Musuh Islam Akan Selalu Ada

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Tita Rahayu Sulaeman

Pada 20 Agustus 2020 lalu, bertepatan dengan 1 Muharram 1442 Hijriyah sebuah film fenomenal berjudul Jejak Khilafah Di Nusantara ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube. Tak kurang dari 250 ribu penonton tercatat menyaksikan Film dokumenter ini. Film ini menjadi fenomenal karena sejak sebelum ditayangkan sudah muncul pernyataan-pernyataan yang menentang bahkan menuduh, serta memfitnah sebuah kelompok dakwah.

Padahal film belum ditayangkan, siapapun belum bisa menilai film yang belum tayang. Sungguh sikap yang tidak adil.

Ketika penayangan berlangsung, tak kurang dari 3 kali video sempat terhenti. Alasannya adalah karena ada keluhan dari pemerintah. Jika ini benar, bahwa pemerintah Indonesia yang menghentikan penayangan film dokumenter Jejak Khilafah Di Nusantara, sungguh sangat disayangkan. Indonesia yang katanya menjamin kebebasan berpendapat, nyatanya sebuah film dokumenter justru malah dibungkam.
Film Jejak Khilafah Di Nusantara adalah film dokumenter hasil riset yang dapat dipertanggung jawabkan. “Film ini sudah melalui tahapan riset verifikasi yang akademis yang Insyaallah sudah kita pertanggungjawabkan,”

ujar Director and Script Writer Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) Nicko Pandawa saat Gala Premier Film Dokumenter JKdN, Kamis (20/8/2020) langsung secara daring. Secara keseluruhan isi film menampilkan jejak-jejak penyebaran Islam di nusantara. Bukti-bukti sejarah nyata adanya. Film ini mengungkapkan sebuah fakta yang selama ini telah dikaburkan. Bahwa islam di Indonesia berkaitan dengan kekhalifahan islam di Turki.

Fakta ini sepertinya yang begitu mengkhawatirkan bagi sebagian kalangan. Penghentian penayangan film yang terjadi cukup jadi bukti bahwa ada yang keberatan dengan fakta yang terungkap. Masyarakat akhirnya tahu, bahwa kekhilafahan islam di Turki lah asal usul islam mereka hari ini. Fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa kekhalifahan islam sejak zaman Rosululllah berjaya ribuan tahun lamanya hingga dinasti ustmaniyyah. Bukan tak mungkin masyarakat akan semakin mencari tahu apa dan bagaimana itu khilafah. Inilah yang nampaknya semakin ditakutkan sebagian orang, bahwa masyarakat butuh akan khilafah.

Musuh islam akan selalu ada. Mereka tidak akan rela islam Berjaya. Mereka tidak akan membiarkan masyarakat islam kembali memeluk agamanya secara kaffah. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an.

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Allah dan mendakwahkannya , para penentang dan pembenci Islam telah ada. Kaum kafir saat itu tidak mempercayai Nabi Muhammad. Padahal sebelum Nabi Muhammad mendakwahkan Islam mereka sangat mengakui kejujuran Nabi Muhammad SAW dengan memberikan gelar Al-Amin yang artinya terpercaya. Nabi Muhammad juga difitnah sebagai penyihir. Kata-katanya dianggap mampu memisahkan ibu dari anaknya.

Lemparan batu, kotoran unta, hingga sebuah rencana pembunuhan terhadap Nabi Muhammad telah dilakukan para penentang Islam pada zaman itu.

Demikian beratnya ujian yang telah dilalui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT untuk mendakwahkan Islam. Namun, Nabi Muhammad SAW tak pernah gentar karena yakin bahwa ajaran yang dibawanya adalah kebenaran. Demikian juga kita kini, sudah sepatutnya tak gentar dalam mendakwahkan kebenaran. Meski musuh islam akan selalu ada, namun umat islam harus selalu berpegang teguh dalam agama ini. Tidak terpengaruh oleh ajaran dan pemikirian lain di luar islam.

Karena hanya Islam lah agama yang Allah ridhoi. Dan hanya dengan bertakwa kepadaNya lah, Allah akan menurunkan rahmatNya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.