Memutus Mata Rantai Prostitusi di Kalangan Mahasiswa

Oleh: Intan Wahyuni (Pegiat Literasi Aceh Barat)

Penangkapan muncikari berinisial AP alias Kuyang (21) mengungkap bisnis berpelanggan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kuyang bahkan merekrut dan menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK) lewat media sosial.

Kuyang yang juga mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di luar Yogyakarta itu menawarkan jasa PSK dengan tarif ratusan ribu. “Rata-rata pelanggannya dari kalangan mahasiswa,” kata Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto melalui pesan singkat kepada wartawan (detik.com,15/7/2020).

Untuk merekrut PSK, pria asal Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah itu menawarkan lowongan pekerjaan sebagai terapis pijat. Penawaran lowongan kerja itu pun dilakukan via media sosial.

“Pelaku melakukan perekrutan korban melalui iklan grup Info Loker Jogja dan Sekitarnya di Facebook yang berisi lowongan sebagai terapis pijat. Tapi faktanya justru dipaksa untuk menjadi PSK, ada dua korban, VN dan WP,” kataKapolsek Mlati Kompol Hariyanto saat jumpa pers di Mapolsek Mlati, Selasa (14/7/2020).

Terkait fenomena ini, sosiolog kriminal UGM Suprapto menjelaskan kemunculan prostitusi online merupakan dampak dari pergeseran sistem komunikasi dan informasi. Awalnya, langsung melalui bertatap muka menjadi berperantara. “Saya melihat fenomena prostitusi daring ini disebabkan oleh pergeseran sistem informasi dari face to face langsung menjadi berperantara yang artinya disebabkan oleh kemajuan sistem informasi dan komunikasi,” (Kamis, 16/7/2020).

Faktor Meningkatnya Prostitusi Mahasiswa

Tidak akan ada yang menyangka apabila pergaulan bebas terjadi di kalangan mahasiswa yang notebenenya berkepribadian intelektual. Tapi hal itu tidak menutup kemungkinan, karna mahasiswa juga punya hasrat untuk bergaul, layaknya manusia sebayanya yang lain di luar lingkungan mahasiswa.
Apakah hal seperti itu bukti dari intelektualnya seorang mahasiswa?.

Pasti bukan, sebab mahasiswa dengan intelektualitasnya di tuntut untuk bisa menjadi contoh serta panutan yang positif bagi masyarakat yang perilaku seperti itu akan berimbas pada adik-adik SMA dan sederajatnya yang akan melanjutkan studinya pada bangku perkuliahan. Dan hal ini bisa menjadi dampak yang buruk apabila hal tersebut (pergaulan bebas), benar-benar terjadi pada kalangan mahasiswa di lingkungannya.

Salah satu faktor yang menyebabkan “Bisnis Prostitusi” semakin marak yaitu yang disebabkan oleh pola konsumtif dan hedonis mahasiswa karena keinginan untuk mendapatkan materi/uang yang banyak dalam waktu singkat. Di samping itu ada faktor lain yang menjadi pendukung semakin maraknya prostitusi adalah karena tidak adanya pondasi dasar yaitu Aqidah Islam dalam diri mahasiswa yang pada hakikatnya ini menjadi benteng bagi dirinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dibawah naungan ‘Arsynya pada hari tidak ada naungan selain naungan Allah Azza wa Jalla (yaitu) : imam yang adil; Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allâh Azza wa Jalla ; Seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada adzab Allah); Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allah;

Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allah Azza wa Jalla ; Dan seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang memilki kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, ‘Sesungguhnya aku taku kepada Allah. Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di infakkan oleh tangan kanannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Mahasiswa Subjek Perubahan

Maka perlu adanya kesadaran dari seorang mahasiswa agar dapat menempatkan ke-intelektualitasnya dan menjadi panutan yang baik bagi masyarakat bukan hanya tontonan belaka. Karna, masyarakat tidak memerlukan gambaran semata, tapi bukti yang nyata dalam kehidupan sehari-harinya. Perubahan harus menjadi suatu tugas bagi kalangan mahasiswa dalam membentuk kepribadian intelektualnya. Agar terbukti dalam kehidupan dan bukan hanya isu-isu belaka. Memulai perubahan tersebut meski ada kesadaran akan tanggapannya pada pergaulan bebas, mana mungkin tercipta perubahan apabila kesadaran dari diri seorang mahasiswa tidak pernah timbul.
Sebagaimana firman Allah SWT,

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung selain Dia”. (Q.S:Ar-rad. [13] : 11).

Dengan begitu jelaslah sudah, perubahan dalam lingkungan mahasiswa akan terlaksanakan dan tercipta dalam kehidupan apabila ada suatu kontribusi kesadaran dari mahasiswa akan pergaulan bebas yang berada dalam lingkaran kehidupannya. Mahasiswa adalah subjek dari perubahan ini, yang bisa merubah akan pergaulan di lingkungannya. Oleh karena itu bentuk perubahan dasar yang mesti dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan membentuk kepribadian Islam dalam dirinya. Dan perubahan ini tidak akan terjadi tanpa kesadaran yang penuh dari mahasiswa dan lingkungan sekitar.

Dalam hal ini syariat Islam juga memiliki solusi tuntas dalam memutuskan mata rantai bisinis prostitusi. Pertama, Islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial, seperti melarang khalwat (berdua-duan dengan lawan jenis) maupun ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan kecuali untuk keperluan syar’i). Kedua, Negara akan memberikan sanksi terhadap pelaku zina dengan hukuman jilid 100 kali untuk yang belum menikah dan hukuman mati bagi yang sudah menikah. Ketiga, Negara akan menutup akses terhadap situs-situs yang dapat mengakibatkan maraknya prostitusi yang saat ini sangat mudah di temukan, baik dunia nyata maupun dunia maya.
Allah SWT berfirman :

سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنْزَلْنَا فِيهَا آَيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (1) الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (2)

“(Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur: 1-2)

Tentunya ini hanya dapat terlaksana dengan adanya kepemimpinan Islam. Di sinilah peran mahasiswa menjadi subjek perubahan Islam Kaffah. Sudah saatnya mahasiswa melepas ketundukan pada aturan batil kepada aturan Islam yang selama ini telah hilang dari jati diri seorang mahasiswa.

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (١٢) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman : 12-13)
Wallahu’alam Bishowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *