Mantra Jahat Deal Of Century Bagi Palestina

Oleh: Anggun Permatasari

Hampir setengah abad konflik antara Palestina dan Israel berkobar. Berbagai upaya perundingan damai digelar. Namun tidak satupun menghasilkan solusi yang menuntaskan. Keadaan kian memanas ketika Amerika Serikat (AS) masuk sebagai penengah.

Alih-alih menjadi mediator, kehadirannya justru membuat masalah semakin semrawut. Tanggal 28 Januari 2020 lalu Donald Trump mengeluarkan proposal perdamaian bertajuk “Deal Of Century”. Tawaran ini diklaim sebagai solusi paripurna atas perseteruan Pelestina-Israel.

Proposal ini digadang Trump sebagai kesempatan emas untuk Palestina agar eksistensinya diakui. Maklum, Palestina saat ini ditolak AS menjadi anggota dewan Keamanan PBB.

Nantinya, negara Palestina baru akan mendapatkan imbalan investasi senilai 50 Miliyar dollar AS yang akan diberikan dalam kurun waktu 10 tahun untuk membangun ekonomi negara. Namun, iming-iming palsu itu tak membuat umat muslim bergeming.

Faktanya, hampir semua negara-negara memberikan opini umum yang menolak Deal of Century. Seperti dilansir dari laman liputan6.com., “Beberapa pengamat mengatakan bahwa pada akhirnya, Deal of the Century atau ‘kesepakatan abad ini’ tidak lebih dari obral dagangan yang gagal, saat dijabarkan di Bahrain.”

Berita dari warta ekonomi.co.id. mengabarkan sikap netral Rusia terlihat dari pernyataan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. Beliau mengatakan masih memeriksa dokumen tersebut secara hati-hati. Menurutnya, proposal ini mengusulkan pertukaran teritorial yang akan memberi Israel kendali atas bagian Tepi Barat.

Beberapa negara anggota OKI dan pemimpin blok muslimpun merespon dingin proposal tersebut. Mereka menilai Deal Of Century tidak adil bagi hak-hak warga Palestina yang selama ini tertindas.

Di Indonesia sendiri Deal Of Century tidak mendapat sambutan hangat dari publik. Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) bersama 20 organisasi yang fokus terhadap Palestina melakukan Aksi Bela Al-Quds di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jum’at (14/2).

Informasi yang dikutip dari minanews.net., mengabarkan bahwa unjuk rasa digelar untuk menyampaikan penolakan terkait usulan perdamaian Trump dinamakan ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang diumumkan Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Januari lalu.

Namun sangat disayangkan, sikap lembek negara-negara teluk yang pro Amerika Serikat seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir dan UEA memberi angin segar bagi Trump dan Israel melenggang bebas menjajah Palestina.

Diamnya para pemimpin kaum muslimin terhadap kedzaliman yang dilakukan AS dan Israel. Menampakkan ada dimana mereka berpihak.

Padahal, isi Deal Of Century jelas-jelas ibarat mantra jahat yang dihembuskan kafir penjajah. Apapun negosiasi yang dibuat, solusinya berat sebelah. Rakyat Palestina pasti dirugikan. Selalu saja yang diuntungkan Israel dan sekutunya.

Harusnya kaum muslim paham bahwa masalah palestina adalah masalah seluruh umat Islam di dunia. Deal Of Century yang penuh janji manis dan propaganda busuk justru memberi legitimasi Israel mengklaim wilayah Palestina lebih luas.

Alasan Mahmoud Abbas (Presiden Palestina) menghendaki campur tangan lembaga internasional dan dunia Barat untuk menyelesaikan krisis Palestina merupakan sikap yang harus ditentang. Karena, solusi 2 negara adalah jalan keluar yang bertentangan dengan syariat Islam.

Kita tahu, bahwa akar permasalahan utama dari konflik berkepanjangan ini adalah pendudukan Israel di tanah Palestina. Mereka merampas hak-hak warga Palestina. Mereka seakan tidak tahu diri dan tidak tahu balas budi. Jadi, penyelesaian utama adalah mengusir Israel dari tanah Palestina.

Sayangnya, saat ini umat masih tersekat-sekat oleh bendera nasionalisme. Tanpa adanya pemersatu, yaitu daulah khilafah yang menyatukan umat muslim sedunia, mustahil kemenangan Palestina akan terwujud. Tanah Palestina merupakan tanah kharajiyah milik kaum muslim.

Sehingga kaum muslimin wajib memperjuangkannya dan tidak boleh sejengkalpun diserahkan kepada orang kafir. Allah swt. juga berfirman: “Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Dan cara yang paling tepat untuk melawan mereka adalah dengan jihad fii sabilillah. Dalam surat Attaubah ayat 14, Allah swt. berfirman: “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin.”

Oleh karena itu, tidak ada solusi tuntas mengenai masalah Palestina kecuali melalui perjuangan penegakan daulah khilafah. Palestina adalah saudara kita yang harus dibela. Allah swt. berfirman dalam alquran surat Al-Hujurat ayat 10: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Seperti yang saat ini terjadi. Sesering apapun negosiasi semu dilakukan. Doa terus dipanjatkan. Opini digencarkan untuk mengajak masyarakat dunia membuka mata untuk Palestina. Beribu kecaman dilontarkan. Umpatan bahkan caci-maki menggambarkan kegerahan umat atas penindasan yang terjadi di tanah para nabi.

Tanpa adanya gerakan massif dan praktis, Palestina akan terus terjajah. Tentunya, gerak kita saat ini akan sangat menentukan. Apakah Palestina akan terus membara? Wallahualam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *