Hijrah Total, Impian Bersama Umat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Shinta Putri (Muslimah Aktivis Dakwah)

 

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045.

Berdasarkan perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca 1998 tidak pernah kembali ke skenario trajectory (tren) pertumbuhan ekonomi tanpa krisis. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi selama ini selalu macet di posisi 5 persen.

“Pemulihan ekonomi pasca covid-19, kami berharap kalau kita bisa based pada 2022 dengan tingkat pertumbuhan 6 persen, maka trajectory (tren pertumbuhan ekonomi) yang panjang tadi (tanpa krisis) bisa kembali lagi pada 2029,” ujarnya dalam webinar CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu (4/8).

Indonesia merencanakan pada 2045 menjadi negara maju, benarkah negeri ini akan bisa mencapainya? Seperti yang kita ketahui negeri dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa berlimpah tentunya akan bisa mengubah keadaan yang sekarang terpuruk menjadi lebih baik.

Akan tetapi kenyataannya negeri yang gemah ripah loh jinawi ini masih berada dalam kendali asing, kemiskinan, dan ketimpangan di mana-mana. Buktinya sumber kekayaan alam banyak dikuasai dan dikelola oleh perusahaan asing, proyek infrastruktur juga dikerjakan oleh asing maupun swasta. Alhasil yang terjadi Indonesia sudah merdeka, tetapi masih terjajah secara pemikiran dan ekonomi. Bisakah negeri ini akan mengalami perubahan?

Sebenarnya semangat perubahan sudah sering menggema. Teriakan mahasiswa, para intelektual, kalangan milenial, dan rakyat untuk melakukan perubahan, akan tetapi tujuan yang ingin mereka raih masih parsial. Pergantian pemimpin tiap lima tahun sekali mengharapkan negeri ini bisa mengalami perubahan kehidupan masyarakatnya, malah berujung pada keadaan yang semakin buruk bahkan lebih terpuruk dari tahun-tahun sebelumnya. Miris dan sedih, meratapi nasib negeri yang tidak kunjung berubah.

Perubahan Hakiki dengan Islam

Perubahan bukan hanya pada level individu semata, perubahan harus terjadi secara asasiyah (mendasar) dan inqilabiyah (menyeluruh). Kita harus tahu apa yang menjadi pokok permasalahan utama sehingga melahirkan banyak cabang masalah dalam kehidupan di negeri ini.

Sumber dari segala sumber masalah yang ada adalah terletak pada sebuah sistem kehidupan yaitu kapitalisme demokrasi. Paham dan pemikiran asing yang diadopsi oleh negeri ini sehingga membuat semua tatanan kehidupan menjadi rusak. Tak ayal masalah kehidupan yang dihadapi negeri ini semakin kompleks dan tidak menemukan solusi yang komprehensif.

Sistem kehidupan jika memakai aturan buatan manusia inilah hasilnya, menyelesaikan masalah dengan masalah, bukti rusaknya sistem buatan manusia yang tidak memiliki pedoman dalam penerapannya. Tak heran jika negeri ini dijauhkan dari keberkahan, dengan berbagai bencana alam dan musibah yang datang silih berganti.

Masih ada di depan kita wabah covid-19 yang masih belum usai, bahkan menimbulkan peningkatan jumlah korban yang meninggal. Harusnya ini menjadi koreksi diri para penguasa untuk mengubah keadaan agar lebih baik, mengubah negeri sesuai dengan perintah syariat yaitu menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Makna “negeri yang baik (Baldatun Thayyibatun)” bisa mencakup seluruh kebaikan alamnya, dan “Rabb yang maha pengampun (Rabbun Ghafur)” bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan dari Allah. Inilah yang harusnya kita ingatkan dan perjuangkan untuk rakyat Indonesia. Menjadi negeri dengan penuh kebaikan untuk meraih keridaan Allah Swt.

Caranya bagaimana? Kita harus mengubah sistem aturan kehidupan yang dipakai negeri ini, dari sistem kapitalisme demokrasi menjadi sistem Islam yang datangnya dari Sang Khalik. Semangat perubahan bukan hanya perbaikan pada individu semata, seperti sholat, puasa ,zakat, dan akhlaknya baik. Namun, juga perubahan pada bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, pertahanan dan keamanan, dan lain-lainl. Demikianlah yang dikatakan sebagai perubahan menyeluruh dengan landasan akidah Islam.

Hijrah dari negara dengan sistem kufur menjadi negara dengan sistem Islam akan mendatangkan keberkahan dari Allah Swt., permasalahan hidup yang terjadi saat ini akan bisa teratasi dengan tuntas tanpa timbul masalah baru. Karena sistem Islam yang sahih akan membawa kebaikan bagi alam semesta. Mari lakukan perubahan secara total bukan setengah-setengah, untuk mengubah negeri kita yang tercinta ini, bukan hanya menjadi negara maju tetapi menjadi negara super power pemimpin peradaban.

Wallahu a’lam bishowwab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *