Materi Khilafah Dihapus, Memang Apa Salahnya?

Oleh : Dinda Al Qarni (Member Pena Muslimah Cilacap)

Dunia pendidikan sangatlah penting bagi para generasi umat dalam menentukan arah kebangkitan yang nyata. Apa jadinya kalau dasar atau landasan materi yang utama dihilangkan? Seperti contohnya dalam bidang Agama, materi Khilafah justru ditiadakan. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam. Hal ini tercantum dalam berita berikut,

seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti. Hal ini sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kementerian Agama (Kemenag), Umar, menjelaskan yang dihilangkan sebenarnya bukan hanya materi khilafah dan perang. Setiap materi yang berbau ke kanan-kananan atau ke kiri-kirian dihilangkan.

Dia mengatakan, setiap materi ajaran yang berbau tidak mengedepankan kedamaian, keutuhan dan toleransi juga dihilangkan. “Karena kita mengedepankan pada Islam wasathiyah,” kata Umar kepada Republika.co.id, Sabtu (7/12).
https://khazanah.republika.co.id/berita/q24zqh320/kemenag-positif-hapus-khilafah-dan-perang-dari-kurikulum

Konten radikal yang termuat di 155 buku pelajaran agama Islam telah dihapus oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Namun, untuk materi Khilafah tetap ada di buku-buku tersebut.

“Dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme,” ujar Menag lewat keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2020 seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kendati demikian, Menag memastikan buku-buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia.

Menag mengungkapkan, penghapusan konten radikal tersebut merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag.

“Kami telah melakukan review 155 buku pelajaran. Konten yang bermuatan radikal dan eksklusivis dihilangkan. Moderasi beragama harus dibangun dari sekolah,” ujarnya.
https://makassar.terkini.id/hapus-konten-radikal-di-buku-pelajaran-agama-menag-materi-khilafah-masih-ada/

Jika menteri Agama sudah tidak bisa mengarahkan kepada kebenaran, lantas akan jadi apa Agama Islam masa depan? Sesuatu yang berbau Ajaran Islam sedikit banyak selalu dimusnahkan. Bagaimana generasi saat ini melek akan kebenaran?

Khilafah adalah ajaran Islam, dan tegaknya sudah disampaikan oleh sabda Nabi Muhammad Saw, lantas mengapa kita masih terus ragu dalam memperjuangkan nya?

Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

Bagaimana mungkin orang Islam anti akan ajaran Agamanya sendiri? Apakah yang telah menghalanginya untuk menerima dengan sepenuh hati semua ajaran Islam secara sempurna? Tentu semua itu jawabannya adalah materi dunia semata. Demi materi dunia yang harampun tak ragu untuk dilaluinya.

Inilah yang menjadi tujuan utama sistem kapitalisme, mengumpulkan materi dunia sebanyak mungkin untuk kehidupan dunia yang lebih baik, sampai-sampai lupa akan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Sistem buatan manusia yang sangatlah bobrok, tidak seharusnya menjadi aturan dalam mengatur kehidupan.

Dengan digantinya materi tentang Khilafah, rezim sudah sangat terang-terangan dalam melawan pencipta langit dan bumi yaitu Allah SWT. Mengarahkan umat untuk menjadikan aturan buatan manusia dijadikan pedoman, dan mengesampingkan aturan- Nya. Sepertinya rezim saat ini ingin membangkitkan kembali ajaran komunisme, yang akan meniadakan agama untuk dijadikan pedoman.
Wallahu’alam Bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *