Meraih Kekayaan Dunia dan Akhirat

Oleh: Waindika Abu Jibriel

Di antara fitrah sebagai manusia adalah selalu ingin terdorong untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Salah satulah adalah memenuhi/merupaya untuk mengumpulkan harta. Dan manusia tidak akan berdiam diri dalam hal ini. Maka wajar bila manusia ingin mempunyai kendaraan bagus, rumah bagus, pendidikan yang bagus dll.

Oleh karena itu, setiap upaya yang melarang manusia memperoleh kekayaan, maka ini bertentangan dengan fitrahnya. Baik dengan membatasi atau mengurangi, maka ini juga bertentangan dengan fitrah manusia. Maka wajar bila ada perlawanan bagi siapa yang menghalangi manusia untuk meraih kekayaan sebanyak-banyaknya.

Tetapi manusia tidak boleh dibiarkan untuk memperoleh kekayaan, mengusahakannya dan mengelolanya dengan cara sesukanya. Karena bila ini dibiarkan maka akan timbul gejolak dan kekacauan di tengah masyarakat, yang bisa mengakibatkan keburukan dan kerusakan. Apabila ini dibiarkan maka kekayaan itu akan di monopoli oleh orang-orang yang kuat, sedangkan yang lemah kan terhalang untuk mendapatkannya. Akibatnya orang-orang sakit dan cacat akan binasa, sementara orang-orang rakus kan memakan harta sebanyak-banyaknya.

Dengan inilah Islam hadir. Islam hadir dengan membolehkan individu untuk memenuhi kebutuhannya dan membatasinya dengan mekanisme tertentu. Contoh bagaimana islam melarang manusia untuk memakan harta riba, jual beli produk haram, mengurangi timbangan, jujur dalam berdagang dll. Inilah yang membedakan Sistem Islam dengan Sistem lainnya (Kapitalisme dan Komunisme).

Maka bisa kita temui dalam Sistem Islam bagaimana para sahabat Rasulullah, mereka juga mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, tetapi dengan harta itu bukan menjadikan mereka tamak dan rakus, tetapi bagaimana harta itu bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa jalla.
Semoga Tulisan singkat ini, bisa menjadikan kita makin dekat kepada Allah dan bermuamalah karena Allah. Aamiin. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *