Nikmatilah Dunia dengan Cara Allah dan Rasul-Nya

Oleh: M Azzam Al Fatih (Penulis dan pemerhati Umat)

Setiap makhluk hidup tentu membutuhkan makanan, Sebab makanan merupakan sumber terpenting dalam kehidupan. Dengan makanan setiap makhluk menjadi berenergi sehingga dapat melakukan aktivitas. Coba bayangkan, ketika seseorang dalam satu hari tidak makan, tentu dia akan mengalami lemes, tidak bertenaga bahkan berujung kematian.

Memang benar, makhluk hidup sangat memerlukan makan, termasuk manusia. Dalam hal ini Allah SWT telah menyediakan fasilitas sehingga manusia bisa hidup di bumi, tinggal manusia mengupayakan. Fasilitas tersebut adalah dunia dan seisinya, yang semuanya diberikan secara cuma – cuma. Dan ini merupakan bukti bahwa Allah SWT sangat sayang kepada hamba-NYA, di mana Allah SWT tidak menginnginkan setiap makhluk- NYA hidup dalam kesengsaraan.

Allah SWT menyediakan makanan terbentang dari dari ujung timur sampai barat, dan ujung Utara sampai selatan. Di daratan Allah SWT menyediakan
Tanah subur yang dapat ditanami berbagai tanaman yang menghasilkan, lahan yang dpat digunakan untuk berternak hewan. Di dalam perut bumi pun, Allah SWT menyediakan berbagai logam berharga seperti emas, batubara, nikel, bahan bakar minyak, dan lain sebagainya. Belum lagi, matahari yang menyimpan sejuta manfaat bagi makhluk hidup.

Lihatlah, manusia yang hidup di daerah pantai yang jauh dari perkotaan, mereka tetap mendapatkan makanan lewat bertani dengan bertanam bawang merah. Atau mereka dengan menjadi nelayan, berdagang dan lainya. Kemudian yang tinggal di pegunungan, Allah sediakan lahan tanah subur yang cocok untuk bertani salak, padi, teh, dan sebagainya. Lalu yang ditengah kota pun, Allah SWT sediakan lahan pekerjaan dengan berjualan karena padatnya penghuni. Bahkan , seekor cicak yang hidupnya merayap pun, tetaplah Allah kirim makanan berupa nyamuk dan serangga lainya. Hal ini menjadi bukti bahwa Allah SWT menjamin kehidupan setiap makhluknya.

Namun yang menjadi masalah ketika menikmati tanpa memakai aturan, yaitu memanfaatkan lahan sesukanya dengan menguasai lahan – lahan. Merasa memiliki dana besar lalu membeli lahan lainya. Demi menumpuk harta dan pemuasan nafsu. Tentunya cara seperti ini merugikan orang lain. Salah satunya dia dapat menikmati dunia secara baik.

Selain itu, pengelolaan dengan cara seperti ini jelas tidak sesuai yang Allah SWT kehendaki, yaitu tidak berdasarkan aturan dari Allah SWT. Tetapi mereka lebih memakai aturan buatannya sendiri. Sehingga yang terjadi sebuah kerusakan alam seperti bencana banjir, tanah longsor dan tidak membuat ketentraman pada suatu negeri seperti terjadinya korupsi, penjarahan, dan tindak kejahatan lainya. Yang ini semua akibat dari cara – cara kapitalisme yang serakah dan rakus seperti tkus.

Nikmatilah Dunia dengan cara Allah SWT dan Rasulullah Saw yaitu dengan mengelola dan memanfaatkan alam sesuai aturan dari pencipta ‘ Allah SWT’, berupa syariat Islam yang sempurna.
Seperti yang Allah SWT firmankan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ نَـبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ ۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ تِبْيَا نًا لِّـكُلِّ شَيْءٍ وَّ هُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 89)

Dalam Islam sumber daya alam adalah milik umum yang dikelola oleh negara yang kemudian dikembalikan kepada rakyat secara umum, tidak boleh diserahkan kepada individu maupun asing.

Rasulullah Saw bersabda

” Kaum muslim berserikat ( memiliki hak yang sama) dalam 3 hal yaitu air, rumput, dan api.
( HR Ibnu Majah).

Rasulullah Saw juga bersabda.

” Tiga hal yang tidak boleh dimonopoli, air, rumput, dan api” ( HR Ibnu Majah)

Oleh karena itu, Negara punya peran penting dalam mengelola sumber daya alam tersebut. Sebab negara adalah jembatan antara pemimpin dan rakyat. Di mana pemimpin bertugas sebagai pelayan rakyat. Sebab hal ini menjadi salah satu cara agar manusia dapat menikmati dunia dengan cara Allah SWT dan Rasulullah Saw.

Negara yang dapat menjamin kesesuain dengan pencipta hanyalah negara yang menjalankan sistem dari sang pencipta, sistem tersebut tak lain Daulah Khilafah Islamiyyah.

Begitu juga dengan aturannya, yang dapat menjamin kehidupan yang lebih baik. Sebab aturan tersebut berasal dari aqidah Islam yang diperoleh melalui proses berfikir.

Dengan demikian, sangat lah tepat manakala aturan yang datang dari Allah SWT untuk mengatur dunia sekaligus mengelola sumber daya alam agar kenikmatan yang Allah berikan bisa dirasakan seluruh makhluk hidup tanpa ada yang didzolimi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *