Marak Penghinaan Agama

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Agung Andayani

 

Terus berulang berkali-kali penghinaan/penodaan terhadap Islam. Tidak hanya terjadi di Dalam Negeri saja. Melainkan di Luar Negeri pun marak terjadi penghinaan terhadap Islam. Yang lagi viral saat ini karena menghina Islam yang bernama Muhammad Kece (MK). MK yang berasal dari Jawa Barat dengan pekerjaan yang dimilikinya sekarang adalah sebagai seorang YouTuber. Hingga saat ini, MK sudah memposting 450 video. Dan 20 diantaranya telah diblokir oleh pihak Kepolisian yang terkait terhadap kasus penistaan agama.

Sebelum kasus MK. Banyak kasus-kasus yang serupa. Diantaranya para pelaku dengan tuduhan yang sama. Seperti Abu Janda, Deni Siregar, Ade Armando, Eko Kuntet, Dewi Tanjung hingga hari ini tidak ada kabarnya bahkan kemungkinan batal untuk di adili. Hal ini semakin memotifasi para penghina agama yang lain untuk melakukan aksi yang serupa. Kenapa? Ya karena para pelaku ini seperti kebal hukum alias tidak bisa di hukum.

Berbagai Kecaman

Kasus penghinaan agama telah membuat gaduh bahkan bisa menimbulkan perpecahan anak bangsa. Berbagai kecamam demi kecaman terus berdatangan. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta polisi segera menangkapnya. Sebab pria tersebut sudah menghina dan merendahkan agama Islam. Berikutnya kecaman datang dari Ketua PP Muhammadiyah menilai perbuatan MK tidak etis dan memancing kemarahan umat Islam. Sebab ucapan MK, menurutnya merendahkan dan menghina Allah SWT, Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

Salah satu ulama kharismatik Kabupaten Lebak, KH Hasan Basri. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Kabupaten Lebak, Banten. Beliau mendesak polisi untuk segera menangkap MK yang telah menistakan agama Islam dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Kecaman lain datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Melalui Seretaris Jenderal Ahmad Helmy Faishal Zaini, PBNU mengecam konten MK yang berisi pernyataan dan diduga menistakan agama. Dilansir dari Channel Youtube TVNU, Kamis (21/8/2021), Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa pernyataan MK telah memenuhi unsur ujaran kebencian terhadap suatu agama.

Sumber Masalah Maraknya Penghinaan Agama

Kenapa kasus seperti ini terus berulang? Padahal manyoritas penduduknya muslim. Dan yang mengherankan para pelakunya mengaku beragama Islam. Baru di era ini mengaku beragama Islam namun membenci menistakan menghina Islam agamanya sendiri. Dari sini ada yang aneh.

Semua ini berawal dari paham kebebasan yang berasal dari idiologi kapitalis yang diterapkan oleh negara. Mereka, para pelaku selalu berlindung di balik jargon liberalisme dengan aksi kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dilindungi negara. Sebenarnya negara memiliki UU Anti Penodaan Agama. Namun hal itu hanya menjadi pemanis di atas kertas. Pada akhirnya para penista agama semakin melunjak menistakan Islam dan menghinanya.

Ada yang aneh di negeri ini. Jika pelaporan mengenai pasal ujaran kebencian dan penghinaan para pendukung penguasa. Maka lamban penanganannya. Sebaliknya jika pelaporan mengenai pasal ujaran kebencian dan penghinaan bukan pendukung penguasa. Maka aparat akan bertindak dengan cepat dan tegas. Begitu pula terjadi pada opini-opini yang mengkrisiti penguasa akan segera hilang dari jagat raya. Sebaliknya opini yang bertentangan dengan Islam seperti childfree dan lainnya. Negara tidak memproses hukum dan para pelakunya. Oleh karena itu wajar bila masyarakat menilai bahwa hukum saat ini tidak berpihak pada Islam.

Solusi Sistem Islam (Khilafah)

Islam memandang, ketika seseorang berpendapat dan selama tidak bertentangan dengan akidah dan hukum syara’. Maka hal itu tidak ada larangan. Bahkan menjadi kewajiban untuk mengoreksi penguasa. Ketika masyarakat melihat ada suatu kebijakan penguasa yang menyimpang dari syariah.

Islam memposisikan seorang kepala negara (Kholifah) sebagai penaggung jawab bagi urusan rakyatnya. Juga sebagai perisai bagi masyarakat yang akan senantiasa menjaga dan melindunginya. Oleh karenanya, negara tidak akan menoleransi pemikiran, pendapat, paham, aliran ataupun sistem hukum yang bertentangan dengan akidah dan syariah Islam. Negara juga tidak akan mentoleransi semua perbuatan yang menyalahi akidah dan syariah Islam. Salah satunya perbuatan yang menistakan agama. Negara sangat berperan besar dalam melindungi umat dari segala keburukan dan terabaikannya hukum syara’ ( hukum Allah SWT dan Rasul-Nya). Wallahu a’lam bishshawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *