Menjadikan Gelombang Membela Palestina sebagai Gelombang Kesadaran Kemenangan Islam Yang Hakiki

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Yauma Bunga Yusyananda
( Anggota Komunitas Ksatria Aksara Kota Bandung )

Saat itu Jum’at, 21 Mei 2021, dini hari waktu Palestina diumumkannya kemenangan Palestina karena zionis melakukan gencatan senjata. Namun rasanya gencatan senjata saja belum cukup, karena seharusnya penjajah benar-benar pergi dari negeri yang di jajah. Bahkan seharusnya mereka lenyap dari muka bumi. Kemenangan yang seolah semu itu dirayakan dengan suka cita, namun apa daya mereka terluka lagi dengan bentrokan yang terjadi saat Sholat Jum’at. Karena memang kaum ini dalam sejarahnya adalah kaum yang sering melanggar perjanjian.

“Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.” ( QS. Al Baqarah ayat 100 )

Jadi ketika kita semangat membela negeri Palestina, jangan dengan kekosongan. Berjuang dan bela lah Palestina dengan kesadaran yang hakiki, langkah apa yang ditempuh teladan terbaik yakni Rasulullah Sholallahu ‘alaihu wasalam pada wilayah-wilayah yang masih di jajah, wilayah-wilayah yang belum dibebaskan.

Rasulullah mengenali dulu wilayah tersebut, sembari berjuang. Kita pun seharusnya sama, jangan sampai energi semangat yang ada pada diri hanya sekedar slogan-slogan tanpa ilmu. Semangatilah diri untuk mengkaji ilmu Islam. Bahwa membela Palestina pun harus berdasarkan keyakinan kita akan Allah, keyakinan kita terhadap Islam. Karena membela salah satu wilayah bagian dari bumi Syam disana adalah aqidah kita, harga sebuah keimanan. Posisikan diri kita dengan ilmu diatas kebenaran.

Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

Gelombang masyarakat untuk membela Palestina ini sangat luar biasa, sehingga sangat disayangkan jika hanya ombak yang emosi secara temporal. Maka sudah selayaknya masyarakat mampu menyadari bahwa negeri-negeri konflik di Timur tengah khususnya bahkan di negeri sendiri pun harus dibebaskan dari penjajahan, jika secara jelas Palestina mendapat penjajahan atau perang secara fisik, sesungguhnya kita disini pun diperangi secara pemikiran. Karena masih minimnya pengetahuan kita akan tsaqofah Islam, masih minimnya kita dalam berjuang menegakkan Islam di muka bumi. Sehingga itu yang kita butuhkan, menambah tsaqofah yaitu pengetahuan-pengetahuan yang berakar dari aqidah kita yakni Islam, serta menambah taqarrub ilallah kita dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Agar membela Palestina benar-benar sebagai pembelaan nyata bahwa bukan sekedar berbekal semangat, atau pun gengsi sehingga ikut berdonasi, tetapi benar-benar karena kesadaran diri kita sebagai Muslim, sebagai diri yang akan mempertanggungjawabkan kehidupan kita di akhirat kelak, dan sebagai generasi yang bercita-cita besar untuk membebaskan seluruh dunia dari penjajahan fisik dan penjajahan pemikiran, menjadi generasi pembebas yang berilmu serta semangat jihadnya bukan sekedar slogan kosong atau retorika belaka. Generasi yang berjuang untuk tegaknya Islam di muka bumi, dengan penerapan syariah dalam naungan Khilafah. Allohu Akbar.

Wallahua’lam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *