PEMUDA HARUS MELEK POLITIK ISLAM

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Nurhayati (Aktivis Muslimah Kaltim)

 

Kian hari suasana perpolitikan Indonesia kian memprihatinkan. Membuat pemuda kehilangan kepercayaan. Menurut hasil Survey Indikator Indonesia, setidaknya sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Survey ini dilakukan kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun (merdeka.com, 21/02/2021).

Sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang menyaksikan panggung politik penuh drama dan sandiwara, tentu pemuda dengan idealisme yang tinggi akhirnya kehilangan kepercayaan terhadap partai politik maupun politisi yang mengaku atas nama rakyat namun sekedar mengobral janji tanpa bukti.

Nasib Politik Indonesia

Meski menilai partai politik atau politisi tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat, namun 54 persen anak muda masih percaya pada partai politik. Presentasi berdasarkan hasil Survey Indikator Indonesia ini menunjukkan meski tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat namun pemuda masih percaya partai politik akan memperbaiki kinerjanya.

Perpolitikan dalam sistem demokrasi yang berdasarkan pada suara mayoritas dan sarat akan kepentingan, tidak heran akhirnya pemuda tidak begitu yakin bahwa aspirasi rakyat Indonesia akan didengar. Sudah banyak bukti yang menunjukan partai politik yang selalu mengatasnamakan rakyat, namun ketika mereka terpilih, malah sibuk mengambil keuntungan dan kepentingan.

Partai politik yang mengaku sebagai wakil rakyat, justru merekalah yang merampok harta rakyat. Tidak menjalankan kewajibannya, justru malah mengambil hak rakyat. Pemuda menggambarkan ruwetnya perpolitikan Indonesia dengan sebutan “politik itu kotor”. Banyak pemuda yang membayangkan terjun ke dunia politik berarti siap dengan berbagai permainan politik yang cenderung tak jujur.

Hari ini pemuda masih menaruh harap pada partai politik meski menilai keterwakilan mereka dalam aspirasi masyarakat tidak terlalu baik. Sayangnya dalam sistem demokrasi, mustahil berharap partai politik akan benar-benar menjalankan amanahnya. Pemuda harus mencari alternatif lain daripada harus berharap pada sistem yang sudah terlanjur rusak. Karena sebuah keniscayaan jika kepercayaan pemuda pada partai politik dalam sistem demokrasi akhirnya akan terabaikan.

Politik dalam Islam

Politik demokrasi telah mengotori makna politik dan merusak citranya. Gambaran politik hari ini tak ubahnya sebuah wadah peraup keuntungan dan melancarkan kepentingan. Pemuda harus menyadari bahwa akar masalah politik menjadi wadah yang kotor adalah karena sistem demokrasi membuka peluang sebesar-besarnya bagi partai politik untuk berbuat curang dan berbuat ketidakadilan.

Agar partai politik menjadi partai yang amanah, partai yang benar-benar menyalurkan aspirasi rakyat, maka partai politik harus berjalan sesuai dengan aturan sang pencipta. Partai politik harus dijalankan berdasarkan sistem Islam yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Pemuda harus menyadari bahwa penerapan sistem Islam secara kaffah menjadi satu-satunya solusi tuntas dalam mengentas berbagai problematika yang tak mampu diselesaikan sistem demokrasi selama ini. Pemuda juga harus memahami konsepsi politik dalam Islam agar tak terjebak dengan politik kotor demokrasi.

Sehingga, jika ingin negeri ini menjadi negeri yang sejahtera dan penuh berkah serta mendapatkan ampunan dari Sang Pencipta, maka pemuda Islam bersama umat Islam harus bersama-sama memperjuangkan penegakan Islam kaffah. Perjuangan penegakan Islam kaffah tersebut harus ditempuh melalui jalan politik. Karenanya pemuda Islam harus memahami politik Islam agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokan umat dari perubahan yang hakiki. Wallahu’alam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *