MENANTI KEMBALINYA SANG MAHKOTA KEWAJIBAN

Oleh : Lina Sri Rosalina (Komunitas Muslimah Peduli Umat)

 

Tidak banyak yang tahu bahwa Islam dan kekuasaan adalah ibarat saudara kembar. Islam bukan sekadar agama saja. Ia merupakan aturan hidup yang sangat lengkap. Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata, “Sesungguhnya dunia adalah ladang pahala bagi akhirat. Tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur. Apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” (Al Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, 1/17).

Genap satu abad (Rajab 1442 H) lamanya Islam terpisah dari saudara kembarnya. Itulah kekuasaan yang disebut Khilafah. Tepatnya 28 Rajab 1342 (3 Maret 1924) institusi Khilafah berhasil diruntuhkan oleh Musthafa Kemal Attaturk. Sayang, umat Islam banyak yang tidak mengetahui sejarah ini. Akibatnya, banyak dari generasi umat Islam saat ini yang seolah-olah tidak mengenal apa itu Khilafah. Tentu, ini sangat menyakitkan. Dalam sejarah, hanya Khilafahlah (selama lebih dari 14 abad lamanya) yang menjadi satu-satunya institusi yang menerapkan syariah Islam secara kaffah,menjadi  pelayan dan pelindung umat Islam sekaligus penyebar risalah Islam ke penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.

Kini, Islam benar-benar terpisah dari kekuasaan yang merupakan penjaganya, terbukti saat ini umat Islam tercerai berai. Islam pun sekadar agama ritual saja. Kemaksiatan merajalela, kerusakan dimana-mana. Umat Islam kian terlelap dengan tidur panjangnya, mereka dininabobokan dengan sistem rusak buatan barat. Itulah kapitalisme-sekularisme, yang semakin menjauhkan Islam dari kehidupan. Barat semakin merajalela menguasai negeri-negeri Muslim. Sumber daya alam dieksplorasi sedemikian rupa. Serangan budaya barat juga kian merusak generasi Muslim, tak ada lagi ruang kosong yang tidak terisi dengan kebudayaan barat. Bahkan hal-hal yang bernuansa kebarat-baratan adalah hal yang menarik dan harus diikuti.

Sungguh, inilah yang dimaksud Imam al-Ghazali bahwa ketika Islam tanpa penjaga, yakni kekuasaan, Islam akan hilang. Benar-benar Islam akan hilang sedikit demi sedikit dari kehidupan. Maka dari itu, tidak ada solusi lain kecuali harus mengembalikan Khilafah, ke pangkuan umat Islam. Sebab Khillafah  adalah taj al furud (mahkota kewajiban) yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat Islam. Perjuangan untuk mengembalikan Khilafah tidak boleh berhenti. Seruan ini mengajak setiap umat Islam di berbagai kawasan dunia bersatu, berjuang bahu-membahu, bekerjasama, saling mendukung untuk menegakan kembali Khilafah. Daulah Khilafah akan mengembalikan umat Islam pada kejayaannya dengan menerapkan syariah Islam dan mempersatukan umat Islam seluruh dunia.

Allah SWT berfirman: “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” (QS. An-Nur [24]: 55). Tentu menjadi kewajiban kita untuk mengimani janji Allah SWT tersebut. Hanya saja, janji itu tidak bisa datang dengan sendirinya. Wahai para ahlul quwwah, tidakkah kita ingin menjadi salah satu pengemban dakwah yang ikut serta dalam perjuangan mengembalikan Daulah Khilafah?

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *