada empat makalah yang diterbitkan di jurnal yang tidak terindeks Web of Science of Clarivate.

Para editor jurnal tersebut belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

“Sepertinya ini jurnal penipuan atau jurnal predator” Kata Nor.

Nama Nor telah dihapus dari salah satu jurnal ilmiah, tetapi tiga makalah lainnya masih mencantumkan nama Nor sebagai penulis.

“Saya tidak pernah terlibat dalam jurnal-jurnal tersebut, tidak perna menyetujui penggunaan nama saya tanpa keterlibatan langsung dalam penelitian dan tidak pernah berkolaborasi dengan Kumba Digdowiseiso atau rekan-rekan penulisnya sepanjang hidup saya” tegas Nor.

Dia menambahkan beberapa nama staf telah dihapus dari halaman utama makalah tersebut, tetapi tetap ada dalam versi PDF dan masih terindeks di Google Scolar.

Nor menambahkan juga, Kumba Digdowiseiso tidak pernah bertemu dengan para dosen di Departement Ekonomi dan tidak pernah sepakat berkolaborasi riset.

“Dia (Kumba) hanya datang berkunjung dan tiba-tiba kami melihat nama kami ada di jurnal-jurnal itu.” kata Nor.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMT, Azwadi Ali menyebut, Kumba Digdowiseiso pernah mengunjungi kampusnya pada 2023.

Ali menerangkan, Dekan FEB Unas itu bertemu dengan pihak management kampus untuk mendiskusikannya kuliah tamu sampai potensi kolaborasi penelitian.

“Namun kami belum tahu hal ini (riset bersama antara Unas dan UMT) akan terjadi” kata Ali.

Dalam ketentuan umum fatwanya, MUI terkait perlindungan hak kekayaan intelektual pada Munas VII MUI 2005, menerangkan yang dimaksud hak kekayaan intelektual (huquq maliyah) yang diberikan fatwa mencakup hasil olah pikir otak yang menghasilkan sebuah produk yang berguna untuk manusia dan diakui oleh negara. Hak ini berkaitan erat dengan aktifitas ekonomi hasil dari kreatifitas seseorang yang mendapat perlindungan hukum.

Seseorang pada level akademik tertentu, dituntut untuk menerbitkan karya tulis ilmiah secara rutin. Begitupun pejabat atau politik. Memberikan pandangan lewat tulisan, di media massa atau dalam bentuk buku menjadi pilihan. Kejahatan plagiasi, terhadap hak intelektual merupakan tindakan yang diharamkan syara. Kasus ini masuk dalam kategori larangan dusta, pemalsuan, penggelapan dan praktek memakan harta orang lain dengan cara batil.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan dibumi.”

(TQS. Ash’-Syu’ara ayat 183).

Allah SWT pun berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil. Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu…”

(TQS An-Nisa ayat 29).

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya darah (jiwa) dan hartamu adalah haram (dilindungi, mulia)….”

(H.R Tirmidzi).

Dengan demikian maka:

1. Tidak boleh melakukan perbuatan hukum atas hak milik orang lain tanpa seizinnya.

2. Tidak melakukan plagiasi.

3. Setidaknya kalau tidak bisa izin, menyebutkan sumber lengkap dengan nama pembuatnya kalau mau mengutip semisal karya tulis, lagu, sastra, seni rupa dan sebagainya.

Demikian Islam sangat berperan penting dalam mengatur seluruh urusan umat, solusi yang ditawarkannya pun sempurna dan paripurna. Kejahatan dalam bentuk apapun termasuk plagiarisme akan ditindak tegas dengan proses tabayun, penghakiman yang seadil-adilnya. Semua karya dilindungi dan ilmu pengetahuan menjadi berharga bersama Islam kaffah.

Tidak seperti sistem sekuler saat ini, yang hanya mengedepankan materi, popularitas, mengejar akreditasi terbaik namun menghalalkan segala cara hingga plagiarisme.

Saatnya kembali bersama Islam kaffah seperti masa Rasulullah SAW, dengannya sejahtera pendidikan dan bermanfaat ilmu hingga Jannah.

 

Wallahu’alam bissawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *