Menjadi Baik dengan Mengaji

Oleh: Rahma Aliifah

Manusia pada hakikatnya hidup di dunia ini untuk mencari bahagia, mencari tentram. Namun, banyak yang tidak mengerti bagaimana agar bahagia dan tenteram itu.

Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan kekayaan, pangkat maupun jabatan. Padahal ketiga hal tersebut tidak bisa menjamin seseorang menjadi bahagia dan tenteram, bingung, guncang, karena tidak tertuntun dan tidak terarah.

Allah berfirman dalam Al quran surat Ar-Rum ayat 28
” Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram “.
Artinya, orang bisa memperoleh ketenteraman dan kebahagiaan dunia akherat itu dengan banyak mengingat Allah, dekat dengan Allah. Hidupnya selalu tertuntun dengan Al quran. Agar hidup selalu tertuntun dengan Al quran, maka harus memahami isi Al quran, tidak sekedar membacanya.

Mengaji adalah cara agar seseorang bisa memahami isi Al quran. Dengan mengaji seseorang bisa menjadi baik. Maka sangatlah penting bagi umat manusia, khususnya orang yang beriman untuk mengaji.

Kajian yang paling baik diikuti adalah kajian yang membahas, mendalami Al quran dan sunnah, karena nabi SAW bersabda:
” Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Al quran dan mengajarkannya”. ( H.R Bukhari ).
Belajar Al quran itu hukumnya wajib ‘ain’ kalau dilaksanakan mendapata pahala sementara kalau ditinggalkan akan mendapat dosa.

Sesibuk apapun dengan urusan dunia, kita tidak boleh meninggalkan kewajiban untuk menuntut ilmu agama. Imam syafi’i menyampaikan, seseorang itu kalau tidak sibuk dalam kebaikan, pasti sibuk di dalam ke batilan.

Dalam hal ini mengaji tak sekedar berhenti pada memperoleh ilmu, tetapi kita juga harus mengamalkan hasil kaji dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya.

Ketika mengamalkan hasil kaji terkadang kita mendapat tantangan dari masyarakat. Ada yang bilang kita menjadi orang yang tidak umum, karena tidak mau melakukan kegiatan-kegiatan yang kita tahu tidak ada tuntunannya dalam Islam. Ada juga yang mencela.

Ketika kita beramal dan beraktifitas jangan mencari sanjungan dari manusia, tetapi hanya mencari ridho Allah SWT. Orang yang beriman mempunyai suatu keyakinan, mempunyai suatu pedoman, hanya Al quran lah akan menjadi orang yang bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *