Mengenang Kembali kegemilangan Kepemimpinan Islam

Oleh: Dhiran Al-fatih (Aktivis Dakwah Pemikiran Islam)

Bismillah
Melihat Sejarah kegemilangan beberap Dinasti Islam Yang pernah menaburkan Rahmat Di penjuru Dunia adalah suatu hal yang membangunkan semangat Ghiroh perjuangan semakin kokoh diatas fondasi Keyakinan untuk berjuang menolong Agama Allah. Kegemilangan beberapa Dinasti Islam ini adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa Islam pantas untuk kembali membangun peradapan Sucinya dalam naungan Ketaatan kepada Allah SWT dalam bingkai Daulah Islamiyah. Membangun Kembali kehidupan Yang Islami yang dituntun Jalan hidupnya sesuai dengan Kitabullah. Kitabullah yang merupakan bagian utama dalam roda kehidupan sehari-hari yang menjadi pandangan hidup agar kehidupan Berkah dengan Ayat-ayat ketakwaan kepada Allah SWT. Kegemilangan Dinasti Islam berkuasa atas Keyakinan mereka kepada pemilik kekuasaan serta Pemilik Kerajaan yang meliputi langit dan bumi adalah suatu keharusan akidah yang murni mengesahkan Allah tanpa menyekutukan Allah SWT. Kegemilangan yang membentangkan sejadah Rahmat kepada bumi dan seisinya. Kegemilangan yang menguatkan Akidah serta mensucikan Hati dan pikiran dengan selalu melantunkan Ayat-ayat Dzikir kepada pemilik kekuasaan yang memberikan Titipan tampuk kekuasaan. Kekuasaan yang dititipkan Oleh Allah SWT kepada manusia merupakan bagian dari Kebesaran Allah SWT sebagai pemilik Kerajaan yang meliputi Langit dan bumi. Kekuasaan yang tertinggi yang tak ada yang melampauinya. Kekuasaan yang abadi dalam Kerajaan langit dan buminya
Kegemilangan Dinasti Islam ini tidak terlepas dengan Peran Para pemimpin Muslimnya yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang selalu meningkatkan rasa syukur atas tampuk kekuasaan yang dititipkan oleh Maha Kuasa. Pemimpin yang menerapkan Kitabullah sebagai Landasan pacu roda kehidupan keislaman yang totalitas yang diatur Oleh Al-Quran dan Sunnah dalam segala linik kehidupan. Para pemimpin muslim yang menjaga marwah Agamanya dengan kekuasaan yang menjadi perisai atau benteng dalam melawan kemungkaran adalah para pemimpin yang menjadi tauladan kebaikan. Para pemimpin yang bertakwa kepada Allah SWT bukan bertakwa kepada Kaum Elite Kufur. Para pemimpin yang takut kepada Allah SWT bukan pemimpin yang takut Pada Pemilik modal. Pemimpin yang menerapkan Islam adalah pemimpin yang Akan Allah Ridho.

Dengan kepemimpinannya Islam menyebar keseluruh penjuru Dunia 🌏 dengan cahaya keislaman yang benar, yang mengeluarkan manusia dari kekufuran hidup menuju cahaya
Kebenaran Atas Keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dengan Islamlah kita hidup dan dengan Islam pulalah kita mati agar jannah Tempat kembali nantinya. Mari kita melihat lebih dalam lagi fakta sejarah kegemilangan Islam yang mendatangkan Rahmat.

Kita mulai dari Revolusioner Islam yang menjadi junjungan kita yang menjadi Suri tauladan kebaikan kita, yang menjadi Rahmat yang Allah SWT sematkan dengan diutusnya ke bumi ia adalah manusia yang Allah pilih sebagai pembawa Risalah kenabian terakhir Ia adalah Nabi MUHAMMAD SAW. dengan tampuk kekuasaan yang diberikan di Madinah Rasulullah SAW membangun Daulah Islam yang pertama, Daulah Islam yang menjadi gerbang utama Islam menyabar keseluruh penjuru Dunia, Daulah Islam yang membawa roda kehidupan pada Jalan kebenaran, dengan Daulah Islam inilah kehidupan akan diatur oleh Allah SWT dalam segala aspek kehidupan dimana Al-Quran sebagai tiang hukum. Rasulullah SAW membangun Daulah Islam sekaligus membangun peradapan suci yang mengangkat Kedzaliman dan kemungkaran, yang menenggelamkan perbudakan yang buta akan nilai-nilai kemanusiaan. Yang melenyapkan penindasan terhadap kaum wanita, yang kemudian menerbitkan Fajar kemuliaan pada Kehidupan berislam, yang mengokohkan Islam dengan tampuk kekuasaan yang menggetarkan jiwa musuh-musuh Allah dengan dakwah dan jihad. Kemudian nikmat Islam bisa dirasakan Oleh segenap manusia. Ayat-ayat Al-Quran pun diturunkan ke bumi sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT serta sebagai pengingat akan keselamatan kehidupan dunia serta Akhirat. Daulah Islam pun bergema diseluruh dunia dengan seorang pemimpin yang bertajuk Rahmatan lil’alamin. Sesuai dengan firman Allah SWT.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Aku mengutus kamu (wahai Nabi Muhammad), melainkan karena rahmat (belas kasih) bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiyaa’: 107).

Kemudian tampuk kekuasaan itu diteruskan oleh para sahabat yang mulia yang keimanan dan ketakwaannya kuat dengan Ke mukjizatan Al-Quran yang dikokohkan keimanan dengan Pedang dan kuda-kuda jihad serta dengan Teriakan Takbir yang menggelorakan dahaga peperangan jihad, dengan kepemimpinannya Islam menjadi Adikuasa kala itu dengan Daulah Islamiyah. Kemudian kepemimpinan umat islam berlanjut pada masa Khulafaurasyidin
Kepemimpinan pertama Oleh ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ memberantas Nabi palsu serta memerangi Kaum murtad, khalifah pertama Umat islam ini menunjukkan kegigihannya untuk menolong agama Allah dengan memurnikan keyakinan umat islam yang hampir terpengaruh dengan kondisi sebagian masyarakat diwilayah kekuasaannya menghianati Allah Dan Rasulullah alhasil pemberantasan pun dilakukan untuk menegakkan Akidah islam. kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq berlangsung selama dua tahun dari 632-634 M (11-13 H). Wilayah kekuasaannya pun diperluas dengan mengirim tentara keluar dengan Mengirim jenderal perang Khalid bin Walid dan pasukannya ke Irak pada tahun 634 M Mereka berhasil menguasai al-Hirah.

Ia juga mengirim ekspedisi ke Suriah di bawah pimpinan empat panglima perang yakni Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash, Yazid bin Abi Sufyan, serta Syurahbil. di akhir kepemimpinan iya berwasiat Agar Umar bin Khattab menggantikan kepemimpinannya untuk memimpin Umat islam Akhirnya Umar bin Khattab menjadi Amirul mukminin dengan kepemimpinannya Sistem Administrasi pemerintahan sangat ideal kala itu dengan tata negara yang modern Ia adalah khalifah yang sangat peduli dengan rakyatnya pemimpin yang selalu menghawatirkan rakyat adalah pemimpin yang taat akan perintah Allah, pemimpin yang menggetarkan jiwa kaum kafir dengan Kanca peperangan yang akhirnya memperluas wilayah kekuasaannya, ekspansi Umat islam pun bermula pada tampuk kekuasaannya dengan menaklukkan berbagai kota Yang akhirnya menemui hasil yang memuaskan. Wilayah Islampun melebar ke Irak, persia, serta mesir. dan Islam pun tegak diatas dasar negara Islam. Kemudian dilanjutkan dengan Kepemimpinan Utsman bin Affan serta Ali bin Abi Thalib pada kepemimpinan Ali bin Thalib akhir dari kepemimpinan Khulafaurasyidin yang mencatatkan kegemilangan yang besar untuk Islam.

Kemudian Kepemimpinan Islam masih berlanjut pada masa Dinasti Umayyah yang meneruskan Kegemilangan tampuk kekuasaan yang dititipkan oleh Rasulullah SAW dan sahabat Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah bin Abu Sufyan. dengan kepemimpinan Dinasti Umayyah ini menuai kegemilangan yang hebat dengan Sistem negara yang menerapkan Aturan Allah SWT Dinasti Umayyah ini beribukota kan di Damaskus yang menghujani tanah timur dengan Rahmat dan berkah.

Kemudian Dinasti Abbasiyah mengambil alih kemudi kepemimpinan Islami kala itu ketika Runtuhnya Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasiyah pun mengambil peran untuk melambungkan kekuasaan Islam dan turut serta dalam kegemilangan Kepemimpinan Islam dengan menjadi kunci peradapan ilmu pengetahuan yang beribukota kan di Baghdad dan mencatatkan prestasi yang bagus. masa kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M) s.d. 656 H (1258 M). Dinasti Abbasiyah pun menjadikan Islam sebagai landasan kepemerintahan yang mengokohkan ilmu pengetahuan dengan agama Allah.

Kemudian kepemimpinan ini digantikan oleh Kesultanan Utsmaniyah yang beribukota kan di Konstantinopel. Kegemilangannya yang meneruskan peradapan ilmu pengetahuan yang banyak menerjemahkan buku-buku dari timur maupun Barat. Serta bidang-bidang lain pun berkembang pesat diantaranya adalah bidang militernya. Yang memiliki angkatan bersenjata dari darat maupun laut.

Seperti dikutip dari buku berjudul “History of the Arabs” karya Philip Khuri Hitti, disebutkan bahwa kekhalifahan Dinasti Utsmani di Konstantinopel ini berjaya antara 1517-1924 M. Kepemimpinan Islam yang menjalankan roda kehidupan berasaskan Kitabullah sebagai dasar kebijakan pemerintah
Dinasti Utsmaniyah adalah Dinasti yang kuat kala itu yang pernah berkuasa selama 625 tahun. Dan selama itulah keberkahan dan Rahmat dilimpahkan untuk mereka. Dinasti ini pula yang mencatatkan kegemilangan dengan menaklukkan Konstantinopel dibawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-fatih seorang pemimpin Islam yang masih berusia muda yang meneruskan perjuangan untuk menegakkan Islam di tanah timur maupun barat. Pemimpin dan pasukan yang Rasulullah SAW beritakan dalam sabdanya.

“KotaKonstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).

Kegemilangan kekuasaan Islam ini adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan dengan tampuk kekuasaan yang dititipkan oleh Allah SWT yang menjadikan agama sebagai fondasi sistem ke pemerintahannya yang menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai tiang hukum. Yang menjadikan agama sebagai pilar-pilar pengokohan dari akidah islam. yang membentangkan peradapan ilmu sebagai satu kemajuan teknologi dan kemajuan berfikir yang menjadikan Keadilan berdiri tegak dalam naungan sistem islam, menjadikan hukum seadil-adilnya karena produk hukum yang dihasilkan dari Al-Quran dan Sunnah. Mencetuskan kehidupan yang Islami yang sesuai dengan Kitabullah mencetak para pemimpin yang taat dan patuh pada Allah SWT. Yang menjadikan bumi diliputi dengan lantunan dzikir syukur atas Keberkahan dan Rahmat.

Dengan kegemilangan Islam yang pernah menguasai 2/3 dunia selama lebih 13 abad ini merupakan suatu pucuk manis kekuasaan yang Allah titipkan pada manusia yang bukan kekuasaan abadi kekuasaan itu hanya sementara, kekuasaan tertinggi hanya pantas disematkan pada Allah SWT bukan pada manusia maupun makhluk hidup lainnya dengan melihat fakta sejarah yang terjadi

“Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi” (Jacques C. Reister)

Untuk menegakkan Kehidupan yang Islami diperlukan daya dan upaya serta keyakinan yang kuat diatas rel kereta dakwah agar mencatatkan kegemilangan baru dengan perjuangan dakwah agar membangun kembali pucuk manis kehidupan dibawah naungan Al-Quran dan Sunnah. Membangun kembali singgasana kekuasaan yang bertajuk Rahmatan lil’alamin agar senantiasa bumi diliputi Ayat-ayat Dzikir syukur atas Rahmat yang Allah SWT limpahkan.
Firman Allah SWT.
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55).

Mari bersama-sama untuk berjuang dijalan dakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam yang menjadi penantian berharga kita semua. Semoga Allah SWT selalu menguatkan hati dan pikiran kita dengan kebenaran Al-Quran. Dan semoga Allah SWT cepatkan pertolongannya sesuai dengan janji Allah SWT Wallahua’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *