KTT Quad : Siapakah yang Diuntungkan?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh Firda Umayah

 

Presiden AS Joe Biden pada Jumat mengadakan pertemuan empat arah pertama dengan para pemimpin Australia, India, dan Jepang. Pertemuan ini untuk meningkatkan upaya memperkuat aliansi karena kekhawatiran atas kebangkitan China (liputan6.com/12/03/2021).

KTT Quad atau Konferensi Tingkat Tinggi “Quadrilateral Security Dialogue” merupakan KTT pertama yang dilakukan secara virtual. KTT ini diadakan dengan tujuan menuju kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan inklusif. KTT inipun berkomitmen membantu negara-negara di kawasan keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi. Namun, apakah benar demikian?

Faktanya, keempat pemimpin negara tersebut fokus membahas tentang posisi strategis terkait kawasan Asia Pasifik dan upaya untuk membendung kebangkitan Cina. Dimana Cina diklaim melanggar hukum dan perilaku destabilisasi diwilayah maritim.

Padahal, Indonesia yang merupakan negara maritim seharusnya memiliki peranan penting dalam mencegah kerakusan Cina yang mengadopsi ekonomi kapitalis dalam upayanya menguasai wilayah maritim. Hanya saja, hegemoni negara kapitalis seperti AS membuat Indonesia dan kawasan negara berkembang lainnya hanya menjadi obyek kepentingan negara kapitalis.

Indonesia menjadi kawasan yang diperebutkan oleh negara kapitalis Barat maupun Timur yang hanya ingin mengeruk kekayaan alam untuk dimanfaatkan dalam upaya melanggengkan hagemoni para negara kapitalis. Padahal, jika negeri ini mau diatur dengan sistem yang baik dan benar maka negeri ini dan negeri muslim lainnya tidak akan menjadi obyek atas hegemoni negara kapitalis.

Negeri muslim harus memiliki arah dan aturan tersendiri yang juga dapat memperkuat persatuan mereka. Sejarah membuktikan bahwa peradaban muslim dengan sistem pemerintahan Islam mampu menjadikannya menjadi negara adidaya yang tegak lebih dari 13 abad. Hal ini tak lepas dari ajaran-ajaran Islam yang dijadikan sebagai pedoman hidup. Islam sebagai sebuah ideologi mampu melepaskan negeri muslim dan juga umat manusia dari penjajahan menuju masyarakat adil, makmur, sejahtera dan damai.

Sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah meniscayakan kedaulatan berada ditangan Islam. Selain itu, adanya satu kepemimpinan yang dilakukan oleh Khalifah menjadikan penegakan hukum syariat Islam tertegakkan sehingga semua warga negara dapat menerapkan syariat Islam secara keseluruhan. Keberadaan Khalifah juga menjamin kesatuan kaum muslimin sehingga terhindar dari perpecahan. Wallahu a’lam bishowab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *