Milenial Melek Politik, Siapa Takut

Oleh Agung Andayani

 

Banyaknya berbagai info yang bertebaran di medsos. Ada satu info yang menarik berhubungan dengan dunia anak muda atau kaum milenial. Baru-baru ini Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada tanggal 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Dalam situasi pandemi Covid-19, survei dilakukan melalui wawancara telepon. Responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Indikator Politik Indonesia menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Bahwa sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat.”Sikap mereka tidak begitu yakin bahwa politisi mewakili aspirasi masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3). merdeka.com

Apakah hal ini menandakan kalo anak muda yang masi suka galau melek politik? Milenial ngobrolin politik, seru nih. By the way politik itu apa sih? Berupa makanankah? Merek baju trending saat ini kah? Atau tempat nongkrong? Emmmm kasi tahu gak ya

Dikutip dari Wikipedia, bahwa politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Dilihat dari KBBI, politik adalah segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Sedangkan menurut Bluntschli (1935) memandang politik sebagai “Politik is more an art a science and to do with the practical conduct or guidance of the state” (Politik lebih merupakan seni daripada ilmu tentang pelaksanaan tindakan dan pimpinan (praktis negara). Dan Isjwara (1967) mencatat beberapa arti tentang politik dari sejumlah ahli. Diantaranya adalah : -Loewenstein yang berpendapat “Politik is nicht anderes als der kamps um die Macht” (politik tidak lain merupakan perjuangan kekuasaan).

Jadi pengertian politik tersebut bukanlah berasal dari sudut pandang kaca mata Islam. Berhubung Islam itu bukan sekedar agama melainkan juga berupa ideologi. Maka membahas politik juga ada ya sob.

Politik Islam dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama dikenal istilah siyasah syar’iyyah. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa -yasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berertiQama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Al-Siyasah juga berarti mengatur, mengendalikan, mengurus atau membuat keputusan, mengatur kaum, memerintah, dan memimpinya. Sedangkan secara istilah politik islam adalah pengurusan kemaslahatan umat manusia sesuai dengan syara’.

Setelah tahu divinisi politik, apakah masi ada yang alergi dengan politik? Tidak diragukan lagi hasil dari survai 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Ya karena sistem politik yang diterapkan di negeri ini sistem kapitalis demokrasi, jadi wajarlah. Meskipun begitu masi ada politisi dan partai yang tidak mampu mengatasi persoalan, namun masih saja tetap berharap penyempurnaan praktik demokrasi menjadi solusi. Kenapa kita tidak melirik sistem politik Islam yang sudah pasti hasilnya selama kurun waktu 13 abad di terapkan. Dari mulai masa Nabi Muhammad saw hijrah ke Madina negara Islam pertama dengan penerapan sistem Islam totalitas sampai tahun 1924.

Sampai kapan kita berharap dengan sistem kapitalis demokrasi? Sobat yuk kita rame-rame hijrah ke sistem Islam. Sistem yang berasal dari wahyu Alloh SWT bukan sistem buatan akal manusia yang serba terbatas.

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Al-Mā’idah : 50)

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *