Gaji Dosen Rendah; Antara Pengabdian Profesi dan Tuntutan Hidup

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Gaji Dosen Rendah; Antara Pengabdian Profesi dan Tuntutan Hidup

Oleh: Sriyama

Hasil penelitian Serikat Pekerja Kampus atau SPK mengungkap mayoritas dosen menerima gaji bersih kurang dari Rp 3 juta pada kuartal pertama 2023. Termasuk dosen yang telah mengabdi selama lebih dari enam tahun. Sekitar 76 persen responden atau dosen mengaku harus mengambil pekerjaan sampingan karena rendahnya gaji dosen. Pekerjaan itu membuat tugas utama mereka sebagai dosen menjadi terhambat dan berpotensi menurunkan kualitas pendidikan (Tempo [dot] co, 5/5/2024).

Selain itu, dosen di universitas swasta jauh lebih rentan terhadap gaji rendah. Peluangnya tujuh kali lebih tinggi untuk menerima gaji bersih kurang dari Rp 2 juta. Sebanyak 61 persen responden merasa kompensasi mereka tidak sejalan dengan beban kerja dan kualifikasi mereka.

Anggota tim penelitian dan pengembangan SPK, Fajri Siregar mengatakan beberapa dosen merasa kurang dihargai. “Ini mempengaruhi motivasi dan keterlibatan mereka dalam tugas dosen,” tuturnya melalui Zoom pada Rabu, 2 Mei 2024.

/ Biang Dari Penerapan Sistem Sekularisme /

Sungguh fakta ini sangat ironis, rendahnya gaji dosen menunjukan rendahnya perhatian dan penghargaan negara terhadap propesi yang mempengaruhi masa depan bangsa. Fakta ini akan menggeser cara pandang generasi terkait dengan ilmu, orang pintar atau ilmuwan yang harusnya dimuliakan, bisa jadi kelak tidak di hormati apalagi menjadi idola.

Disisi lain belum lagi terwujudnya kesejahteraan dan pemberian gaji yang layak di kalangan dosen. Hal ini tidak terlepas dari kapitalisasi pendidikan di negeri ini, tata kelola negara kapitalistik yang berlandaskan good governance atau reinventing government dengan konsep ini berperan besar melahirkan musibah besar karena biaya pendidikan melangit.

Negara harus lepas tangan dari tanggung jawab utamanya sebagai pelayan dan pelindung rakyat, termasuk dalam menjamin kebutuhan dasar pokok rakyatnya seperti pendidikan setiap individu rakyat serta pemberian gaji yang layak bagi pengajarnya termasuk dosen.

Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya tata kelolah keuangan negara dan ekonomi kapitalistik yang memiskinkan negara serta menyengsarakan rakyat, tata kelolah yang rusak dan merusak ini menjadikan negara tidak memiliki dana yang cukup untuk memberikan gaji yang cukup bagi para pegawai negara termasuk dosen.

Sejatinya sistem kapitalisme lahir dari aqidah sekularisme yang menafikan peran agama dari kehidupan, sistem ini telah menjadikan manusia/individu, masyarakat atau negara mengedepankan kemuliaan diukur dari materi, sehingga tidak heran pendidikan hari ini yang mampu membentuk para ilmuwan yang berjasa bagi masyarakat tidak di muliakan dan dihargai.

Selain itu sistem kapitalisme telah menggerus penghargaan atas jasa-jasa besar para pendidik seperti dosen. Karena prinsip materi sebagai suatu hal yang di pandang berharga dan mulia, sebaliknya kebijakan negara cenderung pada para kapital atau para pemodal karena mampu memberikan keuntungan besar bagi negara berupa materi termasuk mampu menumbuhkan perekonomian negara.

Olehnya itu problem rendahnya gaji dosen merupakan problem sistemik akibat penerapan sistem kapitalisme dalam lini kehidupan masyarakat di Negeri ini, yang senantiasa orientasinya kepentingan segelintir orang bukan kemaslahatan rakyat.

/ Islam Mampu Menyelesaikan

Persoalan Gaji Para Dosen /

Sungguh jauh berbeda dengan sistem islam yang berasal dari Allah sang pencipta manusia dan alam semesta. Sistem Islam ini sangat menghargai dalam hal ilmu serta menjunjung tinggi para pemilik ilmu serta yang mengajarkan ilmu, apalagi posisi strategis para dosen sebagai pendidik para calon peradaban masa depan yang mulia bagi bangsa dan negara.

Sebab ilmu akan menjaga dan memelihara akal manusia sebagai investasi masa depan sebuah bangsa, negara adalah sebagai penanggung jawab serta yang diamanahi untuk menyelenggarakan pendidikan yang terbaik bagi seluruh rakyatnya sebagai bagian pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Sebagaimana sabda Rasululllah Saw., “Imam atau kholifah adalah raa,in atau pengurus urusan rakyat dan Ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR.al- Bukhari).

Selain itu negara akan senantiasa menjamin tercegahnya pendidikan sebagai lahan bisnis bagi para pemilik modal sebagaimana fakta sistem yang terjadi hari ini. Kebijakan negara secara sistemik, akan mendesain sistem pendidikan dengan seluruh supporting system-nya.

Negara dalam sistem Islam wajib menyediakan sarana pendidikan beserta infrastruktur yang terbaik yakni gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran dan lain-lain, selain itu negara berkewajiban menyediakan tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, termasuk dosen di perguruan tinggi, serta memberikan gaji yang layak bagi para pengajar maupun pegawai yang bekerja dikantor pendidikan.

Dosen adalah profesi yang mulia yang menyebarkan ilmu dan membangun karakter mahasiswa sebagai agen perubahan serta sebagai pemimpin calon masa dapan bangsa. Oleh karena itu upah atau gaji para dosen bukan sekedar di hargai sebagai jasa belaka namun kemuliaan itu tidak bisa ditukar dengan materi.

SejarahI Islam telah mencatat bagaimana kemuliaan islam terhadap para pengajar dan termasuk dosen. Salah satu bukti adalah pada masa kejayaan Abbasiyah yang memberikan gaji yang fantastis terhadap para pengajar, pada saat itu gaji para pengajar setara dengan Mu’adzin yakni 1.000 dinar pertahun jika dikurskan ke nilai rupiah saat itu gaji pengajar kisaran Rp. 5.5 miliaran per tahunya.

Artinya para pengajar kala itu mendapat gaji 460-an juta per bulan, sistem ekonomi islam yang tangguh dan kuat akan membiayai pendidikan seluruh rakyatnya hingga bisa diakses secara murah bahkan gratis. Termasuk memberi gaji para pengajar yang fantastis sungguh kemuliaan para pengajar dan para dosen akan terwujud kemuliaannya hanya dengan aturan dan penerapan islam kafah dibawa naungan negara Islam.

Walohualam bishowab[]

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *