Muslim, Deritamu Kini

Oleh: Tita Rahayu Sulaeman

Pertumpahan darah di india, sungguh membuat hati ini koyak. Bagaimana tidak, nyawa seolah tak berharga disana. Mirisnya, hal ini dilakukan dengan campur tangan pemerintah setempat. Karena pertikaian yang terjadi dipicu perlakuan pemerintah setempat yang diskriminatif terhadap kaum Muslim.

Lagi-lagi, umat Muslim menjadi korban keberingasan sebagian orang yang membencinya. Harta hingga nyawa direnggut tanpa rasa iba. Kedzaliman di Palestina, etnis Rohingya di Myanmar, etnis Uighur di Cina dan kini muslim di India.

Sering kita dengar bahwa sesama Muslim adalah saudara. Termasuk umat Muslim yang sedang terdzolimi di beberapa wilayah tadi. Namun sayang,  para pemangku jabatan tak tergerak untuk membela yang terdzolimi, meski mereka adalah saudara sesama Muslim.

“ _Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya. Tidak boleh mendzaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat_” ( *HR. Bukhari*).

Al-Qur’an dan Sunnah adalah panduan kita dalam berkehidupan. Termasuk dalam menyikapi sesuatu, harus berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Sayangnya, untuk membela saudara-saudara kita yang sedang terdzolimi tak bisa dilakukan secara individu. Butuh penguasa dan institusi negara yang juga berlandaskan Qur’an dan Sunnah yang bisa membela saudara-saudara muslim kita disana.

Hari ini kita lihat pemimpin-pemimpin negara Muslim seolah tak berdaya melihat kedzaliman pada saudara-saudaranya sendiri. Sungguh jauh berbeda dengan yang terjadi saat pemerintahan Islam ribuan tahun yang lalu.

Ketika masa pemeritahan Khalifah Al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan dinasti Abbasiyah. Ketika itu terdengar kabar oleh khalifah bahwa seorang muslimah ditawan di kota Amurriyah yang dikuasai bangsa Romawi. Khalifah dan pasukannya langsung menuju kota Amurriyah dan berhasil membebaskan muslimah yang ditawan. Kota Amurriyah pun berhasil dikuasainya. Demikianlah contoh pemimpin dan negara yang berlandaskan Islam.

Bukan tidak mungkin kedzaliman terhadap saudara seiman ini bisa dihentikan. Hanya saja kini, Pimpinan negara tercegat kata ‘Tak boleh Intervensi’. Maka apa daya, umat hanya bisa berdo’a, semoga Allah beri kekuatan pada saudara-saudara kita yang sedang terdzolimi. Semoga Allah balaskan surga untuk mereka yang mempertahankan akidah walau harus bertaruh nyawa. Dan semoga, ampuni diri ini yang sungguh tak berdaya melihat saudara seiman terdzolimi. _Wallahu’alam bish shawab_.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *