Membangun Kesadaran Umat pada Realita Kehidupan

Oleh: Dhiran Al-fatih (Aktivis Dakwah Pemikiran islam)

Islam turun menyempurnakan agama-agama yang pernah menapaki keyakinan di bumi. Keyakinan keyakinan yang berasaskan Tauhid yang mengharuskan pengikutnya untuk mengesahkan Allah SWT. Rasul dan Nabi Allah pun diutus untuk mereka dengan tujuan menyadarkan mereka bahwa mesti kembali kepada jalan kebenaran(Tauhid) Yang menggugurkan keyakinan mereka terhadap penghambaan pada Berhala, Batu besar, Bintang-bintang serta matahari dan bulan. Meyakinkan bahwa yang mereka lakukan adalah kesyirikan yang merupakan sebuah dosa besar di hadapan Allah SWT. Daya upaya pun digiatkan untuk selalu menyakinkan kaum-kaum kafir agar mengikuti seruan Nabi-Nabi Allah .

Argument-Argument Ilmiah pun dilemparkan untuk membantah keyakinan mereka agar runtuh keyakinan dan segera membangun kembali kesadaran mereka pada Agama Tauhid. Cacian dan fitnah pun ikut meramaikan metamorfosa keyakinan Yang Nabi Allah Sampaikan kala itu. namun fitnah dan cacian itu bagaikan fatamorgana yang menipu kebenaran.

Tuhan penguasa langit dan bumi turunkan Kitab Suci berupa Taurat, Jabur, Serta Injil kala itu sebagai Pedoman dan jalan hidup untuk mereka agar mereka selamat didunia serta Akhirat. Namun sebagian besar mereka menafikan dan enggan berpaling dari keyakinan nenek moyang mereka Alhasil azab Allah yang pedih lagi perih menyelimuti kesombongan dan keangkuhan mereka serta binasalah mereka dengan Azab Allah. Hanya kaum yang merelakan hati dan pikiran untuk menerima Agama Tauhid yang Allah selamatkan dari Azab Allah. Sifat sombong dan angkuhlah yang menghancurkan hati nurani serta kenikmatan dalam kemaksiatan mereka.

Akal sehat yang telah ditutupi oleh kenikmatan bagai fatamorgana pun enggan mereka gunakan, agar bisa memikirkan yang hak dan bathil, agar bisa memilah yang mana kenikmatan yang Hakiki dan yang mana kenikmatan yang menipu. Kini hanya puing-puing penyesalan yang menemani tangis kesedihan mereka di Alam bawah tanah. Api yang panasnya membarah yang mereka rasakan. Duri-duri yang tajam yang menjadi santapan mereka di Alam kepedihan.

Lantas kemana kenikmatan sewaktu mereka hidup?

Lantas Kemana kekuasaan dan kekuatan mereka?

Lantas Kemana sifat sombong mereka? Jawabannya Adalah Hanya Fatamorgana yang menipu.

Apa yang bisa kita banggakan?
Apa yang bisa kita sombongkan?
Dan apa yang bisa kita angkuh kan?
Harta, tahta, jabatan, ketampanan, kecantikan, semua akan hilang. Lihat bagaimana Allah tenggelamkan harta si Qorun.

Lihat bagaimana Allah lenyapkan tahta fir’aun dan raja Namrudz.
Lihat bagaimana Allah hancurkan jabatan ketuhanan si fir’aun dan jabatan jendral bala tentaranya.
Lihat bagaimana Allah lenyapkan paras cantik wanita yang telah meninggal. Yang kecantikan hanya sementara, Kini dimakan ulat.

Manusia itu hanya ciptaan Allah
Manusia itu hanya makhluk hidup yang terbatas dan penuh kekurangan.
Untuk itu tak sepantasnya kita menyombongkan diri.

Tapi pantaskah diri ini agar selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Lantas sudah sepantasnya dengan ini menyadarkan kita bahwa hanya Amal ibadah yang menyelamatkan kita, dengan kisah seperti ini menjadikan kita selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan serta ketakutan kita pada Allah SWT.

Membangun kembali kehidupan Islam

Kemudian dengan Rahmatan lil’alamin Yang Allah Limpahkan kepada Agama penyempurna Risalah kebenaran yang meliputi seluruh jagat raya inilah yang menjadi Tuntunan dan pedoman hidup umat Akhirnya Jaman Ini. Ialah Islam yang mulia yang rahmat-Nya menggetarkan bumi dan seisinya yang menjadikan bumi diliputi dengan keberkahan dan Rahmat. Agama Yang Allah muliakan, Agama Yang Allah Ridho, dan agama yang menegaskan selain daripadanya Adalah Agama Bathil.
Dengannya diutuslah seorang Nabi dan Rasul Allah yang kedatangannya menjadi Rahmat bagi semesta alam. ialah Suri tauladan kebaikan yang takkan pernah sirna. Sesuai dengan firman Allah Swt ..
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21].
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. [Q.S. Al-Qalam: 4]. (Kamu yang dimaksud pada ayat ini adalah Rasulullah SAW).

Padanya lah ayat-ayat Alquran turun dan ialah kekasih Allah SWT.
Rasul itu bernama Muhammad SAW.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menurunkan Al-quran sebagai petunjuk bagi Umat islam yang beriman serta bertakwa dalam bungkusan keyakinan hati dan pikiran serta segala puji bagi Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk mengeluarkan manusia dari gelapnya kekufuran menuju cahaya keimanan.
Dengan tugas yang sama Rasulullah SAW mendakwahkan Islam di tengah-tengah Masyarakat Quraisy setelah turun wahyu untuk menyampaikan Risalah kebenaran secara terang-terangan. Yang sebelumnya dakwah dilakukan dengan tertutup kepada Keluarga dan sahabat terdekatnya. Berdakwah selama kurang lebih 13 tahun Di Mekkah dan yang masuk Islam hanya 40 orang. Rintangan dan hambatan yang menemani dakwah Rasulullah sebagai bentuk keikhlasan dan ketulusannya. Kanca peperangan demi peperangan yang menggenggam keyakinan Para Sahabat
Kesedihan dan kepedihan sebagai bumbu manis untuk berjuang dan menolong Agama Islam terus ditaburi pada kegigihan berperang untuk menggetarkan musuh-musuh Allah kalah itu. Fase itu dikenal sebagai fase Mekkah.

Tugas dan dakwah islam Masih berlanjut pada fase Madinah. Dimana Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berhijrah dibumi Madinah. disini Kebangkitan islam mulai tercium dari wangi-wangi keyakinan mereka. Disinilah pintu awal islam menyebar diseluruh penjuru dunia.

Disini pula Rasulullah mendirikan Daulah Islamiyyah. Yang menjadikan agama sebagai pandangan hidup dan aturan hidup bermasyarakat dan bernegara, yang menjadikan Halal dan Haram sebagai tolak ukur bertindak.
Sebagai Institusi yang berasaskan Alquran dan As-Sunnah. Dengannya Keberkahan dan rahmat meliput langit dan bumi. Dengannya hamparan tanah menjadi berkah dari lindungan Allah SWT.

Daulah islamiyyah inilah yang menjaga marwah umat islam.
Dalam Daulah islamiyyah inilah masyarakat dijamin Harta, tahta, kesehatan dan keyakinan tetap terjaga. Tidak hanya keyakinan islam tapi keyakinan diluar islam pun aman dan terjaga. Tugas dan dakwah yang ada digenggaman Rasulullah SAW pun berakhir setelah wafatnya. Namun Islam tetap berdiri tegak dalam keyakinan umat.

Kemudian tugas dan dakwah itu diteruskan oleh para sahabat yang menjadi pemimpin umat islam setelah kematian Rasulullah.
Kemepimpin itu dikenal sebagai KHULAFAURASYIDIN
dengan Masing-masing kepemimpinannya.

Sampai Akhirnya Runtuh ditahun 1924. Oleh tangan kafir dan sahabat Iblisnya.
Disinilah pintu Awal kehancuran persatuan umat islam. Dari sinilah hal-hal yang tak diinginkan muncul menghantui umat islam yang saat itu sedang merosot pemikirannya.

Disini kegemilangan Islam mulai sirna, yang sewaktu masa gemilang umat islam menjadi umat pembeda, menjadi umat yang terdepan dan menjadi umat adikuasa. Dan disinilah Awal kehancuran dari Institut yang pernah menguasai 2/3 dunia. Dan disini pula umat Islam mulai terpecah belah oleh Nation state. Kini Umat islam kehilangan Rumahnya yang didalamnya disematkan Rahmat dan keberkahan. Kini Umat islam kehilangan kegemilangan dan kekuatan yang menjadi perisai marwahnya. Kini umat islam hanya bisa mengenang masa jayanya.
Islam akan tetap mulia tanpa umatNya
Umat yang membutuhkan Islam
Bukan Islam yang membutuhkan umat
Islam akan tetap mulia dengan Al-Quran dan As-Sunnah.

Sesuai dengan firman Allah SWT..
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam surat Al-Isra ayat 9, Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.

Rasulullah Saw bersabda, “Aku tinggalkan untukk kalian dua perkara yang apabila berpegang kepadanya niscaya tidak akan tersesat selamanya, yaitu Al-Quran dan Sunah.”

Untuk itu sudah sepantasnya dengan keyakinan dan syaqofah pengetahuan serta kekuatan yang dimiliki Islam digunakan sebagai peluru untuk menumbangkan Singgasana kekuasaan yang bertajukan kepentingan serta keserakahan dari kaum materi serta kaum manifestasi kekufuran.
Dengan cara menguatkan dan rapatkan barisan dalam garis rel kereta dakwah menuju kebangkitan islam serta dalam kehidupan yang Allah Ridho.
Untuk itu terus mendakwahkan Islam karena sesungguhnya tugas dan dakwah islam sudah menjadi keharusan untuk kita.

Kuatkan syaqofah Islam dan perdalam ilmu agama agar kelak bisa menyampaikan hal yang perlu disampaikan. Menyerulah pada kebaikan dan mencegahlah pada kemungkaran. Sesuai firman Allah SWT…

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِوَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ali Imran: 104)

Kisah kisah terdahulu sebenarnya mengharuskan kita untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita Kepada Allah SWT menjadikannya sebagai batu loncatan untuk menaikkan level keimanan kita. Menjadikannya sebagai pelajaran dan teguran untuk hati dan pikiran kita. Agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mentaati Rasulullah SAW.
Beriman dan bertakwalah kepada Allah dengan sebenarnya takwa. Takwa dan keimanan yang dibungkusi dengan taat pada perintah dan menjauhkan diri dari kemungkaran. Dan menjadikan Islam sebagai way of live. Mudah-mudah Allah cepatkan pertolongannya agar kembali pada kehidupan yang Rahmatan lil’alamin Aamiin Allahumma Aamiin, wallahu’allam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *