Natuna yang Mempesona

Oleh : Muza Al-Ghazi (Aktivis Muslimah dari Banyumas)

Natuna merupakan sebuah kepulauan di ujung barat sana, tepatnya di kepulauan Riau. Kini nama Natuna menjadi semakin mempesona karena negara asing pun ingin menjamahnya. Negara cina mulai berani secara terang-terangan menjamah Natuna. Tercatat pada kamis (2/1/2020) komando armada I TNI AL melaporkan kehadiran coast guard cina di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di laut Natuna utara. Coast guard cina mengawal beberapa kapal nelayan negeri tirai bambu yang sedang melakukan aktibvitas perikanan. (www.cnbcindonesia.com)

Begitu mempesonanya Natuna dengan keelokan alamnya, potensi lautnya, ditambah simpanan minyak bumi dan gas alam yang cukup besar di dalamnya. Natuna merupakan daerah yang memiliki cadangan gas terbesar di Indonesia, tepatnya di Blok East Natuna 49,87 TSCF. Natuna diprediksi menjadi daerah dengan cadangan gas terbesar di Asia Pasifik (money.kompas.com)

Kekayaan alam yang besar yang dimiliki Indonesia sangat menarik perhatian Negara-negara lain, Indonesia bagaikan sekuntum bunga yang dikelilingi banyak lebah. Natuna yang mempesona hanya salah satu potret sumber daya alam yang luar biasa yang di miliki oleh Indonesia. Indonesia dengan seluruh sumber daya alam yang dimiliki seharusnya mampu mensejahterakan kehidupan selurun rakyatnya. Namun, karena kerusakan yang disebabkan oleh kerakusan para kapital yang dibuat oleh sistem Kapitalislah, menjadikan negeri ini dipenuhi dengan tumpukan hutang luar negeri. Sumber daya alam yang seharusnya dikelola dan dikuasi negara untuk kesejahteraan rakyatnya, kini berpindah tangan menjadi kepemilikan Asing dan kita hanya mendapatkan sisa sampah-sampahnya saja.

Banyak kerusakan dan kesengsaraan yang negeri ini alami haruslah menjadi cerminan bahwa sistem yang rusak ini harus segera diganti. Sebagai kaum muslim kita memahami bahwa hanya syariat islam lah yang layak untuk diterapkan di bumi Allah SWT ini, bukan aturan yang lain. Sistem islamlah solusi dari seluruh problematika kehidupan umat saat ini. Wallahu ‘alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *