Maulid Nabi di Baitul Qiraam, Kota Malang: Mencintai Nabi dengan Melaksanakan Syariat-Nya

Kota Malang (10/11), “Wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan menjalankan syariat Islam secara kaffah atau menyeluruh,” tegas Ustadz Abu Dzikri, A.Md., da’i berasal dari kota Malang dihadapan sekitar 25 jamaah yang antusias mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Baitul Qiraam kota Malang pada bakda Isyak hari Ahad 10/11/2019, menurut panitia pengajian ini Sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam taushiyahnya Abu Dzikri menceritakan bagaimana kecintaan yang luar biasa dari Abu Bakar As-Sidiq kepada baginda Rasulullah SAW: “Ketika didalam gua Tsur, Abu Bakar As-Sidiq merelakan dirinya masuk gua terlebih dahulu, menutup lubang-lubang tempat hewan bersarang, dan baru mempersilahkan Nabi untuk istirahat di pangkuannya. Malam itu, gelap gulita. Ada hewan melata menggigit jempol kaki Abu Bakar, tetapi ia tetap diam sembari menahan rasa sakit itu. Abu Bakar tak mau banyak bergerak karena khawatir membangunkan Rasul yang sedang istirahat,” tutur penyuluh agama Islam itu.

Abu Dzikri menambahkan rasa cinta pula yang membuat sahabat Ali bin Abi Thalib berani mengorbankan nyawanya untuk melindungi Nabi: “Saat itu, Rasul menjadi incaran musuh-musuh Islam. Mereka mengetahui tempat istirahat Rasul dan berencana membunuhnya saat malam hari. Ali yang mengetahui berita itu, mengajukan diri kepada Rasul untuk menggantikan beliau di tempat tidurnya. Maka, jika musuh-musuh Islam itu akan membunuh Rasul maka Ali mengorbankan nyawanya untuk Nabi Muhammad SAW,” tutur dai kelahiran Sumenep Madura itu.

Kecintaan para sahabat kepada Rasul tak ternilai harganya, lalu Abu Dzikri mempertanyakan: bagaimana dengan pengorbanan kita yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad SAW?: “Maka saat ini yang bisa kita lakukan dengan mengikuti jalan Rasulullah, meninggalkan apa-apa yang diharamkan Allah SWT dan menjalankan apa-apa yang diwajibkan-Nya dalam Syariat Islam” ajaknya.

Selanjutnya Abu Dzikri melengkapi taushiyah-nya dengan memaparkan seputar syariat Islam:
“Ada aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri seperti akhlak, cara berpakaian, makan, dan minuman. Ada yang mengatur manusia dengan Allah SWT seperti ibadah sholat, puasa, zakat, dan haji. Namun, ada aturan yang masih banyak ditinggalkan kaum muslim saat ini yaitu aturan yang menyangkut dirinya dengan orang lain/masyarakat misalnya: ekonomi Islam, pendidikan Islam, hukum pidana dalam Islam,” paparnya.

Diakhir taushiyah-nya Abu Dzikri mengajak semua hadirin untuk mencintai Nabi Muhammad dengan sebenar-benarnya cinta bukan hanya dibibir saja, tetapi juga dalam perbuatan dan pengorbanan. “Wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan menjalankan syariat Islam secara kaffah atau menyeluruh,” pungkasnya. [] Bond/Slm

 

Photo Agenda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *