Islam Moderat, Bahayakah?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Ratna Sari (Mahasiswi Bengkulu)

 

Islam moderat merupakan sebuah ide yuang muncul pada abad pencerahan di Eropa. Islam moderat pada dasarnya merupakan rangkaian proses pemisahaan agama dalam ranah kehidupan atau biasa dikenal sekulerisme. Ide ini mengusung agar umat islam lebih terbuka dan juga toleransi terhadap ajaran agama lain. Sehingga umat islam enggan mengambil dan menerapakan ajaran islam secara sempurna karen dalih tolenasi. Padahal dimanapun dan kapanpun ajaran islam diterapkan tidak akan pernah merugikan agama lain.

Terlebih sebelumnya pada bulan Maret sampai memasuki bulan April ini banyak opini negatif yang menyudutkan Islam beserta ajarannya. Dari kasus bom bunuh diri di Makassar hingga aksi serangan di Mabes Polri. Setelah dua kejadian ini isu teorisme dan radikalisme semakin melejit. Untuk itu banyak orang yang memberikan berbagai macam komentar baik komentar positif dan banyak juga komentar negatif.

Adanya kasus ini membuat berbagai element turut berkomentar sehingga banyaknya muncul komentar agar berIslam jangan terlalu berlebihan. berIslam haruslah moderat jangan kekuno-kunoan, serta banyaka komentar lainnya. Sejatinya islam moderat hadir agar menjauhkan umat dari kebangkitan Islam. Dengan adanya ide ini umat Islam dipaksa menilai dan mendefinisikan Islam dengan sudut pandang barat. Yakni dengan adanya nilai-nilai yang mentoleransi sistem hidup meraka, dan juga menanamkan pemikran moderenitas, kesetaraan, kebebasan, dan ide-ide lainnya.

Adanya hegemoni ini bertujuan untuk melancarkan aksi meraka agar umat tidak lagi berpegah teguh pada ajaran islam dan tidak memusuhi kebatilan. Bahkan ingin menjauhkan umat dari makna Umatan wasathan. Maka dari itu tentu dapat kita nilai begitu nyata bahayanya pemikiran Islam moderat. Karena sesunguhnya Islam merupakan agama yang komperhensif dan universal. Ajaran Islam sangat memanusiakan manusia, sehingga ketika ajaran Islam diterapkan tidak akan membahayakan umat lainnya. Bahkan dengan diterapkannya Islam maka kesejahteraan benar-benar didapatkan. Perlindungan nyawa, darah,  dan harta juga akan didapatkan.

Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk mengambil dan mengamalkan Islam secara keseluruhan, yang mana telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Bukan Islam moderat yang dibawa barat, melainkan Islam kaffah.  Sebagaimana firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS Al-Baqarah ayat 208)

Dengan begitu maka umat seharusnya sadar bahwa saat ini mereka sedang dijajah melalui pemikiran, bukan menggunakan kekuatan fisik dan senjata lagi. Inilah penjajahan yang sungguh sangat mengerikan, karena dengan jajahan melaui pemikiran ini umat banyak yang belum menyadari bahwa mereka sedang dijajah perlahan-lahan menggunakan ide-ide dan pemikiran  yang dibawa oleh barat.

Untuk itu umat haruslah berpegang teguh terhadap ajaran Islam. Senantiasa mempelajari Islam secara keseluruhan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penerapan syariat Islam tidak ada tawar menawar dalam penerapannya. Begitupun negara, negara seharusnya berperan andil dalam penerapan Islam, sehingga syariat Islam mampu diterapkan secara keseluruhan tanpa pilah-pilih aturan mana yang ingin diterapkan. Sehingga ketika aturan Allah diterapkan, maka keberkahan akan didapatkan.

Wallahua’lam Bissawab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *