Krisis Pangan Akibat Ekonomi Kapitalis Global, Ekonomi Islam Solusinya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh Imas Sunengsih, S.E (Aktivis Muslimah Ideologis)

 

Krisis pangan mulai mengancam dunia global, setiap negara bersiap menghadapinya. Krisis pangan yang akan terjadi ini akan mengakibatkan kelaparan.

Sebagaimana dilansir dari Bisnis.com, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO mengidentifikasi 27 negara terancam mengalami krisis pangan karena pandemi Covid-19. Analisis terbaru FAO dan Program Pangan Dunia atau WFP menunjukkan bahwa pandemi memperparah situasi pangan di negara-negara yang sebelumnya rentan terhadap krisis dan kelaparan. FAO dan WFP menyatakan tak ada yang kebal terhadap krisis pangan.( Bisnis.com, 20/07/2020).

Jika kita mengkaji krisis pangan yang terjadi diakibatkan oleh sistem ekonomi kapitalis global, dimana sistem ini tidak menjadikan distribusi sebagai sesuatu yang penting. Sistem ini hanya mampu memenuhi kebutuhan secara kolektif tidak memperhatikan individu perindividu. Akibatnya, banyak yang tidak bisa mengakses kebutuhan primer, itu tidak menjadi perhatian penting.

Yang terpenting bagi ekonomi kapitalis adalah keuntungan, bagi siapa saja yang mempunyai modal, ia mampu mengakses kebutuhan pokok, bagi yang tidak, maka jangan harap ia bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.

Itulah sistem ekonomi kapitalis yang tidak memanusiakan manusia. Jadi yang mengakibatkan terjadinya krisis pangan yaitu sistem ekonomi kapitalis global yang diterapkan dunia. Sebetulnya bumi ini mampu untuk memenuhi kebutuhan manusia, akan tetapi dunia ini tidak mampu memenuhi keserakahan sistem ekonomi kapitalistis dengan mengeksploitasi secara membabi buta tanpa memerhatikan akibat yang akan terjadi dikemudian hari.

Dengan demikian, kita memahami akar permasalahan krisis pangan yang terjadi yakni diakibatkan oleh sistem ekonomi kapitalis. Untuk itu, solusinya hanya satu kembali kepada aturan yang sudah dibuat oleh Allah Swt yakni syariat Islam, yang memiliki seperangkat aturan yang paripurna dan sudah terbukti ketika diterapkan untuk mengatur dunia ini. Ketika syariat Islam Kafah dilaksanakan oleh negara, maka keberkahan akan berlimpah, sebagaimana firman Allah Swt:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. [al-A’râf/7:96].

Mari kita bersatu mewujudkan kembali syariat Islam Kafah ini tegak dibawah kepemimpinan seorang khalifah dan negara khilafah.

Wallahu a’lam bishshawab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *