Negara Korup dan Oligarkis, Salah Siapa?

Oleh: Agung Andayani

 

Ibarat bak jamur yang berkembang biak di musim penghujan. Seperti itulah gambaran korupsi saat ini. Jumlah kasus korupsi terus meningkat. Para koruptor pun tampa malu mengenakan rompi oren berselfi ria bak selebritis. Mirisnya lagi setelah bebas dari penjara dilantik jadi pejabat.

Disisi lain rakyat yang ingin melamar jadi PNS maupun di tempat kerja yang lain harus melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), yang sebelumnya dikenal sebagai Surat Keterangan Kelakuan Baik (disingkat SKKB) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Polri yang berisikan catatan kejahatan seseorang. Jika sipelamar didapati ada catatan kejahatan tanpa pikir panjang langsung di diskualifikasi. Tampaknya SKCK ini tidak berlaku bagi para koruptor, bener tidak ya?

Selain itu rakyat juga tidak boleh kecewa kepemerintah yang korup dan oligrakis. Seperti pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal pemerintah koruptif. “Rakyat tak boleh kecewa walaupun diperintah kekuasaan korup serta permisif tidak soal dipimpin oligarki dan koruptor asal ada kemajuan”. Ini negara gimana bisa maju ya kalo dipimpin oligarki dan korup?

Ooo mungkin yang dimaksut maju itu para koruptornya, hidup koruptor hidup oligarki. Pernyataan dari Menko Polhukam ini suatu pengakuan yang menegaskan bahwa negeri ini memang dipimpin oleh oligarki dan sarang bagi koruptor.

Dengan kondisi sekarang ini kita sebagai rakyat tidak boleh mencukupkan hanya sekedar kecewa saja. Namun harus sadar bahwa kerusakan pemerintah akibat sistem sekuler. Sistem yang mendukung kepemimpinan oligarki dan sistem yang menyuburkan koruptor. Selain itu rakyat harus aktif mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk menghentikan praktik pemerintah sekuler serta pindah ke sistem yang mumpuni. Sistem yang berhasil diterapkan selama masa 13 abad yaitu sistem Islam.

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *