Menolak Lupa Peristiwa Besar di Bulan Rajab

Oleh: Siti Juni Mastiah, SE (Aktivis Dakwah dan Anggota Penulis Muslimah Jambi)

Bulan Rajab adalah bulan yang dikenal umat Islam sebagai bulan terjadinya peristiwa besar diluar akal manusia yakni peristiwa Isra’ dan Mi’raj, dimana Rasulullah Saw melakukan Isra’ yakni perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Al-Quds Palestina, dan Mi’raj yakni menaiki tempat tertinggi sampai langit ke tujuh dalam tempuh waktu semalam.

Selain itu ada momentum yang seharusnya juga diketahui umat Islam di Bulan Rajab yakni berita duka keruntuhan kekuasaan umat Islam pada tanggal 28 Rajab 1342 H yang telah berjaya selama lebih dari 13 abad. Tokoh yang terkenal sebagai dalang peruntuh kekuasaan umat Islam ini adalah Mustafa Kemal AtTartuk yang di labeli sebagai Bapak Pahlawan Republik Turki. Pahlawan bagi bangsa yang memusuhi umat Islam dan negara Islam.

Sejak runtuhnya kekuasaan Islam tersebut, umat Islam yang dahulunya bersatu dibawah kepemimpinan yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh menjadi terpecah belah hingga lebih dari 50 negara. Umat Islam yang awalnya disegani dan dihormati, saat ini tak lebih jadi bahan fitnah dan target kebencian umat-umat lain, persis yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw, seperti buih dilautan yang jumlahnya banyak tapi tidak mempunyai kekuatan.
Umat Islam sebagian besar masih belum memahami tentang sejarah penting dari runtuhnya kekuasaan Islam yang dilakukan oleh para antek penjajah.

Runtuhnya Daulah Islam di bulan Rajab atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924, menyebabkan berbagai problem yang melanda kaum muslim diseluruh belahan dunia diantaranya : pertama umat Islam tidak memiliki satu komando kepemimpinan karena disekat atas paham nasionalisme dan patriotisme, sesuai letak geografis yang berbeda-beda. Inilah yang Rasulullah Saw sampaikan dalam HR.Muslim bahwa Umat Islam itu hanya boleh memiliki satu Khalifah atau satu kepemimpinan didalam negara, jika ada yang hendak merebut kekuasaannya atau mengaku menjadi khalifah yang kedua maka halal darahnya untuk dibunuh.

Kedua antek penjajah tersebut mampu merekayasa dan mengangkat para penguasa dari kalangan pribumi yang bersedia tunduk kepada arahan para musuh Islam tersebut, sehingga mereka dengan mudah menyiksa, menzolimi, dan menganiaya kaum muslim yang tak tunduk kepada arahan mereka. Ketiga musuh Islam menjadi mudah untuk mengganti UU dan peraturan Islam yang diterapkan di negeri-negeri kaum muslim menjadi UU dan peraturan yang sesuai keinginan mereka yang bertentangan dengan syariat Islam.

Keempat musuh Islam mengubah kurikulum pendidikan untuk mencetak generasi-generasi yang mempercayai pandangan hidup Barat, dan memusuhi Akidah Islam dan Syariat Islam. Kelima perjuangan untuk mengembalikan Khilafah Islamiyah serta mendakwahkannya dianggap sebagai tindakan kriminal atau terorisme yang dapat dijatuhi hukuman sanksi oleh UU. Keenam harta kekayaan dan potensi alam milik kaum muslimin dirampok oleh para penjajah.

Ringkas kata, ketidakadaan Khilafah Islamiyah menjadikan pemeliharan terhadap ajaran Agama Islam menjadi hilang. Sebab sebgaimana yang dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : “Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah ibarat perisai, orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung dengannya.” (HR.Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ahmad).

Dari sinilah kita mengajak seluruh umat Islam untuk menyadari hakikat pelajaran yang paling bermakna pasca runtuhnya kekuasaan Islam tersebut untuk berjuang kembali menegakkannya dengan meyakini seratus persen terhadap janji yang dikabarkan oleh ALLAH Swt, dalam Al-Quran Surat An-Nur (24) ayat 55 yang artinya : “Dan ALLAH telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal sholih bahwa DIA sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana DIA telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan DIA akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai Nya untuk mereka, dan DIA benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam keadaan ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah KU dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan AKU. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang fasik.”
Serta janji dari bisaroh Rasulallah Saw,“…..kemudian akan kembali lagi kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabiaan.” (HR.Ahmad). dari hadist ini Rasulullah Saw, memberikan kabar bahwa umat Islam itu akan melewati 5 fase kehidupan dan sistem pemerintahan, fase pertama kenabian, kedua fase khilafah yang sesuai manhaj nubuwah, ketiga fase raja yang dzolim (a’dlon), keempat fase raja diktator (jabariyyah), dan terakhir Fase kembalinya khilafah Islamiyah yang mengikuti manhaj kenabian. Saat ini kita sudah berada pada fase yang keempat.

Maka dari itu sudah saatnya seluruh umat Islam bangkit, berjuang bersama mendakwahkan agar sistem pemerintahan dibawah naungan khilafah Islamiyah segera kembali, serta melawan untuk tidak lupa atas sejarah runtuhnya Islam di Bulan Rajab ini. Dengan tegaknya Islam dimuka bumi ini akan menjadikan seluruh umat manusia mendapatkan keberkahannya, tidak terzolimi, kesejahteraan akan dijamin baik muslim maupun non muslim. Wallhu’aalam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *