Muslimah Zaman Now dan Terorisme

Oleh: Nanik Farida Priatmaja, S.Pd (Aktivis Muslimah)

 

Geger! Aksi teror kembali mencuat dangan pelaku sosok perempuan muda. Tragedi tersebut makin menghebohkan dengan munculnya surat wasiat untuk keluarganya yang berisi terkait meninggalkan riba, menolak demokrasi, pemilu dan sebagainya.

 

Dikutip dari Kompas.com, Ada kesamaan dalam surat wasiat yang ditinggalkan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar L (26) dan penyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta, ZA (25). Dilansir dari KompasTV, kesamaan dari kedua isi surat wasiat ZA dan L adalah permintaan maaf kepada orangtua.

 

Kedua adalah permintaan untuk tidak berutang ke bank dan terakhir meminta kakak dan adik untuk menjaga orangtua.

Terkait surat wasiat L, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam membenarkan.

 

Surat tersebut dibuat oleh L dengan tulisan tangan. Surat itu ditemukan saat penggeledahan tim Densus 88 Mabes Polri bersama tim gabungan Polda Sulsel di rumah pelaku di Jalan Tinumbu Lorong 1, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3/2021).

 

Selama ini stigma terorisme seringkali disematkan pada muslim yang dikenal taat. Jelas saja, hal ini meresahkan umat Islam karena mau tak mau akan menjadi pembenar tindakan penggeledahan dan penangkapan kaum muslim di berbagai tempat dengan dalih upaya mencegah aksi teror. Mirisnya lagi, munculnya aksi perempuan pelaku teror ini dijadikan alasan bagi kaum feminis untuk mengkampanyekan ide-idenya dan mendesak program moderasi agama.

 

Dikutip dari VOA.com, Mengutip sebuah hasil penelitian, feminis muslimah Dr Musdah Mulia menyebut Indonesia sebagai negara demokratis, tetapi intoleran. Ia mengatakan, dibutuhkan upaya bersama untuk menekan praktik intoleransi, sehingga demokrasi yang sudah dicapai lebih bermakna. Musdah menawarkan tiga langkah, yaitu pendidikan, reformasi kebijakan dan reintrepretasi ajaran keagamaan (1/4).

 

Tindakan terorisme sebenarnya tak dibenarkan oleh agama apapun. Disatusisi  juga meresahkan dan merugikan kaum muslim. Selayaknya pihak segera mendesak pemerintah memberantas tuntas jaringan teroris sehingga tak berlama-lama menjadi fitnah bagi kaum muslim dan ajaran Islam yang mengedepankan ketentraman.

 

Munculnya aksi terorisme seharusnya menjadikan umat Islam tetap kritis. Apalagi aksi terorisme kerap mengalihkan dari pemahaman yang benar tentang syariat Islam karena selalu saja pelaku teror digambarkan dengan berbagai atribut keislaman (tanda bukti pelaku misalnya buku-buku Islam, pelaku perempuan memakai cadar dan sebagainya).

 

Muslimah zaman now tetap harus fokus dan sadar posisi betapa pentingnya pembentukan kepribadian Islam, mendidik anak-anak dan keluarganya untuk taat syariat serta terus berupaya memperjuangkan diterapkannya syariat Islam secara sempurna dalam kehidupan. Dengan demikian, tak akan ada lagi celah mencitraburukkan kaum muslim dan ajaran Islam yang dilakukan oleh siapa saja baik dari kalangan kafir ataupun munafik.

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *