Anak-anak Menjadi Pelaku Kriminal

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Anak-anak Menjadi Pelaku Kriminal

Ika Suciati

Kontributor Suara Inqilabi

 

Sebuah Fenomena yang memprihatinkan. Kriminalitas di kalangan anak-anak semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini banyak penyebab yang memicu terjadinya kriminalitas pada anak. Salah satunya adalah pentingnya peran dari keluarga.

 

Polres Sukabumi kota melalukan penyelidikan terhadap kematian bocah laki-laki berinisial MA (6tahun) asal Sukabumi yang menjadi korban kekerasan seksual sodomi. Setelah ditemukan mayat korban, tewas di jurang perkebunan dekat rumah neneknya di wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Minggu 17 Maret 2024 sekitar pukul 05.30 WIB setelah pencarian yang melibatkan puluhan warga sekitar. Selama penyelidikan telah terbukti bahwa pelaku merupakan seorang pelajar berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), yang membunuh dan mesodomi korban. Polisi pun kini menetapkan pelaku sebagai tersangka dan berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). (sukabumiku.id, 02, 05, 2024).

 

Menilik dari peristiwa diatas memang sudah bukan rahasia umum lagi bahwa pondasi utama dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak adalah keluarga. Namun sayangnya, tidak semua keluarga mampu memenuhi peran tersebut dengan baik. Banyak faktor yang melatarbelakangi keluarga belum berfungsi dengan baik dan optimal. Hal ini yang menyebabkan keluarga menjadi mandul.

 

Konteks arti keluarga mandul disini adalah keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik, emosional dan spiritual anak-anaknya. Keluarga yang tidak bisa memberikan kasih sayang, perhatian dan pendidikan yang memadai. Disisi lain negara masih menggunakan sistem pendidikan sekuler kapitalis. Dimana sistem sekuler menjadikan peran orang tua dianggap hanya sebagai pemberi materi dan pengejar materi. Seperti yang ditanamkan oleh kapitalis, puncak kesuksesan apabila banyak meraih pundi-pundi materi. Karena penerapan kapitalis inilah yang dapat merusak estafet peradaban serta dapat menggilas fitrah mereka sebagai generasi masa depan.

 

Sistem pendidikan yang paripurna adalah sistem pendidikan yang berlandaskan akidah Islam. Memperbaiki sistem pendidikan tidak cukup hanya dengan gonta ganti kurikulum. Namun negara harus turut andil memberikan dukungan dalam menjalankan sistem Islam secara kaffah/totalitas di segala aspek. Dari penerapan sistem Islam secara kaffah akan tercipta Individu berkepribadian tangguh dan taat akan dengan hukum syara sesuai syariat Islam. Dimana standar keimanan setiap individu adalah pertangungjawaban dirinya dengan Allah SWT. Jika setiap Individu terjaga kesadarannya akan hubungannya dengan AllAh (idrak sillah billah). Maka mereka merasa selalu diawasiNya menimbulkan rasa takut akan dosa setiap melakukan kegiatan yang melanggar hukum syara. Karena mereka selalu melibatkan dirinya dengan Allah dalam seluruh kegiatan kehidupannya. Sehingga dapat menekan dan mencegah kriminalitas.

Wallahu’alam bisshowwab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *