Menag: Tidak Boleh Ada Pelecehan Agama

Jakarta-SuaraInqilabi- Dalam peringatan hari jadi Kementerian Agama (Kemenag) atau Hari Amal Bakti ke-74, di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (3/1/2020), Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan tidak boleh ada penistaan simbol keagamaan maupun kekerasan terhadap pemeluk agama lain.

Lebih lanjut Fachrul menyampaikan, agama dan negara saling membutuhkan dalam kehidupan berbangsa. Menurut Menag, penguatan identitas keagamaan dan kebangsaan tak boleh dipisahkan ataupun dipertentangkan.

“Dalam negara Pancasila, siapa pun, dengan alasan apa pun, tidak diperkenankan melakukan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian, dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda,” sebut Fachrul.

Dikatakan Menag, jika penguatan identitas keagamaan dipisah dengan identitas kebangsaan, maka akan menimbulkan radikalisme, sekularisme, hingga liberalisme.

“Kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat menjadi umat beragama yang saleh sekaligus menjadi warga negara yang baik,” pungkas Fachrul.

Mantan Wakil Panglima TNI itu juga mengenang pembentukan Kementerian Agama pasca-penjajahan. Saat itu, 3 Januari 1946, Kemenag didirikan sebagai amanat UUD 1945 untuk menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.

Dia pun meminta jajaran Kemenag untuk menjalankan hal tersebut. Fachrul menuturkan, Kemenag berkewajiban memastikan warga negara beribadah.

“Negara secara aktif melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama,” dia menjelaskan. [nry/MC]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *