Kriminalitas Semakin Kronis

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Kriminalitas Semakin Kronis

Agung Andayani

Kontributor Suara Inqilabi

 

Era digital kriminal pun makin menggila. Hampir setiap hari kita disuguhi berbagai ragam berita tindak kriminalitas. Mulai dari pencurian, penculikan, pembegalan, penipuan, hingga pembunuhan. Zaman semakin moderen akan tetapi tidak membuat manusianya menjadi beradap justru sebaliknya malah semakin sadis dan buas. Para pelakunya tidak hanya orang dewasa saja namun sudah merambah kepada anak-anak dibawah umur.

 

Hal ini dapat dilihat dari laporan Polri, tingkat kejahatan sepanjang 2023 mengalami kenaikan sebanyak 4,3% dari tahun 2022. Sungguh kronis kemajuan teknogi tidak diiringi dengan perbaikan perilaku/akhlak manusia.

 

Ini tak lain karena saat ini dunia telah dicengkram oleh idiologi kapitalis yang berasaskan sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Sistem ini telah menjadikan kepuasan jasmani dan materi sebagai prioritas utama dalam masyarakat sekuler. Mendorong untuk mendapatkannya bagaimanapun caranya. Sehingga sangat berpengaruh dalam pengendalian emosi ketika telah memiliki kehendak.

 

Selain itu idiologi ini juga menghasilkan sistem Pendidikan yang salah. Sehingga menghasilkan manusia-manusia yang selalu berorientasi pada materi, mebuat tamak, memaksakan kehendak dan memenuhi nalurinya. Hal ini memicu memudahkan seseorang melakukan tindak kriminal atau kejahatan.

 

Disamping itu para pelaku krimminal mendapatkan sanksi yang tidak menjerakan. Setelah selesai mendapatkan sanksi (bebas dari penjara) mereka kembali melakunya. Sehingga menjadikan kejahatan bertambah merajalela, bahkan bisa memberikan contoh pada orang lain terhadap solusi yang akan dipilih.

 

Inilah buah peradapan idiologi kapitalis. Menghasilkan mencetak para pelaku kriminal. Solusi penangannya pun tidak dapat menyelesaikan secara tuntas sampai keakarnya. Jadi yuk kita move on dari idiologi kapatalis demokrasi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *