Moodbooster Bagi Kalian, Para Penghafal Alquran

Oleh: Azhary Ideologis (Mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir Asal Indonesia)

Sejenak mari kita memutar ingatan tentang salah satu bait ayat yang dikirimkan Sang Khaliq dan petuah sang Nabi dalam sunnahnya,

Pada ayat 39 dan 20 dalam surat Fathir, Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitabullah (Al Qur’an), melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dalam keadaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tiada akan pernah rugi.”

“Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.”

Terhimpun juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim,

Bahwa Ibunda kita Aisyah r.a berkata: Rasulullah Saw telah bersabda:

“Orang yang membaca Al Qur’an dan menguasainya, maka mereka bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti.”

“Dan orang yang membaca Al Qur’an -baca:menghafal- dan terbata-bata lagi merasa kesulitan didalamnya maka ia memperoleh dua pahala.”

Seorang Syaikh menjelaskan di hadapan kami tentang makna

_yaqraul Qur’an wa yata’ta’u fiihi_

adalah kondisi seseorang yang sedang menghafal Al Qur’an lalu ketika membacakan hafalannya ia terbata-bata sehingga ia kembali lagi untuk menghafal meski menjumpai dirinya kesulitan dalam hal tersebut. Maka baginya lah dua pahala yang Allah janjikan dalam hadits tersebut.

Dikabarkan dari Ibnu Umar r.a bahwa Nabi Saw bersabda,

“Tidaklah diperbolehkan hasad dalam segala hal kecuali terhadap dua perkara ini,”

*”Seseorang yang Allah ajarkan Al Qur’an padanya, lalu ia jaga, ajarkan dan amalkan sepanjang siang dan malam*. Dan seseorang yang Allah beri harta padanya, lalu ia infakkan hartanya itu sepanjang siang dan malam.”

Wahai Para Penjaga Al Qur’an,

engkaulah ummat yang Allah titipkan Al Qur’an diatas pundakmu. Bukan semata karena Al Qur’an mukjizat yang mampu melampaui seluruh kemampuan bangsa Arab dan manusia, tapi karena Kalamullah inilah yang kelak mengadilimu.

Sudahkah kau melaksanakan setiap bait ayatnya sesering kau melantunkannya dalam shalat dan hari-harimu.

Tahukah kau, bila mukjizat Al Quran tak terbatas pada ketinggian dan keindahan lafadz, ta’bir dan nada suara yang teralun darinya. Akan tetapi mencakup makna dan nidzam (peraturan) yang dikandungnya.

Nidzam inilah yang mampu menuntun manusia kepada hidup yang benar dan Allah ridhai. Nidzam ini tidaklah semata diperuntukkan untuk pribadi dan sekolompok orang saja. Nidzam ini bahkan wajib tertunaikan bagi seluruh manusia di muka bumi ini.

Maka mukjizat Al Quran akan lebih dahsyat dari yang kalian pikirkan. Bukan saja ia menentramkan jiwa-jiwa tapi menciptakan ketundukan penuh pada Sang Khaliq sehingga rahmat menaungi seluruh penjuru dunia.

Wahai Para Penjaga Al Qur’an,

amanah kalian akan senantiasa besar lagi berlipat ganjarannya. Maka Serulah manusia agar mereka kembali untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pengatur laju kehidupan mereka dan menghakimi seluruh perkara yang mereka perselisihkan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *