Larangan Seks Pranikah dalam Sistem yang Salah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Larangan Seks Pranikah dalam Sistem yang Salah

Oleh Sendy Novita, S.Pd ( praktisi pendidikan)

Media asing kembali menyoroti terkait pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang menjadi KUHP 6 Desember 2022 lalu. UU tersebut memuat aturan baru yang melarang seks di luar nikah untuk penduduk lokal dan pelancong serta hukuman penjara bagi yang melanggarnya. KUHP tersebut memuat perzinaan akan diancam pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak kategori II, mencapai Rp 10 juta.

Media Australia mengatakan (7/12) bahwa pihaknya sedang mencari informasi lebih lanjut tentang langkah Indonesia untuk mengkriminalisasi hubungan seks di luar nikah,. Indonesia adalah tujuan liburan utama bagi warga Australia, termasuk pulau Bali tentu saja hal itu akan berdampak pada para pelancong yang akan datang berkunjung. Sebelum pandemi, lebih dari satu juta warga Australia mengunjungi pulau itu setiap tahun.

Media Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), melaporkan pengakuan turis asing yang enggan datang ke RI karena aturan baru, Dalam sebuah video yang dipublikasikan di akun Twitter resmi @SCMPNews, dengan judul “Travellers rethink plans after Indonesia bans extramarital sex”. Pernyataan yang berisi untuk berpikir dua kali berlibur ke Indonesia, Sabtu (10/12/2022).

Hal sama juga dimuat media Eropa, Euronews, dengan judul “Indonesia bans sex outside of marriage: Will new laws affect tourists too?” digambarkan bagaimana penolakan tersebut juga muncul dari industri pariwisata lokal. Selain itu memuat pernyataan Presiden Joe Biden yang menegaskan KUHP baru tersebut bisa menghentikan investasi internasional dalam industri pariwisata.

UU Larangan Seks Pranikah dalam Kepentingan Sekuler

Meskipun ada perubahan undang-undang, pihak yang berwenang bersikeras bahwa orang asing yang bepergian ke Bali tidak akan terpengaruh. Bahkan aturan tersebut masih harus disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Beberapa pasal baru dalam KUHP sepertinya dianggap kontroversial dan mengkriminalisasi hubungan seks di luar nikah bagi sebagian masyarakat yang menjunjung tinggi kebebasan.

menilik dari asalnya, UU jaman Belanda memang masih diberlakukan di Indonesia dengan berbagai revisi, meski mengalami perdebatan dalam penggunaannya. Kelompok-kelompok hak asasi manusia masih saja memprotes amendemen tersebut dan mencelanya walaupun telah melalui pemungutan suara dan dianggap sebagai tindakan keras terhadap kebebasan sipil dan kebebasan politik. Jelas mereka memahami bahwa undang-undang tersebut sebagai pergeseran menuju fundamentalisme di Indonesia yang mayoritas Muslim, padahal konstitusi mengakui lima agama lain di samping Islam.

Hal ini menunjukkan bahwa pihak asing menganggap perzinaan merupakan bagian dari hak asasi manusia dan tidak boleh dihukum. Pandangan dalam kapitalis sekuler hal tersebut merupakan suatu hal yang biasa dan tidak bertentangan sehingga mau tidak mau akhirnya memaksa masyarakat untuk menerima kondisi yang salah menjadi sesuatu yang lumrah. Larangan kumpul kebo dianggap membawa aura negatif dalam iklim investasi. Sebuah UU hanya bersandarkan pada untung rugi secara ekonomi.

Bagaimana dalam Islam?

Dalam pengamatan lebih jauh, pasal ini sama sekali tidak memberikan pencegahan yang kuat terhadap masyarakat yang misalnya ingin melakukan perzinaan atau hubungan di luar nikah. dalam pasal 411 misalnya, disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suaminya atau istrinya’. Artinya yang menjadi topik bahasan pada pasal tersebut adalah mereka yang sudah berumah tangga, bukan yang lajang. Inipun dengan pengaduan.

Sebagai umat Islam tentunya kita paham. Bahwa larangan perzinahan adalah hal yang baku. Tanpa kecuali. Secara singkat dapat diketahui bahwa perbuatan zina adalah perbuatan yang sangat keji, yang menyebabkan hancurnya garis keturunan, menimbulkan kegoncangan dan kegelisahan dalam masyarakat, merusak ketenangan hidup berumah tangga, menghancurkan rumah tangga, dan merendahkan martabat manusia.

Islam sangat tegas melarang perzinahan agar manusia selalu terjaga dalam kehormatan.

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra [17]: 32).

Ilmu kedokteran juga telah mengungkap bahwa perzinaan, seks bebas, dan homoseksual beresiko mengancam kesehatan manusia dengan berbagai macam penyakit berbahaya yang sulit diobati.

Begitulah Allah SWT memberikan aturan yang jelas terkait perzinahan. Hukum yang baku tanpa kecuali, tanpa memandang untung dan rugi secara materi.

Wallahu a’lam bishshawab

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *