Kurikulum Pendidikan Saat Ini Tidak Menjanjikan Lahirnya Generasi Berilmu dan Berkepribadian Islam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Zulhijrah Sondeng, S. Pd (Aktivis Dakwah)

 

Dilansir dari kompas.com, Pendidikan merupakan aktivitas dasar dalam upaya mengembangkan kepribadian manusia yang paripurna yang tidak bisa di abaikan. Melalui pendidikan manusia diharapkan akan memperoleh serangkaian pengalaman dan perubahan dalam kemampuan budi pekerti, bernalar, berperilaku dan lain-lain. Oleh karenanya, pendidikan harus diletakkan dalam kerangka yang jelas mengingat posisi mendasar dan strategis yang di embannya.

Namun di era globalisasi saat ini, ternyata pendidikan saat ini tidak menjanjikan lahirnya generasi berilmu dan berkepribadian islami sesuatu dengan apa menjadi tujuan utamanya, hal tersebut di karenakan kurikulum yang di terapkan dalam dunia pendidikan jauh dari nilai-nilai agama itu sendiri, ilmu yang mereka peroleh kebanyakan mengandung nilai-nilai sekuler yang nota benenya pelajaran-pelajaran yang ada tidak bermanfaat dalam kehidupan nyata untuk anak-anak. Di tambah lagi di masa pandemi, keterbatasan sang guru dalam memberikan pembelajaran dan nasehat tidak maksimal seperti biasanya.

Sistem pendidikan yang ada saat ini, terbukti telah gagal melahirkan generasi yang berilmu dan berkepribadian islami. Kalaupun ada siswa yang memiliki kemampuan atau IQ yang tinggi dalam menguasai pelajaran tapi itu hanya sebatas teori dunia, dimana ilmu yang mereka peroleh tidak dapat di praktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu di perlukan kerja sama yang baik antara sekolah, masyarakat dan juga pemerintah dalam mewujudkan generasi yang berilmu dan berkepribadian islami. Terutama pemerintahan harus memperhatikan kurikulum atau pelajaran-pelajaran yang akan diterapkan di sekolah tersebut, ketika pelajaran tersebut tidak membawah perubahan dalam kehidupan sehari-hari anak alangkah baiknya di hilangkan dalam kurikulum pendidikan, karena kurikulum adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan.

Akan tetapi faktanya saat ini, kurikulum pendidikan masih sangat jauh dari nilai-nilai agama, entah sekolah tersebut berlabel islam (Madrasah) tapi sistem pendidikan atau kurikulum yang di terapkan tidak berbasis islami sehingga diperlukan suatu perubahan kurikulum di bidang pendidikan untuk mewujudkan generasi yang berilmu dan berkepribadian islami.

Karena sejatinya akar permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini adalah kurikulum yang di terapkan tidak secara islami, dimana kurikulumnya menjauhkan agama dari kehidupan yakni sekuler-kapitalis. Oleh karena itu, sudah semestinya kurikulum pendidikan sekuler di campakkan dari muka bumi ini dan di gantikan dengan kurikulum berbasis islami. Karena dengan menerapkan kurikulum berbasis islami, maka akan melahirkan generasi yang berilmu dan berkepribadian islam karena mereka pun menyadari bahwa sebagai seorang muslim di setiap aktivitas berpikir dan tindakannya harus terikat dengan hukum syara.

Sebagaimana di gambarkan dalam islam kurikulum pendidikan harus berlandaskan akidah islam. Dimana akidah islam adalah asas yang mendasar bagi kehidupan seorang muslim, dan segala peraturan di ambil sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga dapat mewujudkan keimanan yang kuat pada umat dan melahirkan generasi yang taat terhadap syariatnya.

Namun untuk mewujudkan semua itu, kita membutuhkan peran Negara dalam bingkai Daulah Islamiyah. Dimana kita menyadari bahwa bumi ini miliki Allah SWT, hanya aturan darinya saja yang layak di terapkan termaksud aturan dalam dunia pendidikan.

Wa’allahu’alam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.