Menyoal Hagia Sophia, Siapa Yang Paling Sedih?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Puspita Ningtiyas ( Pegiat literasi Muslimah)

Pada 10 Juli lalu, Turki memutuskan untuk mengubah status Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Erdogan menuturkan, pada 24 Juli mendatang akan menjadi kesempatan pertama salat Jumat diadakan di bangunan yang masuk situs warisan dunia UNESCO tersebut.

Walaupun diubah menjadi masjid, Erdogan menegaskan warga lokal maupun asing, Muslim atau non-Muslim tetap bisa berkunjung ke situs bersejarah itu

Disisi lain dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Patriark Theodore II dari Gereja Ortodoks Yunani Aleksandria mengecam keputusan pengadilan tinggi Turki pada Jumat (10/7) yang membuat katedral Hagia Sophia berubah menjadi masjid. Turki dikecam menggunakan hak-hak historisnya untuk tujuan lain.

“Saya merasakan kesedihan dan kepedulian yang besar terkait diubahnya landmark Kristen bersejarah di Timur, Katedral Hagia Sophia menjadi masjid. Ini menjadi tantangan menggemparkan yang sudah bermasalah selama pandemi virus corona SARS-CoV (19),” bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari laman media Mesir, Ahram Online, Senin (13/7).

Berbicara soal kesedihan, sebenarnya siapa yang paling sedih saat hagia sophia di ubah menjadi masjid?

Dulu, Sultan Muhammad Al-fatih mengakhiri dominasi pemerintahan kristen di konstantinopel, menaklukan dengan Islam. Tidak ada paksaan dalam beragama karena Islam tidak membolehkan ada paksaan masuk ke dalam agama Islam

Hal ini sebagaimana disampaikan langsung Allah SWT dalam Al-quran.

“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” Al Kafirun : 6

Islam rahmatan lil alamin, tegak bukan hanya untuk kaum muslimin tapi untuk seluruh alam.

Namun saat Islam diruntuhkan dan diganti dengan sistem buatan manusia, Hagia Sophia tidak lagi difungsikan sebagai masjid tapi tatanan dunia kembali pada masa kegelapan

Ikatan rasisme mencuak mengalahkan kemanusiaan, ikatan peribadatan mengalahkan toleransi hidup bernegara, lantas sebetulnya siapa yang merasakan kesedihan?

Dunia dirundung duka, bukan hanya kaum muslimim tapi seluruh penduduk bumi. Hagia Sophia adalah simbol peribadatan sekaligus lambang persatuan. Menyoal Hagia Sophia karena diubah menjadi masjid brarti menyoal persatuan dibalik sejarah hagia Sophia itu sendiri.

Lebih jauh lagi, penolakan oleh Eropa dan Paus Yunani sebetulnya adalah upaya untuk menghadang kebangkitan Islam yang kedua. Di sadari atau tidak hal tersebut semakin menegaskan apa yang disampaikan oleh Al-quran

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.