Marhaban Ya Ramadhan, Bulan Penuh Keistimewaan

Oleh: Anhy Hamasah Al Mustanir (Pemerhati Media)

Awal puasa Ramadhan 1441 H ditetapkan pada hari Jum’at 24 April 2020. Penetapan awal Ramadhan ini berdasarkan sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama pada Kamis (23/4/2020) sore. Rapat dipimpin oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Menurut Fachrul Razi, sidang isbat menyepakati besok sebagai 1 Ramadhan 1441 H berdasarkan perhitungan hisab dan pemantauan hilal. (Kompas.com,Kamis, 23/4/2020).

Oleh karena itu, hari ini umat muslim diseluruh dunia kini sedang menjalankan ibadah puasa. Puasa pada tahun ini sungguh berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Pasalnya, pada puasa kali ini ibadah ritual bagi kaum laki- laki lebih banyak dilakukan dirumah. Hal ini, dikarenakan kondisi saat ini yang tidak mendukung.

Namun kemudian, tidak menjadi penghalang bagi kita untuk berdiam tak melakukan amal – amalan yang akan menambah pahala ibadah puasa. Walaupun, keberadaan kita sekarang sedang dalam darurat Pandemi Covid-19 namun ketaatan pada Allah tidak menjadikan surut namun sebaliknya kita semakin mendekatkan diri kepada sang Khaliq pencipta Alam Semesta ini. Semoga dengan datang Ramadhan segala beban hidup dan cobaan berupa Virus ini segera musnah dari bumi ini. Karena hanya kepada Allah kita memohon pertolongan yang hakiki.

Bulan puasa memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan bulan- bulan lainnya. Diantaranya keistimewaan adalah sebagai berikut:
Pertama, Puasa Ramadhan merupakan Rukun keempat dalam Islam, sebagaimana firman Allah SWT: ” Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”. (TQS: Al-Baqarah: 183)

Kemudian dalam sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhari bahwasanya “Islam dibangun di atas lima landasan persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan haji dan puasa Ramadhan.” (HR. Imam Bukhari: 7)

Olehnya itu, puasa merupakan salah satu sarana untuk mencapai takwa dan salah satu jalan untuk mendapat ampunan terhadap dosa – dosa yang telah dilakukan. Bukan saja itu, bulan puasa juga dapat melipatkan gandakan kebaikan serta pengangkatan derajat.

Karena ibadah puasa adalah ibadah yang langsung diterima oleh Allah. Sebagaimana Rasulullah bersabda: ” Puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku yang langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Rabb-Nya. Sungguh bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi.” ( Hadits Muttafaq alaih)

Untuk itu, setiap hamba yang menjalankan ibadah puasa karena dorongan iman dan mengharap pahala dari Allah maka Allah akan mengampuni dosa- dosanya. Hal ini pun, dibenarkan oleh sabda Rasulullah Saw: ” Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wata’ala niscaya diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq alaih)

Maka dari itu, untuk mendapatkan ampunan dengan puasa Ramadhan harus memiliki kriteria diantaranya mengimani sebenar- benarnya iman bahwa perintah puasa adalah wajib dan melakukan ibadah puasa dengan niat karena dan caranya benar sesuai tuntunan Alquran dan As sunah serta mengharapkan pahala dari Allah SWT.

Kedua, Ramadhan bulan diturunkannya Alquran. Pada bulan ini diturunkannya Alquran oleh Allah melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. Alquran ini berfungsi untuk menjadi petunjuk atau pedoman bagi umat manusia, sehingga isi dari Alquran berupa keterangan – keterangan petunjuk dan pembeda yang benar (Haq) dan yang salah (Bathil). Allah SWT berfiriman:

“Bulan Ramadhan yang di dalamnya mulai diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan – keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan yang Haq dan bathil. “(TQS. Al Baqarah: 185).

Ketiga, pada bulan ini disunnahkan shalat tarawih. Maka olehnya itu, setiap bulan Ramadhan pasti kaum muslim melakukan sholat tarawih baik dikerjakan dimesjid secara berjamaah maupun dirumah. Sebagaimana Rasulullah bersabda” Barangsiapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa -dosanya yang lalu.” (Hadits Muttafaq alaih)

Keempat, pada bulan ini terdapat malam mulia (Lailatul Qadar). Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan atau dengan delapan puluh tiga tahun empat bulan. Malam ini, ditandai dengan dibukakannya pintu – pintu langit, dikabulkannya doa dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Nabi Muhammad Saw bersabda:

” Barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa – dosanya yang lalu.” (Hadist Mutaffaq alaih)

Oleh karena itu, sebagai muslim yang taat pada Allah sudah sepantasnyalah kita mengharap Rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya sehingga kita dapat memanfaatkan malam – malam itu dengan bersungguh – sungguh. Diantara amal – amalan yang dapat dilakukan adalah shalat, membaca Alquran, dzikir, doa, istighfar dan banyak bertaubat yang sebenar- benarnya. Semoga dengan cara ini, Allah mengampuni, mengampuni dan mengabulkan doa kita serta menghilangkan wabah Covid-19.

Kelima, pada bulan ini terjadi perang Badar. Pada bulan ini terjadinya perang yang begitu dahsyat yakni perang Badar dimana pasukan muslimin yang berjumlah tidak bisa menang melawan pasukan musyrikin yang berjumlah banyak. Dengan kegigihan dan pertolongan Allah SWT sehingga hancurlah kaum syirik dan musyrikin.

Keenam, pada bulan ini terjadi pembebasan kota Makkah. Dengan pertolongan Allah SWT kota Makkah dapat ditaklukkan oleh manusia terbaik sepanjang zaman Rasulullah Saw. Sehingga, Hancurlah kesyirikan dan paganisme dan kemudian menjadi negeri Islam.

Ketujuh, pintu – pintu surga terbuka. Bulan ini adalah bulan yang begitu istimewa saking istimewanya pintu surga terbuka untuk siapa saja yang ingin memasukinya. Oleh sebab itu, kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih. Karena ada sebagian orang yang melakukan puasa namun tidak sholat ataupun hanya sholat saja namun tidak puasa semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang tersebut. Rasulullah bersabda:

” Jibril datang kepadaku kemudia berkata: Wahai Muhammad, barangsiapa yang menjumpai bulan Ramadhan, akan tetapi setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika ia mati masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah Aamiin. Aku mengatakan: Aamiin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam sahihnya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *