Lockdown atau PSBB Ketat? Kesehatan Terjamin Dalam Islam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Waviza (Sambas)

 

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang radikal agar keluar dari lonjakan pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Hermawan mengatakan pemerintah memiliki dua opsi yang bisa diambil saat ini, yakni PSBB ketat atau lockdown regional. Menurutnya, pilihan yang paling radikal adalah lockdown.(CNN Indonesia, 20/6)

Tingginya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia telah menyebabkan kolaps-nya pelayanan di fasiltas layanan kesehatan (fasyankes).

Menurut Dr Sally, Indonesia menghadapi dobel ancaman ketika orang-orang dengan komorbid datang ke rumah sakit berbarengan dengan pasien Covid-19.
Akibatnya, orang yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan rutin malah menjadi terabaikan.

Penanganan wabah yang tak terkendali menunjukkan bahwa kesehatan bukan prioritas penguasa kapitalis. Ketidakpatuhan masyarakat terhadap prokes sering dijadikan dalih. Ini menunjukkan ketidakmampuan negara dalam meriayah rakyat.

Negara memang sudah salah langkah sejak awal. Yang mana lebih cenderung mempertimbangkan ekonomi dalam menyikapi wabah. Diperparah dengan penerapan kebijakan yang kian menjauhkan mereka dengan rakyat.

Sistem kesehatan yang kuat untuk solusi situasi tak terkendali butuh perubahan yang sistemis dan mendasar. Dimulai dari perubahan sistem politik kapitalisme ke Islam yang berbasis kesadaran ideologis umat.

Penting adanya dakwah Islam ideologis yang mengokohkan keimanan akan kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam, termasuk soal pengaturan kesehatan.

Wallahua’lam bishawab.

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.