Pelangi yang Tercemar

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Yuni Puspita (Aktivis Dakwah Surabaya)

 

Kini warna pelangi tidak lagi indah, sebab simbol pelangi dominasinya  merefleksikan sebuah emansipasinya yang pro terhadap gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), dan menjadi kampanye mereka sekaligus simbol-simbol rahasia yang disematkan oleh para pendukungnya. Meskipun begitu banyak pendukung dari gerakan LGBT ini, salah satunya datang dari perusahaan multinasional Unilever yang secara terbuka memberikan dukungannya pada platform instagram. Hal ini mendapatkan banyak sekali kecaman dari masyarakat Indonesia dan terancam akan diboikotnya produk-produk tersebut.

Adapun pemboikotan produk bukanlah satu-satunya solusi, bukan pula sebuah keharaman apabila kita menggunakan produk tersebut, karena benda-benda ini bersifat madaniyah (tidak berkaitan dengan salah satu Ideologi) dan bagi kita umat Islam boleh menggunakannya. [Sumber: Nidzomul Islam, Syekh Taqiyuddin An-Nabhani] Tersebab akar masalah dari semua ini adalah Sekularisasi Internasional, sehingga ide-ide LGBT akan terus digaungkan di seantero dunia.

Perbuatan yang mendapatkan laknat Allah dan azabnya yang sangat dahsyat pernah terjadi pada kaum Nabi Luth, yaitu Kaum Sadum (Sodom) yang kisahnya abadi di dalam kitab suci Al-Qur’an. Karena perbuatan ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan bertentangan dengan ajaran Islam bahkan melampaui batas. Wajar pula dampak yang ditimbulkan ada banyak sekali dan bahaya bagi kelestarian hidup manusia.

Allah berfirman dalam Q.S Asy-Syu’ara [26]: 165-175:

تَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ (ۙ١٦٥) وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ أَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ (١٦٦) قَالُوْا لَئِنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ (١٦٧) قَالَ إِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ (ۗ١٦٨) رَبِّ نَجِّنِيْ وَأَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ (١٦٩) فَنَجَّيْنٰهُ وَأَهْلَهٗ أَجْمَعِيْنَ ۙ(١٧٠) إِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ(١٧١) ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ (ۚ١٧٢) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ (١٧٣) إِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ (١٧٤) وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ؑ(١٧٥

“165. Kengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, 166. dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. 167. mereka menjawab: “Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir” 168. Luth berkata: “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu”. 169. (Luth berdoa): “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”. 170. lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, 171. kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang Termasuk dalam golongan yang tinggal. 172. kemudian Kami binasakan yang lain. 173. dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) Maka Amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. 174. sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. 175. dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Maka dunia hari ini dengan Liberalisasinya melegalisasikan apa saja. Adapun perusahaan juga media-media barat yang memberikan dukungan pada LGBT, namun tidak mudah bagi kita untuk menolaknya ataupun meboikot produk-produknya. Sebab akar masalahnya adalah Kapitalisasi-Liberalisme yang bekerja, maka harus ada perubahan secara sistematis yang berawal dari dasar berdirinya.

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Ma’idah ayat 48:

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Yang artinya :

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”

Dari semua permasalahan yang terjadi saat ini solusi yang paling tepat adalah dengan melakukan perubahan yang bersifat Ideologis dan sistematis. Yaitu sistem Sekuler yang dirubah dengan sistem Islam karena Islamlah yang menjadi solusi sebenar-benarnya sistem untuk mengatur kehidupan manusia karena datangnya dari sang pencipta, yakni Allah SWT.

Wallahu’alam bishshawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *