Harga Beras Terus Naik, Rakyat Makin Tercekik

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Harga Beras Terus Naik, Rakyat Makin Tercekik

Mila Ummu Al

Kontributor Suara Inqilabi

Belum cukup membuat resah para ibu rumah tangga akibat mahalnya kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan lalu, kini para IRT dibuat pusing lagi dengan berita kenaikan harga beras. Bagaimana tidak, mengingat beras menjadi makanan pokok bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Otomatis, jika harganya mahal akan memengaruhi daya beli masyarakat terhadap pembelanjaan komoditi lain. Jika uang bulanan telah terkuras untuk beras, maka lauk pauk dan kebutuhan lain terpaksa akan dikurangi porsinya.

 

Dilansir dari Kumparan.com (5/5/2024), Perum Bulog resmi menaikkan harga jual beras Bulog atau SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) per 1 Mei. Kenaikan harga beras tersebut mengacu pada surat Badan Pangan Nasional No.142/TS/02.02/K/4/2024 tanggal 29 April 2024 Tentang Penugasan SPHP Beras tahun 2024.

 

Adapun rincian perubahan harga beras SPHP Af Gudang Bulog per kg, yakni dari semula Rp9.950,- dan HET Rp10.900,- kini menjadi Rp11.000,- dan HET Rp12.500,- (untuk Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi). Lalu untuk wilayah Papua dan Maluku dari semula Rp10.550,- menjadi Rp11.600, dengan HET yang awalnya Rp11.800,- naik menjadi Rp13.500,- per kg.

 

Pemerintah berdalih bahwa kenaikan SPHP dilakukan agar para petani bisa lebih banyak mendapat keuntungan, sehingga butuh penyesuaian harga. Akan tetapi, menurut data BPS menunjukkan bahwa petani Indonesia selalu identik dengan kemiskinan. Pasalnya, dari 27,76 juta penduduk miskin di negeri ini, 17,28 juta di antaranya berprofesi sebagai petani pedesaan.

 

Begitulah nasib miris petani kecil di negeri agraris. Mereka tidak menikmati keuntungan dari kenaikan harga hasil panennya, sebab para tengkulaklah atau pengusaha kelas kakap yang menguasai tata niaga di negeri ini. Semua ini dapat dilihat dengan semakin derasnya keran impor beras.

 

Imbasnya Terhadap Rakyat Miskin

 

Tentu saja, harga beras yang terus naik bisa memicu kenaikan jumlah warga miskin, terutama mereka yang sudah di ambang kemiskinan. Mereka akan terus terperosok seiring tingginya inflasi atau kenaikan harga kebutuhan pokok. Sedangkan solusi dari pemerintah berupa bantuan sosial yang sama sekali tidak menyentuh akar masalah. Apalagi bantuan tersebut kerap salah sasaran, bahkan jumlahnya jauh dari kata cukup.

 

Di sisi lain, para penguasa berlindung di balik narasi bahwa stok beras dalam negeri sedang menipis akibat gagal panen. Mereka kerap kali beralasan bahwa kenaikan harga beras memang naik secara global. Untuk itu, negara terpaksa mengimpor dan otomatis harga beras dalam negeri ikut naik.

 

Jika kita amati, penyebab beras mahal sejatinya karena tata kelola pangan yang berbasis kapitalisme global. Mulai dari aspek produksi sampai distribusi, semua dimonopoli oleh para kapitalis. Alhasil, mereka dapat mempermainkan harga untuk meraup keuntungan berlipat.

 

Ditambah lagi, dalam beberapa dekade ini, pemerintah melakukan alih fungsi lahan pertanian untuk sektor lain seperti perumahan dan industri secara masif. Kementerian Pertanian mencatat bahwa telah terjadi alih fungsi lahan pertanian mencapai kisaran 90.000 hingga 100.000 hektare per tahun. Inilah menjadi salah satu penyebab berkurangnya produksi pangan di masyarakat.

 

Selain itu, negara seolah tak berdaya berhadapan dengan para kapitalis yang menjadi penguasa sektor pangan. Sebab negara di dalam sekuler kapitalisme hanya bertindak sebagai regulator dan fasilitator yang senantiasa tunduk pada kepentingan kapitalis. Berdasarkan sistem ini, negara bukan sebagai pelayan rakyat, melainkan melayani rakyat berdasarkan pertimbangan untung rugi.

 

Sejatinya, inilah buah dari penerapan kapitalisme, di mana sumber pangan dikuasai para kapitalis sementara rakyat miskin hanya mendapatkan ampasnya saja. Rakyat disuruh berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan penguasa sibuk melayani para kapitalis. Akibatnya, para pemodal kelas kakap menggurita dengan usahanya di berbagai lini. Mereka bahkan mampu mengeruk SDA yang berlimpah ruah. Saat yang sama, rakyat kecil kesulitan dalam membangun usaha karena minimnya modal dan berbelitnya birokrasi.

 

 

Kebijakan Pangan dalam Islam

 

Politik ekonomi Islam bertujuan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat, yakni kebutuhan pokok individu berupa sandang, pangan, dan papan. Dalam hal ini, individu dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri dengan dukungan negara.

 

 

Agar rakyatnya mandiri, negara harus mempermudah pembukaan lapangan pekerjaan, mengawasi besaran standar gaji pegawai agar makruf, membuka iklim usaha yang mudah dan sederhana dalam birokrasi, membuat aturan usaha yang adil dan tidak hanya berpihak pada pemilik modal.

 

Adapun kebutuhan pokok masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan, negara bertugas untuk menyediakan infrastruktur beserta sarana dan prasarananya. Pendidikan dan kesehatan harus digratiskan atau paling tidak berbiaya murah terhadap seluruh rakyat.

 

Adapun menyangkut distribusi atau tata niaga, Khilafah wajib menjamin sampainya beras kepada setiap individu rakyat. Negara bertugas untuk mengawasi agar jalur distribusi tidak dimonopoli para oligarki atau pemodal besar saja. Dengan begitu, kebutuhan rakyat dapat terpenuhi dengan mudah dan murah.

 

Tentu saja untuk mewujudkan semua itu, Khilafah wajib mengupayakan kemandirian pangan di negaranya dengan membangun sektor pangan dan pertanian yang mampu mencukupi kebutuhan rakyat. Kebijakan impor boleh dilakukan, namun semata-mata demi kepentingan rakyat.

 

Tugas kepala negara yang bertindak sebagai pelayan rakyat hanya bisa diwujudkan di dalam sistem Islam. Oleh karena itu, satu-satunya solusi hakiki adalah menerapkan syariat Islam Kaffah dalam tatanan negara. Ketika hal ini terwujud maka politik ekonomi Islam yang berorientasi pada terjaminnya kebutuhan pokok setiap individu akan terwujud.

Wallahu a’lam bishawwab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *