Kegagalan Sistem Sekularisme dalam Pemberantasan Narkoba

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Kegagalan Sistem Sekularisme dalam Pemberantasan Narkoba

Oleh Ratih Fitriandani

(Pendidik generasi dan Ibu rumah tangga)

Narkoba masih menjadi permasalahan pelik di generasi. Masih banyaknya para pemuda bahkan di tingkat remaja yang terjerat dengan kasus narkoba. Seakan-akan narkoba sudah menjadi trend dan gaya hidup di kalangan generasi.

Masyarakat kini sedang digegerkan dengan berita seorang publik figur yang ditangkap karena diduga penyalahgunaan narkoba untuk kesekian kalinya di apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, (republika.com, 10/1/2023).

Penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang memberitahukan bahwa tempat kejadian perkara kerap digunakan untuk penyalahgunaan narkoba. Dan pada akhirnya berujung pada penangkapan tepatnya pada tanggal 09 Januari sekitar pukul 04.30 tim kepolisian mengamankan publik figur tersebut berikut barang bukti saat dilakukan penggeledahan.

Penyalahgunaan narkoba ini ditemukan dengan adanya modus baru. Diketahui bahwa sabu cair itu dicampurkan ke dalam liquid vape. Kabar terbaru ini Direktorat Narkoba Polda Metro Jabar bersama Bea Cukai Soekarno Hatta, menggeledah adanya sindikat Industri pembuatan liquid vape mengandung narkoba jenis cair di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Sungguh miris sekali negeri ini, berbagai fakta menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya sebagai objek pasar, melainkan juga dijuluki sebagai pabrik narkoba. Tentunya ini masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan berbahaya dan mengancam masa depan bangsa juga melemahkan generasi. Barang haram ini dianggap sudah sebagai kebutuhan yang akhirnya kasus narkoba tak berhenti, karena langkah negara yang tidak mampu menyentuh akar permasalahan.

Padahal sudah seharusnya negara mampu mengentaskan permasalahan ini, namun sistem dan hukum di negeri ini lemah sehingga tak mampu memberikan efek jera dan hukuman yang setimpal bagi pengguna maupun penyalahgunaan narkoba. Hal ini disebabkan negara yang mengambil sistem kapitalisme akan sulit meninggalkan sesuatu yang berurusan dengan uang. Bisa diakui bisnis narkoba adalah sesuatu yang menggiurkan, karenanya keberadaannya seolah dipertahankan. Sehingga wajar penyebaran narkoba sulit diberantas dalam negeri ini.

Akan berbeda jika sistem Islam diterapkan karena Islam memandang bahwa narkoba adalah barang haram. Sehingga sistem Islam mewajibkan negara untuk menjauh dari barang haram termasuk narkoba. Salah satu peran strategis negara sebagai institusi yang melindungi generasi. Sistem Islam akan memberikan sanksi tegas dan berat kepada pelaku kejahatan. Sanksi bagi mereka yang menggunakan narkoba pengedar serta pabrik produksinya adalah ta’zir, yaitu sanksi yang jenis kadarnya ditentukan oleh Qadhi. Sanksi ta’zir bisa berbeda – beda sesuai dengan tingkat kesalahannya. Bisa berupa dipenjara, cambuk, dan semisalnya.

Selain itu juga sistem Islam akan memberikan pendidikan terhadap rakyatnya secara gratis agar bisa membentuk kepribadian yang islami. Pendidikan yang dijamin oleh negara akhirnya rakyat bisa mengetahui mana sikap perilaku yang baik untuk diamalkan, juga siap mengambil konsekuensi jika didapati melakukan pelanggaran. Dan pada akhirnya masyarakat akan memahami bahwa hidup bukanlah hanya untuk berfoya – foya.

Tujuan seorang muslim hidup untuk beribadah menggapai ridho Allah. Semua hukum Islam ini hanya bisa diterapkan dengan adanya sistem yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Sistem Islamlah satu-satunya solusi yang bisa menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba.

Wallaahu’alam bishshawab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *