Menjalin Ikatan Cinta Hakiki, Bukan Ikatan Cinta Ala Sinetron

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : M Azzam Al Fatih (Penulis dan aktivis dakwah)

 

Cinta, sebuah kata indah yang membuat insan terbuai. Walau satu Kata namun bisa menghipnotis ratusan bahkan jutaan manusia. Membuat dirinya melamun, ketawa, bahagia, sedih, bahkan bisa buat gila. Dan inilah yang sedang dialami umat Islam. Yakni fenomena cinta palsu yang terus digoreng oleh kaum Kapitalis agar terlena dan lupa pada  cinta hakiki.

Sebuah sinetron televisi swasta yang mengangkat tema ikatan cinta telah menghipnotis ratusan bahkan ribuan manusia. Sebuah fenomena orang berbondong-bondong menuju tatapan televisi pada jam tertentu. Membuat heboh jagad raya, di mana banyak orang becerita tentang rayuan, tangisan, kebahagiaan, dan kemewahan  hidup yang dibungkus dalam tema ikatan Cinta.

Inilah yang penulis maksud, bahwa orang yang terbuai cinta, hidupnya terpengaruh oleh perasaan hingga memalingkan hakekat berfikir yang dia miliki melalui khasiat akal. Menjadikan dirinya terikat oleh hawa nafsunya. Mengumbar rasa kesenangan dan membebaskan emosionalnya.

Maka ikatan cinta ala sinetron akan menjerumuskan kepada kekufuran berupa kemaksiatan yang berlumpur dosa. Serta Menjauhkan diri dari Rahmat, cinta,dan nikmat dari Allah SWT.

Berbeda dengan Ikatan cinta hakiki. cinta yang terjalin atas saling mencintai karena Allah SWT. Di mana segala  ungkapan dan perbuatan berstandarkan  kepada syari’at agama. Menjalani asmara dan percintaan selalu mengedepankan  aturan dari pencipta sebagi rambu – rambunya.

Dengan demikian, Nafsu yang ada pada dirinya tidak akan menguasainya. Justru akan mendorongnya menuju ketaatan kepada Allah SWT. Disebabkan adanya keterikat terhadap aqidah yang kuat. Di mana aqidah tersebut melahirkan peraturan hidupnya. Mengatur dirinya sendiri, dengan orang lain, dan dirinya dengan pencipta. Yang mana dijalankan dalam rangka menjalankan kewajiban sebagai hamba. Yang sepantasnya mengabdi dengan serendah – rendahnya. Sebab, manusia adalah makhluk yang lemah disisi Allah SWT.

Cinta inilah yang dapat mewujudkan kebahagian sejati. Menjadikan pribadi yang tenang dan penuh ghiroh untuk menjalani kehidupan penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Maka, sepantasnya seorang insan yang rindu dengan kasih sayang Allah SWT.  Untuk memutuskan memilih ikatan cinta hakiki bukan ikatan cinta ala sinetron.

Wallahua’lam bishowwab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *