Merancang Masa Depan Bersama Islam

Oleh: Abu Mush’ab Al Fatih Bala (Penulis Tinggal di NTT)

Tahun baru 2020 baru saja datang. Banyak orang memulai resolusinya. Ada yang ingin karir dan cinta nya bisa cemerlang setahun ke depan.

Tapi sangat sedikit orang yang ingin merancang masa depannya bersama Islam. Berfikir bagaimana memajukan Islam dan Kaum Muslimin dalam kejayaan.

Islam adalah agama yang universal dan peduli akan umatnya. Rasulullah SAW pernah bersabda barang siapa yang bangun di pagi hari tapi tidak memikirkan nasib kaum Muslimin berarti dia bukan bagian dari kami (HR. Ahmad).

Inilah hadis yang Rasulullah SAW sampaikan sebagai bekal bagi kita untuk merancang masa depan. Sebelum kiamat, Kaum Muslimin selalu mendapatkan cobaan misalnya perampokan Sumber Daya Alam, kemiskinan, korupsi, pembantaian, penistaan agama dan lain-lain. Dan Rasulullah ingin setiap Muslim hadir sebagai solusi, sebagai agen perubahan (Agent of Change).

Bukan sekedar agen perubahan biasa tetapi perubahan yang radikal atau luar biasa (To be a radical agent). Kaum Muslimin adalah umat yang terbaik yang diutus Allah SWT untuk seluruh umat. Mengajak kepada kebaikan (Amar Ma’ruf) dan mencegah kepada keburukan (Nahi Mungkar). Aktivitas yang tidak dimiliki Agama dan Ideologi lain. Lihat Q.S. Ali Imran ayat 110

Islam memberikan solusi kepada setiap permasalahan individu dan masyarakat. Solusinya menerapkan Syariah Islam secara Kaffah dalam satu Kepemimpinan Umum.

Dengan demikian semua problematika umat akan segera dituntaskan. Bahkan non Muslim seperti Paus di Vatikan pernah merekomendasikan Ekonomi Islam sebagi solusi Krisis Ekonomi yang menghantam Barat dan Dunia.

NIC (National Inteligence Council) pun meyakini bahwa Islam akan menjadi kekuatan global (yang akan menyelamatkan semua negeri kaum Muslimin) pada tahun 2020. Berdasarkan laporan ini Barat mencoba untuk menghambat datangnya Khilafah.

Sehingga sangat penting bagi Kaum Muslimin turut andil dalam mendakwahkan Khilafah sebagai resolusi tahun 2020. Dalam sejarah Khilafah adalah negara yang makmur dan adil. Setiap warga negara merasakan nikmatnya hidup dalam Khilafah walaupun mereka berbeda suku, agama dan kebangsaan.

Dalam Khilafah, Afrika pernah menjadi benua emas dimana tak dijumpai orang miskin yang wajib menerima zakat. Khilafah pun pernah melindungi minoritas Yahudi dari genosida. Menyerang Romawi karena melecehkan seorang Muslimah.

Khilafah adalah masa depan Kaum Muslimin dan Umat Manusia. Merupakan jawaban bagi setiap krisis kemanusiaan. Ketika manusia frustasi dengan cara kerja kapitalisme dan komunisme.

Datangnya Khilafah tinggal masalah waktu (matter of time) seperti datangnya kembali syariat Hijab yang pada tahun 1980an di Indonesia masih jarang digunakan kini bukan saja berhijab, perempuan bercadar pun bisa dilihat dimana-mana.

Bendera Tauhid yang sempat dituduh bendera ISIS, sekarang menjadi Bendera milik Umat. Tertera juga di topi, ikat kepala mau pun baju.

Begitu juga dengan Khilafah yang merupakan warisan ajaran Rasulullah. Sebuah metode yang mampu melaksanakan Kehidupan Islam secara Kaffah. Sekarang menemukan momentumnya dan dibahas umat di setiap tempat dan masa sebelum akhirnya tegak dengan bantuan Allah SWT.[]

Tangerang, 2 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *