Meroketnya Angka Pengangguran

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Meroketnya Angka Pengangguran

Oleh : Nina Iryani, SPd.

Laju inflasi negara berbanding lurus dengan meroketnya angka pengangguran di negri ini.

Sulitnya memperoleh pekerjaan akibat ketidaksesuaian skill dengan permintaan lapangan.

Keadaan semakin sulit sejak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sejak Covid 19, hingga kini.

 

Hal ini terjadi karena banyak perusahaan kecil, menengah hingga perusahaan, pabrik dan usaha-usaha lain yang gulung tikar akibat harga-harga bahan pokok dan lainnya semakin mahal.

 

Kesulitan juga dialami mereka yang orangtuanya tergolong tidak mampu dan bermasalah tentu anak muda dikekuarga tersebut putus sekolah akibat biaya sekolah yang mahal.

 

Sedangkan banyak orang-orang asing datang ke Indonesia tiba-tiba mengontrak Freeport, punya tanah dan pabrik, dan sebagainya. Sedangkan kita pribumi jangankan sejahtera, mengenyam pendidikan saja sulit sehingga menambah SDM yang tidak memiliki kemampuan untuk dapat bekerja dengan layak.

 

Kompas.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in ployment, education and training/NEET).

 

Bila dirinci lebih lanjut anak muda yang paling banyak masuk NEET justru ada di daerah perkotaan yakni sebanyak 5,2 juta orang dan 4,6 juta di pedesaan.

 

Fenomena maraknya pengangguran dikalangan gen Z menjadi ancaman serius bonus demografi menuju Indonesia emas 2045. Gen z adalah mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012.

 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan banyak dari pengangguran berusia muda tersebut tercatat baru lulus SMA sederajat dan perguruan tinggi.

 

Menurut analisa Ida, faktor utama banyaknya angka pengangguran pada penduduk muda berusia 15-24 tahun ini adalah karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja.

 

Allah SWT berfirman:

 

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(TQS. At-taubah ayat 105).

 

Allah SWT berfirman:

 

“Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.”

(TQS. Al-Kahfi ayat 79).

 

Allah SWT berfirman:

 

” Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah mahaendengar lagi maha melihat.”

(TQS. An-Nisa ayat 58).

 

Demikian Islam mensejahterakan masyarakatnya hingga kaum muda hingga tua tidak ada yang menganggur, semuanya sibuk menimba ilmu dan bekerja. Sebab di dalam Islam:

 

1. Wajib menimba ilmu dan bekerja (bagi laki-laki).

2. Negara memudahkan usia muda dan tua memperoleh ilmu dan pekerjaan.

3. Negara mengelola sendiri SDA yang jumlahnya melimpah dengan mempekerjakan rakyatnya berkompeten sesuai keahliannya untuk digunakan kembali hasilnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

4. Negara bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan dari hasil SDA yang dikelola negara sendiri.

5. Negara menutup rapat pengangguran disemua kalangan.

 

Demikian perlakuan negara sesuai hukum Islam yang seharusnya sejahtera tanpa pengangguran dengan diterapkan hukum-hukum Islam kaffah.

 

Saatnya melanjutkan kembali kehidupan Islam satu paket dengan aturannya, campakkan sistem kapitalis yang sudah terbukti terus menyengsarakan umat hingga meroketnya angka pengangguran.

 

Wallahu’alam bissawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *