MAULID NABI MOMENTUM MENYADARKAN UMAT ISLAM UNTUK MENELADANI NABI SECARA KESELURUHAN

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh Siti Juni Mastiah, SE
(Anggota Penulis Muslimah Jambi dan Aktivis Dakwah)

Bulan Rabiul Awal tepatnya pada tanggal 12 tahun Gajah, seorang utusan mulia lahir ke dunia. Tanda-tanda kelahirannya pada malam Senin itu, bulan purnama tampak terang bercahaya dan memancarkan cahaya nya tepat di rumah Ibunda Siti Aminah tempat Rasulullah Saw dilahirkan.

Selain itu api-api yang di sembah kaum majusi padam seketika, dan berhala-berhala kaum musyrik jatuh dan runtuh. Padahal saat itu tidak ada gempa dan tidak pula ada angin kencang. Itulah pertanda bahwa kelahiran Nabiyullah yang agung akan melenyapkan segala bentuk kemusyrikan, kejahiliyahan, kezholiman dan segala bentuk kemaksiatan.

Momen kelahiran Rasulullah Saw tersebut terjadi sekitar 1400 tahun silam. Sejak Rasulullah saw diutus menjadi Rasul dan suri tauladan umat hingga hari kiamat maka sejak saat itu hingga kini pengaruh dakwah Islam sudah lebih dari 1 miliyar umat yang mengikutinya. Hanya saja 1 miliyar tersebut saat ini seperti buih di lautan tak mempunyai kekuatan.

Sejak Daulah Islamiyah runtuh pada 3 Maret 1924, umat Islam tidak memiliki perisai yang melindunginya. Umat Islam saat ini terpecah belah lebih dari 50 negara bagian. Disetiap negara bagian tersebut tak ada satupun yang menjadi negara pemimpin yang menerapkan Islam secara totalitas.

Pesan Rasulullah Saw pada hari wafatnya beliau, mengingatkan cintanya pada umat Islam hingga ucapan terakhirnya adalah “ummati ummati ummati”. Sabda beliau yang menyatakan bahwa suatu saat nanti Islam akan hadir dalam keadaan terasing, itu sudah terbukti saat ini.

Lihatlah bagaimana Islam dianggap asing ! Saat yang mengibarkan bendera tauhid makna syahadat dianggap penyebar teror dan radikalisme. Muslimah pemakai cadar dianggap aneh dan mengusik. Khilafah ajaran Islam dianggap terlarang. Good Looking dianggap membahayakan. Pengajian sering dibubarkan dan dilarang. Pelecehan terhadap Nabi Muhammad dan Al Quran sering terjadi. Islamophobia terus digulirkan. Tindakan terorisme selalu Islam yang dituduhkan. Dan masih banyak lagi tindakan-tindakan yang membenci Islam, simbol-simbol dan ajarannya.

Semua ini terjadi karena Islam tidak memiliki kekuatan yang menaunginya yakni negara. Sebagaimana pesan Rasulullah Saw bahwa Islam dan Politik itu menyatu, karena dengan kekuasaanlah Islam akan menjadi kuat.

Maka saatnya momen kelahiran Nabi Muhammad Saw menjadikan kita melek untuk melihat keadaan umat saat ini yang sedang rusak, menyadarkan kita bahwa umat Islam di seluruh penjuru dunia ini bersaudara. Memiliki keimanan dan ketakwaan dengan aqidah yang sama, nabi yang sama dan Al Quran yang sama. Satu Tuhan yang sama yakni Allah Swt.

Rasulullah Saw pasti akan sedih yang luar biasa melihat keadaan umatnya saat ini yang terpecah belah. Palestina yang selalu dibom bardir oleh Israil Yahudi, Rohingya yang diusir dan di terlantarkan. Uighur Turkistan Timur dibantai oleh komunis Cina. Bangladesh, Pakistan, India, dan di seluruh negeri muslim saat ini sedang dalam kritis tak berdaya. Termasuk di Indonesia yang dijarah oleh penjajah barat yang bekerja sama dengan para antek penguasa yang berkhianat.

Momen Maulid Nabi menyadarkan kita untuk menjadikan Rasulullah Saw sebagai suri tauladan hingga akhir hayat kita. Dengan berpegang teguh pada warisan yang ditinggalkannya yakni Kitabullah dan Sunnahnya. Janji Allah dan Rasul Nya telah disampaikan secara gamblang dan detail di dalam kitab Al Quran dan Hadits nya, bahwa akan selamat di dunia dan akhirat jika umat berpegang teguh pada ajaran yang dibawa nabi nya.

Allah Swt berfirman yang artinya “telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan terbaik bagi mu yakni bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat.” (T.QS. Al Ahzab : 21)

Allah Swt pun juga berpesan pada umat manusia bahwa kerusakan yang terjadi baik di darat dan di laut itu adalah akibat perbuatan tangan manusia itu sendiri, agar mereka merasakan akibat buruk perbuatannya tersebut. Dan Allah mengingatkan agar mereka kembali ke jalan yang benar. (Terjemahan Al Quran Surat Ar Rum ayat 41)

Sudah saat nya umat manusia menyadari bahwa momen maulid Nabi bukan sekedar momen penyampaian kisah-kisah kelahiran nabi dan perjuangannya. Akan tetapi menjadikan momen ini untuk bangkit menyebarkan dakwah Islam yang dibawa Nabi sebagai rahmatan lil’aalmiin. Bangkit untuk meninggalkan segala kemaksiatan menuju ketaatan secara totalitas kepada syariat Islam.

Buktikan kecintaan kita pada Nabi dengan mengikuti segala ajarannya bukan sekedar memperingati hari kelahirannya. Cinta yang paling mulia adalah cinta seorang hamba kepada Allah dan Nabi nya. Sebagaimana pesan Rasulullah apabila seorang hamba telah menjadikan Allah dan Rasul Nya lebih dia cintai dari apa pun di atas semua makhluknya maka dia akan merasakan kelezatan iman.

Momen kelahiran Nabi yang mulia seharusnya menyadarkan kita untuk melanjutkan kehidupan Islam agar diterapkan sebagai aturan dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat, sampai negara. Sebagaimana telah diajarkan Rasulullah Saw untuk dijadikan tauladan hingga tutup usia bahkan sampai akhir masa.

Tanggal 12 Rabiul Awal 1442 H bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2020 adalah hari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang tercinta. Saatnya momentum ini menjemput panggilan Allah dan Rasul Nya untuk memperjuangkan Islam secara kaffah agar tegak kembali dimuka bumi ini.

Sebagaimana janji Allah Swt dalam Al Quran Surat An Nur ayat 55, bahwa Allah akan mempergilirkan kekuasaan dan akan menjadikan orang-orang yang beriman berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.

Begitu pula dengan bisaroh atau kabar dari Rasulullah Saw dalam Hadist Riwayat Ahmad dan Abu Dawud, bahwa sesungguhnya fase terakhir dalam kehidupan umat Islam setelah fase Jabariyah yakni fase otoriter kapitalis demokrasi adalah fase kembalinya lagi khilafah Islamiyah yang mengikuti manhaj kenabian.

Insya Allah atas izin dan kehendak Allah, ketika umat Islam sudah banyak yang menyadari arti pentingnya mereka meneladani Rasulullah Saw secara menyeluruh dari mulai meneladani kepribadiannya sampai pada level membangun negara, maka Islam dan umat Islam akan memiliki kekuatan di bawah naungan Daulah Islamiyah yang super power. Wallahu’aalam.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *