Demokrasi Tumbuh Suburkan Aliran Sesat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Rakhmawati Aulia (Founder Ibu Belajar Palangkaraya)

 

Gaung kebebasan beragama kembali mengemuka seiring dengan video Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi sorotan publik karena mengucapkan selamat hari raya Naw-Ruz 178 EB ke komunitas Baha’i. (Detik, 30/07/2021)

Meskipun MUI telah menyatakan bahwa agama Baha’i yang berasal dari Iran ini sesat dan menimbulkan kecaman dari para tokoh agama serta masyarakat. Namun, ada saja yang masih melakukan pembelaan dengan menyatakan tak ada aturan yang dilanggar dari pemberian ucapan tersebut.

Dilangsir dari CNN Indonesia, Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz menyebut bahwa langkah Menag Yaqut Cholil Qoumas yang mengucapkan selamat Hari Raya Naw Ruz kepada masyarakat Baha’i sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam hal Menag menyampaikan ucapan selamat Hari Raya bagi umat Baha’i beliau merupakan bagian dari negara. Jadi bagian tugas negara. Offside-nya di mana?” Kata Ishaf (27/07/2021)

Selain itu, Aktivis kebebasan beragama juga menyambut hangat sikap Menag Yaqut. Penrad Siagian, Peneliti dari Paritas Institute mengatakan Menag Yaqut tidak cukup hanya mengucapkan selamat. Tapi juga harus diteruskan kepada perlindungan, pelayanan publik terhadap berbagai kelompok agama, termasuk Baha’i yang selama ini mengalami diskriminasi. (Detik, 30/7/2021).

Pembelaan-pembelaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap aliran sesat Baha’i menjadi bukti nyata pengambaian pemerintah dalam menjaga aqidah ummat yang lurus dan semakin menegaskan kuatnya arus kebebasan dalam beragama.

Atas nama kebebasan beragama, siapapun diperbolehkan untuk memilih atau meninggalkan agama manapun sesuai kehendaknya.

Kebebasan beragama yang merupakan bagian dari pilar demokrasi, justru akan menumbuh suburkan aliran-aliran sesat di negeri ini. Sebut saja dulu aliran Ahmadiyah dan sekarang muncul aliran Baha’i yang telah memurtadkan ribuan muslim di Indonesia dan pemerintah tak berbuat apa-apa malah melakukan perlindungan.

Jelas ini akan mendatangkan kerugian terhadap umat Islam, akibat penerapan sistem demokrasi yang mengagungkan kebebasan beragama.

Selama negeri ini masih menganut sistem demokrasi-kapitalisme aliran-aliran sesat akan banyak bermunculan dan tak akan ada jaminan terjaganya aqidah ummat yang lurus. Padahal salah satu fungsi negara adalah menjaga aqidah ummat agar tak mengalami penyesatan.

Sudah saatnya melakukan perubahan terhadap sistem ini dengan berhijrah secara totalis menuju sistem Islam yang berasal dari sang Pencipta yang terbukti berabad-abad lamanya mampu menjaga aqidah ummat yang lurus dan memberikan jaminan dalam beragama tanpa ada yang terdiskriminasi.

Wa’allahu’alam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *