Manjamurnya LGBT Di Indonesia Buah Dari Sistem Rusak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Nunung Suryana

 

Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan terselenggaranya Miss Queen khusus transgender di Bali.
Atas nama kebebasan HAM, LGBT kian eksis dikalangan masyarakat. Kampanye LGBT menggema seantero dunia, bahkan Indonesia pun tidak mau ketinggalan ikut andil dalam mempromosikan LGBT kepada masyarakat untuk memperoleh pengakuan.

Berbagai macam upaya kampanye pun digunakan, salah satunya yang menjadi perhatian publik baru-baru ini adalah adanya kontes kecantikan khusus para Transgender yang diselenggarakan di Bali pada Kamis, 30/9/2021. Kontes ini diselenggarakan sebagai bentuk dari kampanye LGBT di Indonesia.

Dilansir dari Terkini.id, Millen cyrus terpilih menjadi Miss Queen Indonesia 2021. Miss Queen Indonesia merupakan kontes kecantikan bagi para transgender yang diselenggarakan di Bali. Tepilihnya Millen cyrus, bukan tanpa alasan, tidak menutup kemungkinan kemenangan Millen sudah direncanakan sejak awal. Sebelumnya kita ketahui Millen ini adalah ponakan dari artis terkenal Ashanti.

Tentu saja masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan Millen. Dengan Millen yang sudah dikenal oleh publik, menjadi nilai plus bagi panitia untuk lebih mudah mencuri atensi publik. Namun disisi lain Kemenangan Millen pun sukses menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Setelah kemenangannya Millen berkesempatan mengikuti ajang kecantikan Miss Queen Internasional 2021 di Thailand.

Walaupun acara Miss Queen Transgender menuai kontra di tengah-tengah masyarakat, namun hal demikian tidak menghalangi para panitia untuk tetap menyelenggarakan acara tersebut. Di tengah derasnya kecaman dan penolakan masyarakat. Pemerintah lagi-lagi tidak menunjukkan upaya membatalkan event tersebut, agar tidak diselenggarakan.

Sikap pemerintah yang lagi-lagi diam, menandakan akan adanya persetujuan terselubung. Meski penolakan datang dari berbagai pihak, sebut saja MUI yang secara terang-terangan mengecam, karena trasgender merupakan perbuatan yang haram dan aib. Sangat disayangkan ketika Indonesia menjadi salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar harus mengambil bagian untuk mempromosikan LGBT yang pelakunya menyimpang.

Beberapa tahun yang lalu di Indonesia sendiri, LGBT masih dianggap tabu oleh masyarakat. Tidak diterima, bahkan ditolak secara keras. Namun hal demikian tidak mengurutkan hasrat para pelaku LGBT untuk terus berjuang, agar mendapatkan legalitas dari pemerintah. Sejak tahun 1982, kumpulan hak asasi gay didirikan sebagai upaya LGBT untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan masyarakat.

Meningkatnya para pelaku LGBT di Indonesia tidak terlepas dari besarnya pengaruh liberalisme dalam mempengaruhi sikap para remaja dalam pergaulan. Kebebasan yang diadopsi dari ideologi barat ini, nyatanya selalu berhasil meracuni pikiran rakyat Indonesia, pada akhirnya rakyat Indonesia harus terjerumus dan ikut menganut paham Hedonisme. Dimana para remaja hanya akan hidup di bawah kebebasan tanpa mau terikat oleh sebuah ikatan. Bahaya paham liberalisme dalam bangsa ini sangat kuat, jutaan para remaja dirusak secara pemikiran.

Di sisi lain keberhasilan LGBT dalam mempertahankan eksistensi mereka dalam negeri ini, tidak lepas dari peran media yang terus berkontribusi dengan menyelenggarakan berbagai event sebagai bentuk dukungan dalam mengkapanyekan LGBT. Baik di tingkat nasional maupun di tingkat Internasional. Ancaman LGBT bagi generasi kita menjadi yang paling serius dan harus diperhatikan. Peran pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghentikan berkembangnya LGBT di negeri ini. Selain itu penanaman Iman dari Orang tua menjadi yang paling penting, untuk menjaga anak dari perbuatan yang menyimpang.

Dalam Persektif Islam jelas sekali hukumnya, LGBT haram dan merupakan pebuatan maksiat yang dosanya sangat besar. Allah membenci kaum LGBT, seperti halnya kaum Nabi Luth yang Allah mengazab mereka dengan sangat pedih.
Dimana kota sodom, runtuh dan terjungkal. Bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut.

“Maka tatkala datang azab kami, kami jadikan negeri kaum Luth itu terjungkir balik sehingga yang dia atas ke bawah, dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” (Qs. Huud: 82).

Wallahu’alam Bisshowab

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.